
Begitu banyak kebencian yang Serra rasakan untuk mereka yang bahagia dan tertawa diatas luka dan sakit hatinya. Serra pun pergi dari tempat persembunyiannya.
" Tidurkan Ale dikamar! kasihan,pasti tidak akan nyaman tidur dalam gendongan terus."Pinta Alex pada Nora.
" Iya baiklah saya permisi." Pamit Nora meninggalkan mereka.
Thalia merasa ada yang mau Daddy nya katakan pada Paman Yoda. lebih baik dia ikut saja sama Nora masuk kekamarnya."Ikut Ma! "Pinta Thalia dengan manja.
Nora menghentikan langkah dan menoleh kearah Thalia." Ayo Kakak Tha."
Nora dan Thalia sudan masuk kedalam kamar dan menutup rapat pintunya.
Kini hanya Mama Ina, Alex, Opa dan Paman Yoda yang tersisa di meja makan.
" Bagaimana kelanjutan Paman dan Serra?."Tanya Alex membuka obrolannya sambil menatap intens Paman Yoda.
Mama Ina dan Opa ikut menatap Paman Yoda.
Paman Yoda menarik nafasnya dalam, sebelum memulai obrolannya.
" Aku hanya mencintai Anora. dan hanya dia perempuan yang ingin aku nikahi. selain dia tidak ada lagi yang lain. biarlah aku menjalani hidupku sendiri sampai tua. aku pun tidak akan berjuang lagi untuk mendapatkan Anora. karena dia berhak mendapatkan pendamping hidup yang layak untuknya. memang hubungan kami bisa dibilang sudah sangat intim, tetapi aku masih bisa untuk menahan diri agar tidak merusaknya.dan Serra aku tidak pernah menjanjikan apapun dan tidak akan terjadi apapun. kemarin apa yang kalian lihat memang benar aku tidur bersama Serra,dan mungkin benar kami melakukan hubungan intim. tapi jujur saja,mau kalian percaya atau tidak aku tidak mengingatnya sama sekali. waktu kejadian itu dia datang kekamarku,meminta aku untuk menikahinya. tapi aku menolaknya karena hanya ada Anora dihati dan pikiranku sekarang. setelah itu aku tidak tau. tapi sebelum itu dia menempelkan kain atau apa yang berwarna putih aku kurang tau setelahnya baru aku tidak sadarkan diri.entah apa yang ada pada kain itu "Jawab Paman Yoda panjang lebar menjelaskan kejadian yang diingatnya dan pernyataan mengenai isi hatinya.
" Aku tidak ikut campur keputusan Paman, tapi aku harap Paman bisa memberikan penjelasan yang bisa diterimanya."Ucap Alex.
" Tapi Serra yang sekarang sangat berbeda dari yang pertama setelah berpisah dari mu. paling terberat masalahnya bersama Yoda. karena dia merasa terluka dengan orang yang sama. jadi lebih terasa lagi sakit hatinya. jadi kalian hati-hati saja. karena kita tidak bisa menebak apa yang akan dilakukannya."Opa memcoba mengingatkan.
" Iya tidak ada salahnya jika kita waspada"Tambah Mama Ina.
" Baiklah kita sudahi obrolannya sampai disini"Ucap Opa sekaligus berpamitan pada semuanya kemudian Opa masuk kedalam kamarnya yang disusul oleh Mama Ina.
__ADS_1
" Kau tidak ingin bertanya bagaimana Serra bisa berharap padaku?"Tanya Paman Yoda.
" Tidak, karena tidak akan ada pengaruhnya untuk ku atau apapun"Jawab Alex sambil meninggalkan Paman Yoda sendiri.
Paman Yoda menghembuskan nafasnya dengan kasar, Dia membuka ponselnya dan menerima begitu banyak pesan dan email yang masuk. Thomas orang yang paling terakhir mengirimkan pesan padanya. memintanya untuk menjemputnya dibandara nanti malam.
" Bertambah saja masalahku"Gumamnya lirih sambil meletakkan ponselnya.
Sedangkan didalam kamar Nora, Alex baru saja masuk kekamar dan bergabung dengan Nora dan Thalia yang sedang meletakkan kembali pakaiannya kedalam lemari.
" Kakak Tha,Nanti Daddy dan Mama hanya satu munggu lagi ya untuk tinggal disini. karena Daddy tidak bisa lama meninggalkan pekerjaan."Ucap Alex beralasan karena dia takut jika nanti Thalia akan tetap meminta mereka tinggal lebih lama lagi.
