
Butik Serra.
Tok
Tok
" Masuk !! " Serra menyuruh masuk pada seseorang yang sudah mengetuk pintunya.
" Permisi, Ibu manggil saya " tanya salah satu pegawainya yang berada di hadapan Serra.
" Duduk, Win !!! " Perintah Serra tegas.
" Terima kasih Bu " ucap pegawai yang di panggil Win itu.
Windy merupakan orang kepercayaan Serra. yang sudah bekerja dari awal butik Serra di bangun. Windy membantu mengurus Butik bila Serra tidak datang berkerja. Serra sangat bisa mengandalkan nya.
" Tolong kamu cek beberapa gambar - gambar ini!! " Kira - kira untuk masuk di butik bisa nggak ?"
" Kalau di liat dari gambarnya bagus Bu, tapi kita harus tau pasti dulu untuk bahan nya seperti apa "
" Apa perlu saya buatkan janji dengan pihak mereka. supaya Ibu bisa melihat langsung produksi nya ?".
" Boleh , kamu atur saja ya , nanti info lagi ke saya "
" Baik Bu "
" Saya mau ke kantor Alex, seperti biasa titip butik "
" Baik Bu, Hati - hati "
__ADS_1
Serra keluar meninggalkan butik sudah hampir jam makan siang.
" Sekalian ajah deh aku bawakan makan siang " gumam. Serra sambil memasuki mobilnya.
Kantor Alex.
" Selamat siang, Ibu Serra " sapa resepsionis dengan ramah.
Sudah sangat tentu semua pegawai yang bekerja di perusahaan Alex mengetahui siapa Serra.
Setiap pasang mata yang melihat Serra, mereka akan menyapanya. atau bahkan hanya sekedar mengagumi kecantikan dan keramahan Serra.
Serra sudah berada di depan ruangan kerja Alex. Dia sengaja tidak memberitahukan kedatangannya. Bahkan dia meminta pada sekertaris Alex untuk tidak memberitahunya tidak membuatkannya minuman atau makanan karena dia sudah membawanya.
Serra meyakini pintunya tidak dikunci, makanya dia langsung masuk mendorong pintunya.
" Sayang " ucap Serra dengan Manja. dan meletakkan bungkusannya di atas meja depan Sofa.
" Sa - yang " ucap Alex sedikit gugup. bagaiman pun membuat tak aman kerja jantungnya.
Dengan cepat Alex menutup layar ponsel dan meletakkannya di dalam laci meja kerja nya.
Baru Alex bisa sedikit bernafas Lega
" Ko tumben nggak kasih kabar kalau mau kesini " Alex membawa Serra duduk di atas meja kerjanya.
" Kejutan " Serra mengalungkan kedua tangannya di leher Alex.
" Aku membawakan makan siang untuk kita " Tangan Serra sudah berpindah ke bawah perut Alex "
__ADS_1
" Ayo kita makan " Alex menggendong tubuh Serra dan membawanya ke dalam kamar yang di ruang kerjanya.
" Makan kamu " ucap Alex melemparkan tubuh Nora di kasur yang empuknya.
" AW "
" Kenapa ?? "
" Enak "
" Lagi ? "
" Mau "
Setelah dua jam berlalu,
Serra sudah kembali rapi dengan pakaiannya. begitu juga dengan Alex yang baru selesai keluar dari kamar mandi dan langsung mengambil pakaian yang sudah disiapkan Serra.
Alex menyimpan beberapa pakaian kerjanya di kantor. untuk memudahkan bila ada yang terjadi dengan pakaiannya. seperti sore ini. di kemeja yang di pakainya sudah terdapat begitu banyak noda listrik yang pasti sudah bisa dipastikan kalau itu pelakunya Serra.
" Ayo makan sayang, Aku laper " ajak Serra menarik lengan Alex yang sudah terlihat sangat rapi.
" Ayo sayang "
Keduanya pun makan siang dengan lahapnya. Apalagi Serra yang sangat terlihat sungguh sangat lapar. karena sudah di gempur Alex habis - habisan.
" Pelan - pelan sayang makannya " ucap Alex memperingati Serra supaya tidak tersedak.
" Sangat lapar, sangat sayang " akunya Serra.
__ADS_1
Setalah selesai makan, mereka langsung pulang karena sebentar lagi jam nya pulang kerja. Alex menyerahkan sedikit pekerjaan pada Bima. dan membuat Bima harus sedikit lebih lama tinggal di kantor.
" Hadeuh " ucap Bima sedikit menggerutu sambil menggaruk lehernya padahal tidak terasa gatal sama sekali. hanya untuk mengekspresikan dirinya saja dan tetap melanjutkan pekerjaan yang ditinggalkan Alex.