Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 36


__ADS_3

Kantor Alex.


Entah sebuah firasat atau memang suatu kebetulan. Serra datang ke kantor Alex tanpa mengabari terlebih dahulu.


Kalau di pikir - pikir, kantor - kantor suaminya. kalaupun suaminya nggak ada pasti karena meeting dengan klien di luar. keseringannya selalu ada di dalam ruangannya. seperti terakhir kali Serra datang. jadi untuk apa dirinya mengabari suaminya bila akan berkunjung.


" Sayang " ucap Serra mendorong pintu.


Sama - sama merasa terkejut, Bima langsung berdiri menghampiri Istri bosnya.


Serra melongo karena Asistennya Alex yang di panggil sayang.


" Selamat Sore Ibu Serra " sapa Bima hormat.


" Iya Bim, Selamat Sore " balas Serra.


" Saya kira ada Alex "


" Iya, Pak Alex lagi ada meeting di luar " ucap Bima meyakinkan.


" Ini saya lagi menunggu Pak Alex, karena masih ada beberapa berkas yang akan saya bawa pulang untuk meeting besok " tambah Bima lagi.


" Baik lah kalau begitu, saya tunggu di rumah saja " Serra meninggalkan ruangan Alex.


" Pak Bos - Pak Bos " ucap Bima sambil memegang dadanya.


Apartemen Alex.


Nora berdiri di depan jendela kaca memandang lurus pada gedung tinggi yang ada di depan apartemennya.


" Cinta " Alex melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Nora.


" Harusnya kita tak memulainya lagi ?"

__ADS_1


" Bisa kah kita seperti Arthur dan Serra ?"


" Tak pantas kita mengkhianati cinta tulus mereka "


" Mencoba lah bertahan "


" Mari kita saling melupakan "


" Aku tak pernah siap untuk kehilangan suami dan anak ku "


Seluruh tubuh Nora bergetar mengingat kejahatan dalam cinta nya pada Arthur.


Begitu banyak kalimat yang Nora ucapkan. Namun seperti tak ada apa - apanya untuk Alex. karena rasa yang begitu kuat yang bersemayam di dalam dadanya.


Nora begitu menahan rasa yang tak seharusnya ada. semuanya masih bisa baik - baik sebelum semuanya terbongkar.


" Mari kita lupakan " ucapnya lagi berderai air mata.


" Mereka akan baik - baik saja "


" Mereka masih bisa untuk bahagia "


" Aku memang begitu egois, ingin memiliki mu dengan utuh "


Alex melihat wajah Nora dari pantulan kaca yang ada di depannya.


Tangannya terulur mengusap setiap air mata yang terus membasahi pipi mulus Nora.


" Mari kita lebih bahagia "


" Mari kita berusaha meyakinkan mereka "


" Mari hidup dengan ku "

__ADS_1


Meski begitu tulus Alex mengucapkan setiap kalimatnya tapi tetap tak ada pembenaran untuk mereka yang seperti ini.


Bahagia yang akan di dapatkan begitu egois dengan mengorbankan kebahagiaan orang - orang yang sangat di sayangi nya dan sudah tentu menyayangi mereka juga.


Alex perlahan membalik tubuh Nora supaya berhadapan dengannya. Alex memeluk Nora yang masih berderai air mata.


" Ayo kita pu - "


" Eemmppp "


Alex menikmati setiap momen kebersamaan mereka.


" Tetaplah disi bersama ku "


Cup


Perlahan mereka menikmati sensasi rasa asin dalam kenikmatan.


Tak sanggup menolak rasa sekaligus raga merekapun melebur dalam kobaran hasrat yang sudah menyesatkan.


" Eugh " nada yang terdengar begitu indah membuat Alex bergerak seirama dan mencari gerakan baru yang bisa mereka eksplor guna menambah kenikmatan di setiap waktu.


Apartemen Arthur.


Ano yang pulang terlebih dahulu tak menemukan sosok yang setiap saat berada di apartemennya. tapi tidak dengan hari ini.


" Ma " Ano menyimpan kunci motor di rak bukunya.


" Mama " Ano mencarinya ke dapur tapi tak terlihat ada sang Mama disana.


" Mama tumben nggak ada, tapi kemana " Ano bertanya - tanya sendiri sambil mengambil ponsel dari dalam tasnya.


Apartemen Alex.

__ADS_1


" Aku harus pulang " gumam Nora mengambil pakaiannya yang berserakan.


" Betapa hina dan kotornya diri ku " tubuh Nora begitu lunglai sampai terduduk di lantai dan menundukkan kepalanya begitu dalam dengan perasaan yang hancur lebur dan penyesalan pun sudah sangat tak berarti apa pun.


__ADS_2