
" Deddy " Panggil Thalia berlari menghampiri Alex dan langsung memeluknya. begitu juga dengan Thomas.
" Kangen Daddy "
Cup
Alex mencium pucuk kepala Thalia dan Thomas. Pemandangan yang membuat mata Bima kelilipan oleh suasana.
" Masuk !" Alex merangkul kedua Anaknya di sisi kanan dan di sisi kiri.
" Apa Daddy tidak merindukan kami ? Tanya Thalia manja.
" Sangat, Deddy sangat rindu Kalian "
" Maaf Bos " potong Bima.
" Saya balik ke kantor lagi, masih ada waktu dua jam " pamit nya pada mereka dan Bima langsung keluar menuju mobilnya.
Alex hanya mengangguk.
" Abang kok diam ajah " tanya Thalia.
" Hem "
" Ih Abang nggak jelas banget ".
Obrolan mereka terdengar sampai ke dalam kamar Nora. dia merasa khawatir dengan reaksi anak anaknya Alex. " lebih baik aku di sini saja " Nora kembali duduk di tepi tempat tidur.
Dia melihat pantulan dirinya di cermin. " Kalau aku di beri kesempatan untuk mengubah semua ini. aku akan mengembalikannya ke tempat semula "
" Anora " gumamnya lirih.
Sementara di ruang depan mereka masih melepas rasa kangen. sesekali Thalia mengedarkan pandangannya mencari sosok yang tak ingin di temuinya. bahkan dia sudah tidak pernah menghubungi Anora lagi semenjak dia tahu penyebab Alex ingin berpisah dari Mommy nya.
" Tante Nora ada di dalam kamar " ucap Alex yang mengerti gerak gerik Thalia.
" Em.. iya Dadd. tapi kami tidak mau menemuinya " Thalia menundukkan kepalanya.
" Tidak apa - apa "
" Apa kalian mau makan? Deddy pesan kan ? "
Tanya Alex dengan menyentuh pundak Thalia.
" Tidak Dadd, nanti saja kami makan di hotel " Tolak Thomas.
" Apa kalian tidak menginap disini saja ??" Tanya Alex hati - hati.
" Bagaiman kalau Daddy yang menginap dan tidur di hotel bersama kami ? " tanya Thomas penuh kekesalan.
" Bisa - bisanya Daddy nyuruh aku tidur satu rumah dengan perempuan itu " ucapnya dalam hati.
" Maaf Da... "
Thomas memotong ucapan Alex.
__ADS_1
" Tidak apa Dadd, kami bukan hal yang penting lagi buat Daddy ".
Nyes
Hati Nora begitu mencelos mendengar apa yang di ucapkan Thomas.
Sementara Alex yang berhadapan langsung dengan mereka hanya merasa bersalah pada mereka tanpa ingin mencoba untuk kembali tinggal bersama.
" Mungkin lain waktu Daddy bisa menemani kalian " ucap Alex lagi.
" Tak perlu berjanji apapun Dadd pada kami " timpal Thomas dengan cepat.
Obralan yang tadinya hangat berubah jadi sedikit memanas dan jika di lanjutkan tidak mungkin tidak akan jadi pertengkaran hebat.
Thalia hanya bisa menangis mendengar apa yang Daddy nya katakan.
" Ayo De kita balik " ajak Thomas menarik tangan Thalia yang masih mencoba menghapus airnya yang tak mau berhenti.
" Kalian hati - hati "
" Daddy telpon Bima saja buat menjemput kalian " tawar Alex yang merasa khawatir karena mereka pergi dan akan berkendara dalam keadaan marah dan emosi.
" Daddddd " Teriak Thomas dengan mengepalkan tangannya dan menggantung di udara tepat di hadapan wajah Alex.
" Abang jangan!! " Thalia melarang Thomas untuk menyakiti Daddy nya. memegang tangan dan menurunkannya.
" Seharusnya Deddy yang mengantarkan kami, bukannya Bima "
" Seharusnya Daddy tak menyakiti kami.
" Seharusnya Daddy tak melakukan ini pada Mommy kami.
" Seharusnya Daddy ada bersama kami bukan perempuan sialan, ******, brengsek,hina, mura.... "
" Cukup!! " Alex balik teriak tak terima dengan tuduhan Thomas pada Nora dan membuat panas telinga dan hati nya bersamaan. karena kenyataannya dia lah yang menyebabkan semuanya terjadi, bukan Nora. tapi keegoisan cintanya.
