Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Exp2


__ADS_3

" Kalian rupanya disini? kenapa kalian seperti habis menangis? apa yang kalian tangisi?"Tanya Arthur memberondong mereka berdua dengan banyak pertanyaan.


" Tidak Pa, aku menangis bahagia kali ini"Jawab Ano merangkul Anya.


" Ayo keluar ada yang ingin Papa bicarakan denganmu? "


" Disini saja, biar aku yang pergi!".


" Kenapa kamu harus pergi?, kita berdua yang akan bicara dengan Ano".Arthur menggenggan tangan Anya.


" Baiklah kita ke ruang keluarga saja"Ajak Ano.


Mereka bertiga jalan beeiringan dan memposisikan diri mereka duduk di atas kursi kayu.


" Apa yang ingin Papa bicrakan dengan ku? "


" Tadinya Papa hanya dua tahun saja untuk tinggal disini, tapi rupanya Papa menemukan kebahagiaan dengan wanita yang berada disamping Papa. Kamu boleh untuk tinggal disini bersaam kami atau dengan Mamamu disana. Papa tidak akan melarangmu. Daddy Alex juga selalu memantau perkembangan mu selama ini. tidak ada salahnya kamu mengunjingi mereka. tapi sebelum kamu kesana, Papa akan meminta wanita disamping Papa untuk bisa menemani Papa sampai tua nanti, dan hanya maut yang akan misahkan".


Arthur menjeda ucapannya, melihat kearah wajah Anya yang tersipu malu.


" Jika kamu mengizinkan pria tua ini menikahi mu, makanya aku akan memintanya langsung pada keluargamu. Bagaimana? ".


" Aku mau menerima mu "Jawab Anya dengan malu-malu.


" Yeyyy Papa diterima Kak Anya, Terima kasih Kak"Ucap Ano memeluk keduanya bersamaan.


" Baiklah, nanti malam aku dan Anora akan datang ke rumah untuk berbicara pada Mr. Smith.


.


.


Surabaya, Kediaman Alex.

__ADS_1


Nora yang sudah hamil besarpun sudah tidak sanggup untuk berjalan terlalu cepat dan jauh.Kelahiran putra ketiganya akan di lakukan satu minggu lagi melalui operasi sesar. Untuk kehamilan Nora yang kedua dari perkawinannya dengan Alex, Janinnya tidak mengalami perkembangan apapun, sehingga Dokter memintanya untuk menggugurkanya karena jika tidak akan membahayakan Nora juga.


" Dadd, aku sudah capek. sudah jalannya".


" Oya Cinta, Ayo kita duduk dulu sini ".


Ya, Alex sedang menemani Nora berjalan mengelilingi taman depan rumah yang lumayan sangat luas. sempai nafas Nora tersengal-sengal.


" Dadd, Kakak Tha jadi bawa Ale jalan ke Mall?. Daddy tidak khawatir pada kedua anak gadis Daddy?"Tanya Nora memasang wajah cemberut karena sebenarnya Dia tidak ingin ditinggal di rumah berdua dengan Alex. karena pasti Alex akan memanfaatkan kesempatan untuk selalu bisa membawanya terbang keatas langit ketujuh.


" Jadi, Karena Daddy meminta Bima untuk menemani mereka, Cinta".


" Kenapa harus Bima Dadd?, kenapa bukan kita saja Dadd yang menemani mereka?".


" Biar saja mereka jalan. Dan kita membuat lancar jalan calon anak kita".


" Dadd, aku kan melahirkannya dengan sesar. jadi tidak ada nama nya jalan lancar" Ucap Nora kesal karena sudah tahu ujungnya mau kemana.


Alex tertawa geli mendengar apa yang dikatakan oleh Nora. Entah kenapa kebutuhan *** nya beberapa bulan ini meningkat sangat tajam. seolah tidak peduli dengan kondisi Nora yang lagi berbadan dua.


