
Jakarta, Kantor Paman Yoda.
Pagi-pagi Mia sudah sampai dikantor tapi dia tidak langsung masuk dan menuju kelantai atas dimana ruangannya berada. dia menunggu Sam dan Leo didekat meja resepsionis sambil memainkan ponsel yang ada ditangnnya.
Ting... ting... ting.. ting...
Beberapa pesan langsung masuk ke ponselnya.
(Sam : "Mia, Leo sudah sampai mana?,aku baru selesai parkir").
(Mia : "Aku sudah sampai dan sedang menunggu kalian di dekat meja resepsionis.
(Sam : "Ok tunggu aku Mi").
(Mia : " Ok. Leo kemana ko nggak nongol nih? ").
(Sam : "Mungkin masih dijalan").
Samuel sudah bertemu dengan Mia dan Sam pun ikut duduk disebelahnya dengan jaket yang tersampir ditangannya.
"Kita nunggu Leo disini atau gimana?"Tanya Sam pada Mia.
"Tunggu saja sepuluh menit. kalau belum ada kita langsung keatas "Jawab Mia dengan melihat layar ponselnya.
"Ngomong - ngomong kenapa kamu tidak bilang sama Ano, tentang siapa yang kamu panggil Pak Macan? "Tanya Sam membahas pesan yang kemarin. sambil menatap kearah wajah Mia.
"Nggak apa-apa Sam, aku nggak mau ajah Ano tau. karena ya nanti aku bisa diledekin sama Ano. kan tau Ano kadang usil ke aku"Jawab Mia,Ya karena sebenarnya Mia tidak ingin jika perasaannya untuk Pak Yoda diketahui oleh teman-teman kampusnya.
Sam mengangguk - anggukan kepalanya,mengerti dengan kekhawatiran Mia. jadi ya biarkan saja itu urusan perempuan.
Sepuluh menit sudah berlalu, kini Mia dan Sam berjalan menuju ke arah lift. tapi keduanya menoleh kebelakang saat nama mereka dipanggil seseorang yang suaranya sudah sangat tidak asing ditelinga mereka.
" Mia "
" Sam "
" Tunggu "
Leo berteriak sambil berlari memanggil nama kedua temannya terlihat sedang berjalan ke arah lift.
__ADS_1
"Tadi aku bangunnnya kesiangan,rebutan kamar mandi dulu deh"Ucap Leo memberikan alasan sebelum salah satu dari mereka bertanya.
" Sudah biasa "Balas keduanya dengan tertawa dan Leo hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Setelah mereka sampai di meja kerja Sam dan Leo. Mia membuka kotak bekalnya. dia makan tanpa menawari kedua teman laki-lakinya.
"Kabarnya Pak Yoda mau cuti gitu beberapa hari. jadi dikantor bisa lebih santai lah kalau nggak ada Pak Yoda" Ucap Leo.
" Kabar dari mana? bisa dipercaya nggak? jangan bohong!" Tanya Sam menimpali.
" Kemarin sebelum pulang Ibu HRD bilang sama temannya ditelpon. Nah aku dibelakangnya Ibu HRD jadi tau. tapi kita liat saja deh benar atau nggaknya nanti"Jawab Leo.
Leo melirik kearah Mia yang tidak terganggu dengan berita yang disampaikannya. kemudian Leo menepuk pelan punggung Mia yang sudah menghabiskan bekal makanannya.
"Kenapa? "Tanya Mia seolah cuek.
" Pak Macan mu itu mau cuti. nanti diruangan nggak ada yang bisa kamu lihat lagi dong. Eh ada deh dua Asistennya Pak Yoda"Ralat Loe dengan tertawa senang.
Sam dan Mia pun ikut tertawa karena menertawakan Leo yang heboh dan geli sendiri.
Surabaya, Kediaman Alex.
"Kak Ano " Teriak Thalia memberi pembelaan untuk Aleysa dengan menarik tubuh Ano menjauh dari bayi yang sedang menangis itu.
" Cup cup cup cup Ale, cup cup sudah jangan menangis! Kak Ano sudah Kakak cubit nih "Thalia mencoba menghentikan tangisanya dan mencubit pelan lengan Ano.
" Oek.. Oek.. " Perlahan tangisannya sudah mulai mereka dengan disusui kembali oleh Nora.
Mereka bertiga ketawa melihat Ale yang sangat menggemaskan.