" Aku akan membenci Daddy " ucap Thalia dengan penuh penekanan. dia membawa Thomas untuk pergi dari rumah Daddy nya.
Alex langsung berlari menuju ke kamar nya. Pasti Nora mendengar pertengkaran hebat mereka.
Saat dia masuk, dia melihat Nora sedang terduduk di tepi tempat tidurnya.
Nora melihat Alex mendekatinya dan bersimpuh di hadapannya dengan memegang calon bayi mereka. " kenapa kamu jadi orang lain pada anak - anak mu dan istri mu hanya karena aku?. cinta yang kita miliki sungguh egois ".
" Serra wanita pertama yang membuatmu sanggup untuk berkomitmen, sanggup membawamu jadi seorang ayah dan suami yang berhasil "
" Mereka anak yang kamu harapkan kehadirannya untuk melengkapi kebahagiaan mu bersama Serra "
" Mereka yang pertama memanggilmu Daddy"
" Mereka yang menjadikanmu seorang Daddy"
" Mereka tujuan awal hidup mu "
" Mereka semua menjadikanmu sosok manusia yang paling sempurna "
__ADS_1
Nora sungguh tidak bisa lagi memberikan Alex apa - apa hanya kepahitan dan kepahitan dalam hidupnya.
Alex hanya menatap kedua mata Nora yang sudah mengajak sungai.
" Apa dengan cara aku mati kamu bisa kembali lagi pada keluarga mu ??"
" Ssssssttttttt "
Alex menempelkan jari nya di bibir Nora dan menghapus air matanya.
" Aku akan mati jika kamu mati " ucapnya lebih konyol lagi.
" Cukup jangan lakukan apapun, tetap lah bersama ku, di sisi ku di samping ku samapi kita mati bersama ".
" Apapun yang kamu katakan, yang kamu lakukan. tetap aku tidak akan pernah kembali dimana aku yang dulu berada.
Alex menggendong tubuh Nora dan membaringkan nya di tempat tidur, memeluknya erat, menatapnya penuh cinta dan gairah, mengelus perut buncitnya " Bilang sama Mama, Daddy sangat teramat mencintai nya, sangat ".
Jakarta, Kediaman Alex.
Pagi - pagi Paman Yoda sudah berkunjung. Menjemput Serta untuk meeting bersama Arthur.
Paman Yoda sudah menunggunya di meja makan di temani secangkir kopi yang di buatkan Bi sum.
" Pagi Paman " sapa Serra yang terlihat begitu cantik dengan pakaian formalnya.
" Pagi Serra " balas Paman Yoda meminum kopinya.
" Bi Sum "
" Bi Sum "
Serra memanggil Bi Sum sambil mengoles rotinya pakai selai nanas.
" Iya Nyonya " jawab Bi Sum yang datang dari arah dapur.
" Thomas dan Thalia sudah turun ? " tanya Serra.
" Em .. itu Nyonya Tuan Thomas dan Non Thalia dari semalam belum Pulang " jawab Bi sum khawatir Nyonya nya akan marah.
" Kemana mereka ? mereka nggak ada pamit kemana - mana " Serra menautkan kedua alisnya mencoba mengingat siapa tau ada yang terlupa. sampai - sampai dia mengecek pesan masuk siapa tau ada. tapi memang tidak ada.
" Sudah habiskan dulu sarapannya. tidak enak kalau Arthur dan Riza menunggu kita " Saran Paman Yoda.
" Iya tapi mereka tak per ... "
" Sudah nanti Paman jelaskan " ucap Paman Yoda yang menjeda ucapan Serra.
Setelah sarapan mereka meninggalkan rumah dengan mengunakan mobil Paman Yoda menuju tempat meeting nya.
" Apa yang Paman tau tentang Thomas dan Thalia yang tidak pulang semalam ?" tanya Serra saat lampu merah menyala.
Paman Yoda menatap Serra.
" Mereka ke Surabaya, ke tempat Daddy nya " ucap Paman Yoda santai dan kembali fokus pada jalanan saat lampu hijau yang menyala.
__ADS_1
Serra mengusap wajahnya dan mengalihkan pandangannya pada kaca mobil. Melihat satu orang laki - laki membonceng dua orang perempuan berbeda usia, mungkin mereka suami istri dan anaknya . pemandangan yang membuat matanya perih.
Terima kasih BESTie sudah mampir dan membaca sampai di bab ini. 🙏☺️