Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 73


__ADS_3

Deg


Alex merasakan seperti ada batu besar yang menghimpit hatinya. hingga berasa begitu sesak saat mendengar permintaan dan perkataan Thalia yang begitu mengiba pada Thomas ketika dia akan menghampiri keduanya. Alex memegang dadanya yang tiba-tiba terasa bergemuruh" Thalia " Batinnya.


" Baik, akan Abang lakukan mu De. Tapi Abang mohon jangan menangis" Pinta Thomas sambil menghapus air mata yang sudah melewati pipi Thalia.


Thomas memeluk Thalia dan mengusap punggungnya. memberikan rasa aman dan nyaman serta ada sosok lain yang akan melindunginya selain Daddy nya, Alex.


" Abang mau makan apa langsung mandi ?" Tanya Thalia melepaskan diri dari pelukan Thomas.


" Mandi ajah dulu De " Jawab Thomas membuka jas yang sedari tadi masih melekat di tubuhnya dan di pegang tangannya.


" Apa mau aku bawakan makananya ke dalam kamar Abang ?" Tanya Thalia lagi mencoba untuk kesekian kalinya supaya bisa memasuki kamar Thomas.


" Tidak De terima kasih, nanti Abang turun lagi dan bergabung dengan kalian " Tolak Thomas halus.


" Iya Bang " Balas Thalia kembali duduk di kursi.


Alex melihat interaksi langsung kedua anaknya begitu hangat. melihat Thomas sebagai Abang bisa menjadi pelindung dan penjaga yang baik untuk Thalia. dan selalu bisa membuat hati Thalia senang dan tenaga.


Thalia yang belum mengetahui kehadiran Alex di dekatnya. dia menghapus air matanya lagi yang tiba - tiba sudah mengalir terus dari kedua matanya.


" Daddy, aku sangat menyayangi mu "


" Aku juga menyayangi Mommy "


Guman Thalia lirih yang masih bisa di dengar oleh Alex.


Dengan langkah cepatnya Alex sudah berada di hadapan Thalia dan langsung menarik tubuh Thalia yang imut dalam pelukannya.

__ADS_1


" Daddy juga sangat menyayangimu dan Thomas serta Mommy. tapi maaf kan Daddy tidak bersama Mommy lagi " Ucap Alex menyakiti hati Thalia lagi, tapi dia tidak ingin berbohong atau memberikan harapan apapun pada hubungannya dengan Serra pada Thalia.


Thalia menggelengkan kepalanya di dalam pelukan Alex dan terus memeluknya erat. setelah di rasa sudah tidak keluar lagi air matanya Thalia melonggarkan pelukannya dari Alex dan menatap intens wajah yang sudah tidak muda lagi.


" Tidak apa - apa Dadd, tapi Thalia mohon sama Daddy selalu bisa ada luangkan waktu untuk ku dan Abang " Ucap Thalia mencoba berdamai dengan keadaan Alex yang sekarang yang tidak lagi seutuhnya milik dirinya dan Thomas.


" Pasti sayang, Daddy pasti akan berikan waktu Daddy untuk kalian. Tapi tentunya kalian juga tau. Daddy tidak akan memaksa kalian untuk bisa menerima Tante Nora. tapi setidaknya kalian tidak menyakiti hatinya. karena Tante Nora begitu baik orangnya " Balas Alex panjang lebar.


Thalia melihat pada kedua mata Alex ada begitu banyak dan besar pancaran cinta dan kasih sayang Daddy nya untuk perempuan yang baru saja di sebutkan namanya.


Thalia hanya mengangguk mengiyakan dan memeluk Alex lagi.


Kantor Paman Yoda.


Tiga hari sudah berlalu. Hari ini magang terakhir Anora di perusahaan milik Paman Yoda. Ketiga teman kampusnya menerima untuk perpanjangan waktu magang mereka. tapi tidak dengannya. dia ingin lebih bisa mengunjungi Nora di rumah tahanan Surabaya.


Setelah jam Makan siang, dia mulai menyicil membereskan beberapa barang - batangnya kedalam kardus kecil. Agar tidak memakan waktu saat nanti jam pulang kerja.


