
Jakarta, Kantor Paman Yoda.
" Mia " panggil Ano berlari melihat Mia yang akan menaiki lift khusus karyawan.
Ano menoleh ke belakang " Ayo buruan " serunya pada Ano.
Beberapa saat Mereka sudah sampai di meja kerja Mia dan langsung mendaratkan bokongnya di atas kursi.
" Kamu sudah sarapan belum ?" tanya Ano mengeluarkan kotak makannya.
" Sudah " Ucap Mia mengeluarkan botol minum air putihnya.
" Ya sudah aku masukkan lagi "
" Selamat Pagi Pak " ucap keduanya langsung berdiri saat mengetahui Bos akan melewati mereka.
" Selamat pagi " Paman Yoda berhenti di hadapan keduanya.
" Anora masuk keruangan sekarang! "perintah Paman Yoda dan melangkahkan lagi kakinya menuju ruangannya.
" Masa Iya pagi - pagi kamu udah mau di kasih kerjaan. yang benar saja " gerutu Mia. padahal yang di suruh masuk ruangan bukan dirinya.
" Entah lah " sambil mengangkat bahunya tinggi - tingginya dan membawa tasnya.
Pintu ruangan Paman Yoda sedikit terbuka.
" Ketuk, langsung masuk, ketuk langsung masuk " batinnya Ano bingung melihat pintu yang hanya terbuka sedikit.
" Masuk !!" Ucap Paman Yoda dan menutup pintunya.
Huffh ... Ano menarik nafas dalam - dalam sambil berjalan ke arah mejanya.
" Mana bekal makannya "
__ADS_1
" Hah, bekal makanan apa Pak ?? "
" Sini tas kamu mana ?? Paman Yoda menarik Tas yang masih di pegang Ano.
" Eh.. eh sebentar Pak " Ucap Ano membuka tas dan memberikan bekal makanannya pada Paman Yoda.
Paman Yoda membawa kotak Makananya lalu duduk di kursi kebesarannya. Kemudian membuka kotaknya, hanya ada roti panggang selai kacang dan coklat. tanpa menawari atau mengajak Ano makan dia langsung melahap roti yang sudah di tangannya.
Masih dengan aktivitas yang sama tapi di kantor yang berbeda. Arthur dan Riza sedang meminum teh manis dan semangkuk bubur ayam.
Mereka duduk menghadap layar monitor masing - masing dan banyak tumpukan dokumen.
" Besok kita ada meeting dengan teamnya Pak Yoda. sekarang di tambah Serra dan Thomas "
" Iya, kita persiapkan dan mempelajari materinya "
" Aku dengar juga Serra akan membuka beberapa butik lagi dalam bulan - bulan ini "
" Bagus lah "
Surabaya, Kediaman Alex.
Mereka menikmati momen pertama setelah beberapa bulan ke belakang penuh dengan drama dan air mata.
" Apa Ano sering kesini ?" tanya Nora yang masih memeluk tubuh polos Alex.
" Kalau lagi libur kantor Ano mengunjungi mu"
Jawab Alex mengelus Sepanjang lengah Nora.
" Bagaimana kita menikah, aku tak sengaja melihatnya dilayar ponsel mu ??? "
Alex menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutup - tutupi termasuk Serra.
__ADS_1
" Jadi aku istri ke dua mu " tanya Nora lirih.
" Aku tak pernah berniat menjadikan mu yang kedua.hanya saja untuk saat ini itu keadaanya".
Hening
Hening
" Apa boleh aku menemui mas Arthur ???" tanya Nora mendongak kan kepalanya menatap wajah Alex.
" Aku akan atur waktu supaya kau bisa bertemu dengan Arthur " Jawab Alex langsung ******* bibir yang ada di bawahnya.
" Aku sangat mencintai mu, sangat " ucap Alex mengendus bagian ternikmat dari tubuh Nora.
" Akh... udah jangan lagi. Geli ..." Alex memulai lagi kegiatan yang sangat di gilainya itu terlebih bersama Nora.
Tok
Tok
Tok
" Kemana si Bos, mobilnya ada " gerutu Bima karena sudah mengetuk pintu tapi belum ada yang membukanya.
" Aku telpon kali ya " Guman Bima menimang-nimang ponselnya.
Ceklek
Terdengar pintu ada yang buka dari dalam. Terlihat Alex tampak segar dengan rambut basahnya.
" Bim "
Alex melihat ke belakang tubuh Bima ada mobil yang sudah terparkir di sebelah mobilnya.
__ADS_1
Tampaklah kedua anaknya turun dari mobil bersamaan dan berlari menghambur ke arahnya.