"Kenapa? Kak Ano nya iseng ya "Tanya Alex pada Aleysa dengan mengecup pipi kemerahannya kemudian mengecup pipi Nora dengan cukup lama.
" Iya Dadd, Kak Ano iseng banget. Ale lagi mimi susu dilepasin Dadd dengan sengaja"Thalia mengadu pada Alex atas apa yang sudah dilakukan Ano pada adiknya.
Alex tertawa mendengar Thalia yang mengadu padanya seraya memeluk Nora dan Ale bersamaan dalam satu dekapan.
"Daddy nggak ke kantor? "Tanya Thalia.
" Ke kantor sayang tapi nanti siang. Daddy mau lanjut meeting yang semalam belum selesai"Jawab Alex memeluk Thalia dan Ano di sisi kanan dan kirinya.
__ADS_1
" Dadd, aku sudah pesan tiket untuk ketempat Opa bersama Kak Ano" Thalia memberitahukannya pada Alex jika dia berdua dengan Ano perginya. saat mereka sudah duduk di ruang tengah bersama-sama.
"Tha, aku kan belum bilang iya untuk ikut bersamamu kesana" Balas Ano.
" Pergilah sayang, Ada Daddy yang akan menjaga Mama dan Ale, iya kan Lex? " Tanya Nora meminta pendapatnya.
" Iya benar apa yang dibilang Mama, Daddy akan menjaganya.Deddy akan kerja dari rumah saja karena sudah ada Bima untuk menghandle pekerjaan dari kantor langsung "Jawab Alex meyakinkan Ano supaya bisa ikut bersama Thalia.
Ano menatap Nora dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun Alex cukup paham dengan apa yang jadi kekhawatiran Ano.
" Papanya Daddy tidak akan menyakitimu atau berbuat hal yang dapat membahayakanmu. kalau itu terjadi Daddy akan selalu melindungimu" Alex membawa Ano kedalam pelukannya sambil mengelus rambutnya.
Nora membawa Aleysa masuk kedalam kamarnya karena sudah tertidur lagi dan terlebih sudah sangat pegal jika terus dalam gendongannya.
" Iya Kak Ano, Opa aku orang yang sangat baik seperti Daddy aku ini "Thalia menambahkan dengan memuji Alex.
Dan merekapun berpelukan sambil tersenyum.
"Cinta, Aleysa nya tidur ya? "Alex menghampiri Nora di sudut kamar yang sedang memasukkan pakaian kotor.
" Iya tuh bobo cantik seperti kedua Kakaknya"Jawab Nora sambil meregangkan kedua tangannya yang terasa sangat pegal.
Melihat Nora seperti itu, Alex meletakkan keranjang pakaian kotornya dilantai dekat pintu kamar mandi lalu membawa Nora duduk diatas tempat tidur dan langsung memijat bagian pundak, leher dan punggung Nora dengan kedua tangannya.
" Begini sudah lebih baik belum? "Tanya Alex dengan kedua tangannya yang masih memijat.
" Sudah sangat lebih baik sekarang karena pijatan kedua tangan kekarmu"Puji Nora dan mencium punggung tangan Alex dengan tatapan mata yang saling mengunci.
"Terima kasih sudah bertahan dan bersamaku selama ini dan sampai kematian datang pada kita"Alex mengecup balik kedua tangan Nora dengan lembut.
" Terima kasih juga sudah sangat mencintaiku dan Aleysa serta anak-anak kita"Nora memeluk tubuh kekar Alex dengan kedua tangannya,begitu pun dengan Alex membalas pelukan Nora dengan tidak kalah erat juga sembari menciumi pucuk kepala Nora yang tanpa rambut.
Meninggalkan keromantisan Alex dan Nora. kini didalam sebuah kamar, Thalia dan Anora sedang mempersiapkan apa saja yang akan dibawanya ketempat Opa.
"Tha, Opa mu memang tinggal dimana? "Tanya Ano serius.
" Malaysia "Jawab Thalia singkat.
Ano bengong untuk sesaat karena negara yang baru saja Thalia sebut menjadi tempat tinggal Arthur sekarang.
__ADS_1
" Malaysia Tha? "Ano menegaskan kembali tujuan mereka nanti tidak keliru. karena jika saja benar maka Ano akan sekalian mengunjungi Papanya disana dengan berbekal alamat yang pernah dikirim Arthur padanya.