
Surabaya, Kediaman Alex.
Rumah yang berpenghuni seperti tidak berpenghuni saja. karena kondisi rumah nya yang tidak di rawat. karena sang penghuni lebih senang mengasingkan dirinya di dalam kamarnya.
Pagi ini Bima sengaja mengunjungi Alex. kalau biasanya pagi hanya makanannya saja yang datang untuk sarapan Alex. tapi tidak dengan pagi ini. dia sudah bertekad akan mengutarakan apa yang diketahuinya walau apapun jadi taruhannya.
Tok
Tok
Bima langsung mendorong pintu, karena setiap harinya tidak pernah Alex kunci. hanya pintu depan saja yang di kuncinya. itupun Bima yang selalu menguncinya dari luar.
" Pak Bos " Panggil Bima setelah melihat Alex sedang berbaring dengan mata yang terbuka.
" Saya tau Ibu Nora menutupi seseorang " Ucap Bima menatap ke arah Alex yang menggerakkan kelopak matanya.
" Pak Bos bisa membebaskan Ibu Nora " Ucap Bima menarik kursi yang ada di depan meja rias dan mendudukinya.
" Tapi Pak Bos sendiri yang harus berusaha untuk membuat Tuan Thomas berbicara mengakui apa yang sudah dilakukannya " Ucap Bima lagi.
" Thomas " Gumam Alex. kemudian dia bangun langsung berdiri di hadapan Bima.
" Iya, Saya dan Riza meyakini Thomas pelakunya. tapi kami tidak mempunyai bukti apapun. karena saat kita sedang menunggu Non Thalia. Tuan Thomas menghilang untuk beberapa saat. walaupun Tuan Thomas bilang berada di dalam mobil karena panik " Ucap Bima.
Alex masih diam mendengarkan apa yang di katakan Bima.
" Mungkin saja Ibu Nora sudah menyuruh Tuan Thomas untuk pergi dari rumah sebelum ada yang melihatnya. Ibu Nora juga mungkin tidak ingin di bela atau mendapatkan pengacara karena Tuan Thomas anak dari orang yang sudah di hancurkan hidup dan kebahagiaannya oleh Ibu Nora ". Ini hanya analisa saya dan Riza.
" Karena Opa tidak mau membantu saya untuk membujuk Pak Bos supaya bangkit dari keterpurukan agar bisa membantu Ibu Nora bebas, jadi saya mencari jalan sendiri dan menduga kuat kalau Tuan Thomas ada kaitannya " Ucap Bima lagi.
" Saya bersedia mempertaruhkan apa saja untuk kebebasan Ibu Nora dan Saya minta Tuan sendiri yang bergerak menyelesaikannya " Ucap Bima.
" Semua karena salah ku, Nora yang harus menerima akibatnya seorang diri. sudah sering Nora bilang pada ku, cinta yang kami miliki egois. hingga Nora menyuruhku untuk kembali pada keluargaku. tapi aku tidak pernah mendengarnya. bukan saja keluarga ku yang hancur tapi keluarga Nora juga. Nora sudah banyak menerima perlakuan buruk dari keluarga ku. sampai aku tutup mata dengan kejadian yang mengakibatkan Nora masuk rumah sakit. sekarang Nora ku sangat menderita. Mungkin sebentar lagi anak kami akan lahir di dalam sana " Ucap Alex lirih sambil menghapus air matanya mengingat itu semua.
__ADS_1
" Saya sudah minta tolong kepada pihak rumah sakit untuk melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan area di parkiran tapi tidak ada karena hanya menyimpan untuk satu bulan saja " Ucap Bima.
" Baik akan aku lakukan bagian ku Bim " Ucap Alex semangat.
" Terima kasih banyak Bim " Ucap Alex tulus.
" Aku percayakan semua pekerjaan pada mu, Bima" Ucap Alex lagi menepuk - nepuk pundak Bima.
Alex harus mencari cara untuk bisa masuk lagi dalam kehidupan keluarganya. bukan perkara mudah karena sudah banyak luka yang dibuatnya.
" Thalia.Ya, aku bisa memulainya dari Thalia" Gumam Alex. Tanpa berpikir panjang lagi Alex mengambil ponsel dari atas tempat tidur yang sudah lama diabaikannya.
Jakarta, Kantor Arthur.