" Tidak akan Dadd, aku meminta Abang kesini karena aku sudah tidak bisa mengerti dengan Mommy. siapa tau dengan adanya Abang disini Mommy bisa lebih lunak dan tidak melakukan apapun lagi. nanti jika Daddy sama Mama pulang, aku boleh ikutkan bersama kalian?karena aku tidak ingin bersama Mommy dengan sikapnya yang sekarang.aku takut jika Mommy akan menyakitiku Dadd, Ma."Thalia menunduk dan meremas kedua tangannya karena dia takut mereka tidak mengizinkannya.
Alex dengan cepat membawa Thalia dalam pelukannya." Boleh sayang, kami akan selalu menerimamu. jangan pernah takut pada Mommy mu, karena Daddy yakin Mommy mu tidak akan menyakitimu dan Abang."Jawaban Alex membuat Thalia senang.
" Iya Tha kamu bisa tinggal bersama kami."Nora menambahkan sambil mengusap punggung Thalia.
Ketiganya berpelukan saling menyalurkan semangat dan dukungan untuk satu sama lain.
" Kapan Thomas akan sampai?."Tanya Alex sambil melerai pelukannya.
" Mungkin nanti malam di jemput Paman di bandara."Jawab Thalia.
Alex hanya mengangguk.
Sedangkan Serra yang sudah dipenuhi dengan kebencian,selalu mencari cara untuk bisa menyakiti balik mereka."Jika aku tidak bisa melakukanya dengan cara kasar, maka aku lakukan dengan sehalus mungkin. Baiklah akan ku mulai dari Mama Ina."
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 17.20. Seperti biasa Mama Ina selalu membantu menyiapkan makan malam. sekarang Mama sedang berkutat dengan bahan makanan.
__ADS_1
Serra pun yang sedari tadi pagi belum keluar dari dalam kamarnya. kini sudah berada bersama Mama Ina untuk ikut membantunya.
" Mama Ina mana lagi sayuran yang mau dipotong?"Tanya Serra.
" Sudah tidak ada Serra, duduklah disana dan tunggu matang saja makananya. Mama Ina tidak ingin kamu kelelahan. Mama Ina tidak melihatmu sarapan dan makan siang hari ini. apa kamu sedang diet, sakit atau meminta pelayan membawakan makananmu kedalam kamar?."Tanya Mama Ina sambil menoleh kearah Serra yang berada disampingnya.
" Aku meminta pelayan membawakan makanannya kedalam Mama Ina, karena kepalaku terasa berat sekali sejak tadi pagi.tapi sekarang sudah hilang sakit kepalanya karena sudah minum obat"Jawab Serra sambil tersenyum.
" Ya sudah makanya kamu duduk saja dimeja makan paling sebentar lagi juga kami selesai memasaknya."Mama Ina membawa Serra untuk duduk dikursi meja makan. kemudian Mama Ina melanjutkan lagi kegitan memasaknya.
Alex, Nora dan Thalia keluar dari kamar beriringan.mereka melihat Serra yang sudah terlebih dahulu berada dimeja makan. kemudian mereka ikut bergabung dengan Serra.
" Mommy "
" Tha sayang "
" Hei Nora aku baru melihatmu dan belum menyapamu. apa kabar?."Tanya Serra sambl berdiri mengulurkan tangannya pada Nora.
" Hei Serra, iya kita baru bertemu. kabar ku baik. dan semoga kau juga baik"Nora menerima uluran tangan Serra dan saling berjabat tangan.
" Jika Alex kemarin kami sudah bertemu saat berada didalam kamar Paman Yoda."Ucap Serra.
" Iya " Balas Nora sambil mengangguk.
" Mommy, Abang mungkin nanti malam sudah sampai disini? Abang sudah meminta Paman untuk menjemputnya"Thalia baru mengatakan pada Mommynya.
" Apa Paman sudah jalan?."Tanya Serra melihat kearah mereka.
" Aku tidak tau Momm, mungkin saja sudah jalan ataupun belum."Jawab Thalia tidak pasti.
__ADS_1
" Hah itu Paman,"Tunjuk Serra pada Paman Yoda.
" Aku akan ikut Paman menjemput Thomas."Ucap Serra sambil berdiri menghalangi Paman Yoda.