Ano berdiri dan memiringkan badannya menatap wajah yang sudah muda lagi tapi masih terlihat tampan diusianya.


" Malah bengong " Ucap Paman Yoda mengusap salah satu pipi Ano.


" Iya Paman Yoda, maaf saya tidak bisa melanjutkan magang lagi. karena ada hal lain yang tidak bisa saya tinggalkan " Ucap Ano jujur karena sekarang Nora sudah menjadi prioritas utamanya.


" Hal lain itu apa ? Tanya Paman Yoda mengangkat tangannya lagi dan perlahan membelai pipi mulus Ano yang bersemu agak kemerahan karena memakai blush on.


" Em itu Paman Anu " Jawab Ano gugup karena. sentuhan yang begitu lembut dan jarak keduanya yang begitu sangat dekat. sehingga mereka bisa saling merasakan hembusan nafas masing - majang.


" Itu Apa ? " Paman Yoda mengulang lagi pertanyaannya dengan menyentuhkan Ibu jari nya pada bibir merah Ano.

__ADS_1


" Bicaralah !" Ucapnya lagi dengan bibir yang sudah berada dekat dengan bibir Ano.


Ano tak kuasa menahan rasa, dia memejamkan matanya beberapa detik untuk menikmati setiap sentuhan yang di berikan Paman Yoda.


Namun kemudian tersadar, dan langsung membuka kedua matanya. tapi sayang pemagangan yang di depannya sungguh sangat menggoda ingin merasakan sentuhan dari bibir Paman Yoda.


Dia menggelengkan kepalanya, tidak boleh berpikir seperti itu.


" Apa yang kamu pikirkan sampai kamu menggelengkan kepalamu ? berkata tidak untuk apa? apa untuk ini? " Tanya Paman Yoda yang sudah mendaratkan bibirnya pada bibir Ano.


Hanya sebuah kecupan singkat, karena Paman Yoda sudah melepaskan bibirnya dari bibir Ano. Namun saat melihat melihat Ano dengan bibirnya yang masih terbuka dan mata yang membulat. membuat jiwa lelakinya bangkit dengan saat cepat. dan senjata andalannya sudah sangat merespon dengan cepat.


Paman Yoda mencium bibir Ano lagi dengan lebih lembut dan berirama. perlahan Ano memejamkan matanya kembali merasakan sesuatu yang baru yang membakar gairah dalam dirinya.


" Eugh " Suara lenguhan Ano di sela - sela ciuman mereka. ciuman yang membuatnya lupa diri sampai kedua tangan Paman Yoda sudah berada di bagian bokong Ano dan meremasnya dengan sangat kuat sehingga membuatnya terangkat ke atas meja kerjanya tanpa melepaskan ciuman mereka.


Tangan Ano yang berada di dada Paman Yoda di tariknya dan di letakkan melingkar di lehernya untuk memperdalam ciuman mereka.


Paman Yoda melepaskan ciumannya saat merasakan tangan Ano yang memukul - mukul dada bidangnya. itu berarti Ano sudah kehabisan nafasnya.


" Maaf " Ucap Paman Yoda sembari mengusap bibir Ano yang basah karena saliva nya.


" Ini pertama untuk mu?" Tanyanya lagi dengan tangan yang sudah berada di punggung dan mengelusnya lembut.


Ano hanya menganggukkan kepalanya pelan dan saling menatap kedalam matanya masing-masing menyelami perasaan yang mulai tumbuh di hati Ano.


Dan sudah merasakan lagi api gairahnya menyala saat tangan kekar Paman Yoda sudah menyentuh langsung kulit halus punggungnya.


Ano menggerakkan badannya seperti cacing yang kepanasan akibat sentuhan tangan Paman Yoda pada kulitnya dan perlahan menjelajah setiap inci kulit halus Ano dari dalam pakaiannya. sampai lah kedua tangan kekar itu mendaki di kedua gunung Kelud nya.

__ADS_1


Nora seperti terhipnotis oleh kedua tangan kekar yang ada di atas dua gunungnya. tanpa melakukan penolakan atau perlawanan apapun.


" Eugh " Nora melenguh lagi saat menerima remasan demi remasan di kedua dadanya Dengan mata masih saling beradu pandang.


__ADS_2