Anora menginap di rumah sekaligus kantor Arthur. karena tak bisa pulang dalam keadaan sedih seperti ini. Bahkan sampai harus tidak masuk kerja hari ini. karena keadaanya yang sedang kacau.
Hampir semalaman dia tidak tertidur karena rasa penyesalan yang teramat karena telah menjauhkan dirinya dari Nora.
Arthur menyentuh pundak Ano dan berdiri dihadapannya. dengan mata sembabnya dan masih dengan tangis penyesalannya.
" Aku memang sakit hati atas apa yang telah Mama Lakukan tapi tak sepantasnya aku meninggalkan dan menjauh darinya. Maaf kan aku Ma?"Ucap Ano di sela isak tangisnya.
" Aku mau bertamu dengan Mama, Pa. pasti dia sangat merindukan aku. aku juga sangat merindukannya, Pa!" Pinta Ano.
" Ayo kita kunjungi Mama... " Ano menjeda ucapannya menatap kedua mata Arthur.
" Maafkan Mama yang sudah mengkhianati Papa, kalau Papa tak bisa mengantarkan aku tidak apa - apa aku akan berangkat sendiri " Ucap Ano menyadari sikapnya yang begitu khawatir terhadap Nora sementara disini ada Papanya yang sudah menjadi mantan suami Mamanya.
" Iya Papa mau mengantarkan Ano. tapi kata Om Bima, Dari awal masuk dalam tahanan Mama tidak pernah mau menerima tamu atau kunjungan dari orang lain termasuk Alex. bahkan hanya sekedar menerima makanan pun tidak mau " Ucap Arthur memberi pengertian pada Ano.
" Inikan aku Pa, anaknya yang datang. aku yakin Mama mau menemui ku " Rengekan Ano terdengar sangat memilukan hati Arthur.
" Baiklah Papa akan cari penerbangan yang bisa berangkat siang ini. sebelum itu Ano harus mandi, dandan yang cantik dan makan sarapannya " Ucap Arthur dengan senyum manisnya.
__ADS_1
Anora langsung bergerak cepat masuk ke dalam kamar mandi untuk memberikan dirinya.
Setelah selesai berpakaian, dia merapikan isi dalam tasnya. mengambil ponsel dan melihat layar ponselnya yang menampilkan gambar mereka bertiga.
" Ano sangat sayang sama Mama dan Papa " Gumamnya sambil mengusap air matanya dan langsung keluar dari kamar menuju meja makan. " Tunggu Ano Ma " Ucapnya dalam hati sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Jakarta, Kediaman Alex.
Thalia dan Opa terlihat sangat senang dengan apa yang baru dilakukannya. Ya, mereka baru saja berkebun. Opa sangat suka sekali dengan bunga. sampai semua jenis bunga ada di halaman dan setiap sudut rumahnya.
Thalia mengikuti hobi Opa nya karena dia tidak mempunyai kegiatan yang lain.
" Opa, pot ini mau di isi tanah lagi nggak " Tanya Thalia sambil memegang pot nya.
" Sudah cukup Tha, pagi ini sudah cukup. besok kita buat lagi Tha " Tolak Opa halus.
" Ok Opa " Balas Thalia.
Thalia dan Opa mencuci tangan, dan membersihkan tubuh mereka dari tanah-tanah yang menempel.
" Mom " Panggil Thalia ketika sudah berada di meja makan.
" Kamu habis berkebun bantu Opa ?" Tanya Serra yang melihat penampilan Thalia dari atas sampai bawah.
" Iya Mom, ternyata seru Mom bisa main kotor-kotoran. udah gitu tadi ada banyak cacing Mom, di pot yang sudah rusak. sama Opa sudah di pindahkan ke pot yang baru " Ucap Thalia senang.
Serra begitu senang saat melihat Thalia yang sudah bisa tersenyum lepas seperti ini. "Semoga senyummu tak pernah hilang Tha" Ucap Serra mendekati Thalia dan memeluknya.
" Opa mau aku ambilkan makanannya " Tanya Thalia yang melihat Opanya sudah membalik piringnya tapi belum diisi apapun. Opa hanya menatap ke arah pintu utama melihat seseorang yang datang.
Thalia mengikuti pandangan mata Opanya dan menoleh kebelakang melihat siapa yang datang.
" Daddy " Ucapnya senang.
__ADS_1