
" Iya Opa " Alex menirukan suara anak kecil dengan lucu.
Nora dan Alex ikut bergabung duduk bersama Mama Ina dan Opa.
Sedangkan Serra dan Thomas sedang berada didalam kamar Thalia. sesuai dengan apa yang dikatakan Thomas,mereka akan menanyakan kejelasan hubungannya dengan Paman Yoda.
Thomas sengaja meminta pada pelayan untuk membawa sarapan mereka kedalam kamar Thalia.
Setelah semua makanannya tersaji dibalkon,Mereka bertiga bersiap untuk mulai menyantapnya.
" Selamat makan Mommy dan Abang"Thalia langsung memasukan suapan pertamanya.
" Selamat makan sayang "
" Selamat makan Kakak Tha "
Dan mereka pun mulai melahap makanannya.
" Mom, aku sudah mengaudit semua butik Mommy.untung saja Mba Windy bisa di ajak kerja sama Mom.sehingga memudahkan pekerjaa aku"
" Iya Thom, Windy memang sangat bisa diandalkan.makanya Mommy beruntung mempunyai pegawai yang pintar, cerdas, jujur dan bertanggung jawab. Mommy selalu mendapatkan laporan perdua minggu,dengan penjualan butik yang selalu memuaskan. dan dia cantik juga kan?"
" Iya Mba Windy cantik Mom"
" Pacarin ajah Bang?"Thalia ikut menyambar.
" Iya Thom boleh juga tuh,kamu belum punya pacarkan? apa sudah punya tapi Mommy nggak tau nih"
" Belum ada Mom "
Thomas menyelesaikan sarapannya. kini dia mengisi piringnya dengan potongan buah.
" Mom, kami berdua ingin bertanya pada Mommy. tapi Mommy jangan marah pada kami ya Mom, dengan berpikiran kami kepolah, ikut campurlah atau apapun itu. tapi buat aku dan Abang kebahagiaan Mommy diatas segalanya Mom"
"Apa yang ingin Kakak Tha dan Abang Thom tau dari Mommy?"
__ADS_1
" Yang pasti hubungan Mommy dan Paman Yoda,Mom"
Serra menatap kedua anaknya dengan intens sambil membawa tangan mereka dalam genggaman kedua tangannya.
" Mommy akan mencoba berusaha selama satu bulan ini untuk membuat Paman Yoda menerima dan mencintai Mommy. jka dalam kurun waktu tersebut Paman Yoda belum juga mencintai Mommy, maka Mommy akan pergi dari kehidupan Paman Yoda tanpa huru hara"Jawab Serra tetap menyembunyikan alasan yang sebenarnya. karena dia tidak ingin kedua anaknya berpikir jika Paman Yoda mengambil kesempatan dari Mommynya.
" Trus Mommy akan meninggalkan aku dan Abang Mom?"
" Mommy akan memasrahkan pada kalian, jika ikut sama Mommy ayo.jika tidak pun tidak masalah. karena Mommy melihat Mama Nora sangat menyayangimu dengan tulus.
" Mama Nora Tha "
" Iya Bang, aku menyayangi Mama Nora karena Kak Ano dan Alesya serta Daddy juga. Daddy begitu mencintai Mama Nora. dan Mama Nora sebenarnya setiap saat, detik, waktu selalu merasa bersalah pada kita semua. tapi Daddy yang selalu melarang Mama Nora untuk terus menyalahkan dirinya sendiri"
" Tetap Bang sayang aku ke Mommy lebih besar tapi aku sayang pada keduanya"
Thomas hanya diam tidak ingin berpendapat apapun karena memang Nora sangat baik. hanya Daddy nya saja yang terus mepet dan maksa Nora untuk tetap bersamanya.
" Abang ikut saja Mom apa yang akan Mommy tentukan dalam waktu satu bulan lagi. dan aku berharap Paman bisa dengan cepat menerima dan mencintai Mommy dengan tulus tanpa ada bayang Anora diantara kalian"
Mereka masih menikmati makanannya yang terasa lebih enak dan lezat pagi ini. karena mereka makan bersama orang terkasih dan orang tersayangnya.
Satu minggu telah berlalu.
