Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 21


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Surabaya, Kediaman Arthur.


Pengiriman barang untuk pengisian restoran Paman Yoda akan di lakukan sore ini.


Riza sudah mengecek semuanya. baik dari kondisi barang atau jenis barang dan kuantiti barang yang akan di kirimkan.


Jasa ekspedisi yang digunakan pun sangat aman untuk barang - barang mereka.


Karena menganut sistem Pelanggan adalah Raja. Maka Arthur memprioritaskan itu.


Ya, Arthur sekeluarga agak sedikit memaksa, walaupun sungguh sangat tak enak hati pada keluarga Alex. untuk pulang ke Surabaya pada sore harinya.


Dengan berat hati juga Alex dan Serra tidak menahannya lebih lama. karena Alex paham dengan pekerjaan Arthur.


Profesionalisme Arthur dalam menjalankan usahanya sudah tidak perlu di ragukan lagi.


Makanya Alex menghargai itu meski pun sebenarnya berat untuk membiarkan mereka pulang dalam waktu cepat.


Bahkan keluarga Alex berharap Arthur dan Nora akan memindahkan usahanya di sini. biar lebih dekat dengan mereka.


Tapi itu semua masih di pertimbangkan oleh Arthur dan Nora tentunya.


" Nora, Aku dan Riza akan berangkat ke Jakarta lagi. aku akan memastikan langsung barang - barang kita akan sampai dengan aman di sana. agar nama baik Nora's Furnitur tetap terjaga " ucap Arthur panjang lebar dan duduk di sofa yang ada di kamarnya.


" Iya Mas, pergi lah. hati - hati ya ". ucap Nora duduk di tepi ranjangnya.


" Mas mau aku siap kan apa untuk di perjalanan ". tanya Nora lagi.


Arthur tersenyum mendengar pertanyaan dari Nora.


" Kesini lah " perintah Arthur dengan menunjuk kedua pahanya. supaya Nora duduk di pangkuannya.


Dengan senang hati Nora berjalan ke arah Arthur dan duduk di pangkuannya sesuai perintah.


" Buka pakaiannya " perintah Arthur lagi dengan berbisik di telinga Nora.

__ADS_1


Yang menyebabkan bulu kuduk Nora berdiri.


Dengan perlahan Nora membuka satu kancing dress nya. karena model pakaian Nora yang agak terbuka di daerah dada. jadi sudah cukup membuat ke dua benda yang masih kenyal itu sudah terlihat.


Mulut Arthur langsung menghisap bagian kanan dada Nora. dan tangan nya sibuk meremas dada sebelah kiri.


Kegiatan yang tak cukup lama itu hanya sekedar me nyusu sudah selesai. Arthur mengancingkan kembali dress Nora.


Kemudian Nora bangun dari pangkuan Arthur dan merapikan penampilannya.


" Tidak usah, kami akan naik pesawat. Riza sudah mengatur semuanya ". ucap Arthur setelah selesai kegiatan semi nya.


Karena kondisi Arthur yang masih sangat kelelahan pulang dari Jakarta ke Surabaya mengendarai mobilnya sendiri. Agar tidak drop dan malah jadi sakit karena proyek ini. dan masih banyak proyek - proyek besar lainnya yang sudah menanti.


" mau aku antar ke bandaranya Mas ? tanya Nora.


" Tidak Usah kami naik taksi online saja. kau istirahat lah pasti lelah karena perjalanan kemarin". tolak Arthur.


" Kau dan Ano baik - baik ya di rumah. kalau ada apa - apa hubungi aku " ucap Arthur dan memeluk erat tubuh Nora dan Nora pun membalas pelukan Arthur.


" Buat kan kopi saja dua, aku menunggu Riza dan kami berangkat dari sini " pinta Arthur setaleh melerai pelukannya dari Nora.


Beberapa saat kemudian.


Arthur dan Riza sudah sampai di Juanda Internasional Airport setalah perjalanan menggunakan taksi online.


Keduanya berjalan memasuki area bandara dan menuju ke tempat pemberangkatan.


Sementara di rumah. Nora sedang mengobrol santai dengan Ano, sambil menikmati segelas teh dan menonton Tv yang menampilkan acara kuliner.


Mereka duduk di atas karpet tebal yang berbulu halus.


" Kenapa Mama nggak menerima tawaran tante Serra untuk kerja di restoran Paman Yoda. jadi Chef, Ma ?" tanya Ano melirik ke arah Nora.


" Bukannya Mama sangat berkompeten di bidang itu Ma ?" tanya Ano lagi masih sambil melihat ke arah Nora.


Ya, ketika Ano tinggal di rumah Thalia. mereka sempet mendengar percakapan Alex dan Serra. tentang Paman Yoda yang membutuhkan seorang Chef.

__ADS_1


Serra sudah mengutarakan maksudnya untuk meminta Nora bekerja di restoran Paman Yoda. bukan karena apa - apa. tapi karena melihat kepiawaian Nora dalam mengolah bahan makanan menjadi sesuatu yang bisa di makan dan di nikmati serta mempunyai nilai jual yang tinggi.


" Hem ..." Papa tidak mengizinkan Mama untuk bekerja di mana pun dan pada siapa pun. " ucap Nora tegas.


" Papa hanya mau Mama kerja untuk kalian " ucap Nora lagi masih dengan nada yang tegas.


" Membuat perut kalian kenyang dan senang sudah membuat Mama senang juga dan merasa di butuhkan " kali ini ucapan Nora lebih lembut.


" Terima kasih Ma " ucap Ano terharu dan membuat matanya berkaca - kaca. dan memeluk tubuh Nora.


Nora mengusap rambut panjang Ano dengan gemas dan semakin erat pelukannya.


Tiba - tiba suasana haru menyelimuti mereka. masih dalam posisi berpelukan, tiba - tiba ponsel Nora berbunyi.


Ting ...


Ting ...


" Pasti Papa " ucap Nora pada Ano. dan melepas pelukannya.


Nora beranjak untuk mengambil ponsel nya yang ada di atas meja dan duduk di kursi.


Ada dua pesan masuk dari nomer yang tidak di kenal nya dan hanya menampilkan nomer nya saja.


( 0813 XXX XX12 : " Nora, Ini aku Alex ) Isi pesan pertama pemberitahuan dari si pengirim pesan.


Alis Nora bersatu menandakan keheranan nya.


( 0813 XXX XX12 : " Apa kau ikut ke Jakarta ?" ) Isi pesan ke dua berupa pertanyaan.


" Alex " gumamnya lirih "


Nora terdiam dan mengingat sosok Alex.


" Dari mana Alex tau nomer ponsel ku " batin Nora. tanpa ada niat bertanya pada Alex tentang ini.


" Papa, Ma ?. Apa katanya " tanya Ano memperhatikan raut wajah Nora yang agak sedikit merasa heran.

__ADS_1


" Nggak sayang, Teman Mama ". Nora tidak berbicara bohong karena memang Alex rekan bisnis sekaligus teman Arthur, pikirnya.


__ADS_2