" Dadd "


" Hem "


" Thalia dan Bima bagaimana? apa Daddy sudah bertanya lagi pada Bima? Seperti yang sudah Daddy bilang. jika memang Bima masih suka sama Anora, mending dikatakan saja pada Thalia. karena jujur Aku takut mereka berada dalam lingkaran yang saling menyakiti. Mereka kedua anak ku Dadd, Anora bahkan sudah terlebih dahulu merasakan sakit hati yang sangat luar biasa, sampai Dia harus menjauh dari kita selama dua tahun ini. aku tidak ingin jika sekarang Thalia yang merasakannya Dadd. apa lagi mereka Kakak Adik, Daddy harus tegas pada Bima. Karena sekarang Bima mempunyai peluang mendekati Anora karena Paman Yoda sudah bahagia bersama Serra"Nora mengeluarkan isi kepalanya pada Alex.


Nora sudah ingin hidup tenang tanpa ada yang menyakiti atau tersakiti lagi. Dia ingin memutus mata rantai itu. meski tanpa Nora sadari, itu lah siklus kehidupan. kalau tidak bahagia, ya sedang bersedih. kalau sedang diatas, pasti tidak dibawah. semuanya Dia salahkan pada dirinya sendiri, jika semua menderita.


" Iya Cinta, nanti Daddy akan berbicara pada Bima. dan sepertinya Thalia sangat serius terhadap Bima. Dan tentunya Daddy juga tidak ingin melihat mereka saling menyakiti, seperti yang Cinta katakan tadi ".


" Iya Dadd, jangan lupa harus berbicara Bima sebelum melangkah terlalu jauh. kejadian pada Anora kita harus jadikan pelajaran Dadd, jangan smapai terulang lag".


" Iya Cinta ku, hidupku, matiku, jiwa ragaku.sekarang kamu minum dulu susunya"Alex menyodorkan botol berisi susu pada Nora.

__ADS_1


Sementara itu, Thalia dan Bima sedang berada di salah satu Mall yang selalu ramai dengan pengunjung bersama si kecil Ale. Mungkin lebih tepatnya mereka sedang menjadi pengasuh dadakan untuk Ale.


Bima yang diminta secara langsung oleh Alex sang Bos untuk menemani kedua anaknya, sungguh tidak bisa menolak dibuatnya.


Bima begitu sulit untuk Menerima kehadiran Thalia, yang bisa dikatakan mendekati sempurna untuk seorang wanita. tapi tidak tahu kenapa? karena sampai saat ini masih ada nama Anora didalam hatinya.


Thalia meminta Bima untuk membawanya ke tempat pusat permainan yang berada didalam Mall. kini Ale sedang mencoba beberapa wahana permainan yang sesuai dengan usianya setelah Bima melakukan pembelian tiket untuk dua orang saja.


" Bim, kamu tidak ikut masuk?".


" Tidak Nona, saya disini saja. Biar saya leluasa untuk mengawasi anda dan Nona kecil".


" Baiklah Bim, kamu mungkin bisa sambil makan. karena pasti kami akan lama ".


" Iya Nona tidak maslah. saja bisa menjaga diri saya, jangan khawatir".


Entah kenapa Thalia merasa ada tembok yang sangat tebal sehingga susah untuk ditembusnya. sudah dua tahun ini Thalia selalu mencari cara untuk menarik perhatian Bima. tapi selalu saja tidak Bisa. Sampai Thalia minta bantuan pada Daddy nya pun tetap sama. tapi apa yang tidak diketahuinya tentang Bima.


Thalia menarik nafasnya dalam dan meninggalkan Bima di area tunggu diwahana permainan tersebut.


" Ale sayang hati-hati, jangan terlalu tinggi melomatnya!".


" Tata ini, tata ini "Celoteh Ale sambil meminta Thalia mendekat kerahnya.


" Apa Ale sayang?"Thalia mensejajarkan dirinya dengan Ale


" Itu, itu Tata, itu".Ale menunjuk wahana mandi bola yang berada tidak jauh dari tempatnya.


" Ale mau mandi bola disana? ".


" Yeee... mau Tata ".


Ale begitu senang, saat ditawari mandi bola karena memang itu yang diinginkannya sekarang.

__ADS_1


Thalia menuntun Ale berjalan kearah kolam mandi bola dan ikut masuk kedalam sana.


Interaksi keduanya tidak lepas dari pengamatan Bima sedari tadi. meski terlihat ceuk atau bahkan tidak peduli tapi Bima salah satu Asisten yang sangat bertanggung jawab dan bisa diandalkan untuk segala hal.


__ADS_2