Alex,Nora,Thomas dan Aleysa benar-benar sudah meninggalkan Mama Ina, Opa, Serra, Thalia dan Paman Yoda.
Alex sudah memenuhi janjinya pada Thalia.kini dia sudah tidak ada alasan untuk tetap tinggal bersama Mama Ina dan Opa karena memang pekerjaannya ada di Indonesia, Surabaya.
Begitu juga dengan Thomas tidak bisa meninggalkan pekerjaan dan proyek-proyek yang sudah berada didepannya yang mengharuskan kembali ke Jakarta, Indoneisa.
Sementara Thalia ingin menemani Mommynya dalam masa penantiannya terhadap Paman Yoda. dan apapun nanti hasilnya dia pasrahkan pada Mommynya. dia ingin menikmati kebersaman mereka disisa waktu Mommynya tinggal bersama mereka. karena jika perasaan cinta itu tidak kunjung datang. Mommynya akan pergi ketempat dimana orang tidak ada yang mengenalinya.
Waktu terus berjalan, detik berganti menit lalu berganti jam kemudian berganti hari terus berganti minggu. Kini tidak terasa sudah satu bulan penantian Serra pada kepastian cintanya Paman Yoda itu yang diketahui Thalia. tapi pada kenyataannya Serra tidak menunjukkan kalau dirinya akan atau sedang berbadan dua.
" Mungkin aku memang harus pergi, tempatku bukan disini. karena bagaimanapun mereka mantan mertuaku. kamu yang aku harapkan hadir dalam rahimpun tidak akan pernah datang"
__ADS_1
" Baiklah aku sudah harus berkemaas untuk membawa semua barang keperluanku"Ucapnya lagi sambil memejamkan kedua matanya. untuk mengurangi kesedihannya.
Dan Serra pun mulai berkemas memasukkan barang dan pakaiannya kedalam koper yang berukuran besar.
" Mommy " Thalia memeluk erat tubuh Serra dari belakang. menumpahkan air matanya dipunggung Serra. karena sebentar lagi dia akan berpisah dengan Serra untuk sementara waktu.
" Tha, Mommy baik-baik saja sayang. tidak perlu khawatir pada Mommy. Mommy akan selalu mengabari kamu tapi tidak janji setiap hari. kamu juga harus baik-baik tinggal sama Daddy dan Mama ya"
Serra melepaskan pelukan Thalia dari punggungnya. Kemudian membawanya dalam dekapan hangat seorang Serra yang sudah melahirkan dan membesarkannya penuh cinta dan kasih sayang.
" Mommy akan menyelesaikan urusan Mommy terlebih dahulu dengan Paman Yoda. setelah itu kita berangkat kebandara".
" Mommy nanti sekalian jalan pamitan sama Mama Ina dan Opanya. jika kamu sebaiknya sekarang saja berpamitan dengan mereka"
" Iya Mom " Thalia menghapus air matanya.
Serra dan Thalia keluar dari dalam kamar bersamaan. jika Serra menuju kamar Paman Yoda, lain halnya dengan Thalia yang mencari keberadaan Mama Ina dan Opanya.
Tok
" Paman " Serra mengetuk pintu sambari memanggil Paman Yoda dari luar.
Cklek
Paman Yoda membuka pintunya dari dalam dan mempersilahkan Serra untuk masuk.
" Kemarilah! "Paman Yoda menarik tangan Serra dan membawa dalam pelukanya.
" Paman, aku tidak hamil. jadi aku akan menepati janjiku untuk pergi dari hidup Paman dan semuanya"Ucap Serra yang masih berada dalam pelukan Paman Yoda.
" Terima kasih Paman sudah menjadi bagian terindah dalam hidup aku selama ini. Terima kasih atas kesempatan keduanya. Terima kasih atas waktu dan tenaganya selama ini. Terima kasih Paman"Serra membalas pelukan Paman Yoda pada tubuhnya.
Mereka berpelukan untuk beberapa saat sebagai salam perpisahan keduanya.
" Jaga diri Paman baik-baik " Serra melerai pelukkannya.
__ADS_1
" Dari tadi kamu yang berbicara sekarang giliranku untuk berbicara. Kamu tidak ingin tau apa yang aku rasakan padamu setelah kita melewati satu bulan ini?"