Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 131


__ADS_3

" Tidak Paman, aku tidak ingin membuat Paman bersedih dan nantinya akan sakit hati padaku karena aku tidak bisa memberikanmu keturunan.aku akan berbesar hati untuk melepaskan Paman".


" Tapi kamu harus mengetahuinya,setelah itu semua keputusan ada ditanganmu".


" Dengarkan aku baik-baik Serra. Memang aku belum sepenuhnya mencintaimu tapi aku sudah terbiasa dan bisa menerima kehadiranmu. bertahanlah sebentar lagi sampai aku benar-benar mencintaimu dengan ada atau tidak adanya seorang anak diantara kita.sekarang aku yang meminta padamu Serra. bertahanlah!"


Serra menggelengkan kepalanya berkali-kali,dia menolak apapun yang dikatakan dan yang diminta oleh Paman Yoda.karena dia sudah menyiapkan hatinya untuk tetap kuat sampai hari ini saja. selebihnya dia ingin segera menghilang dari hadapan siapapun yang dikenal dan mengenalnya.


" Tidak perlu Paman, terima kasih. aku tetap harus pergi"


" Kenapa kita sekarang menjadi tarik ulur seperti ini Serra"


" Aku menyadari pentingnya kehadiran anak jika kita berumah tangga nanti. Maafkan aku Paman."


Paman Yoda sungguh tidak mengerti kenapa hal ini bisa terjadi dalam hidupnya sampai dua kali walau dengan kasus yang berbeda tapi tetap dia ditinggaalkan oleh orang yang sama.


Serra segera keluar dari dalam kamar Paman Yoda sembari mengusap sudut matanya. dia segera mencari keberadaan Mama Ina dan Opa untuk berpamitan.


Paman Yoda melihat Serra yang sudah menghilang dari balik pintu.


" Rupanya kalian disini?!" Serra menghampiri mereka yang sedang duduk santai diruang keluarga bersama Thalia juga.


" Mama Ina... "


Mama Ina langsung membawa Serra kedalam pelukannya. sambil mengusap punggung Serra untuk selalu mendukungnya.


" Kami selalu ingin yang terbaik bagimu Serra."


" Maaf Mom aku sudah memberitahu mereka jika Mommy akan berpamitan juga pada Mama Ina dan Opa."


" Tidak apa-apa Tha, terima kasih sudah membantu Mommy."


" Kemanapun kamu akan menjalani hidup,ingatlah ada kedua orang tuamu yang selalu menunggumu untuk pulang".


" Benar apa yang dikatakan Mama Ina, ini adalah rumahmu juga. pulanglah jika dirimu sudah tenang. jangan lupakan kedua orang yang sudah tua renta ini"Ucap Opa menambahkan.


Melihat Mama Ina dan Opa sedang berpamitan pada Serra. Thalia langsung kekamar mengambil dua koper berukuran besar dan satu koper lagi berukuran sedang. sementara Thalia hanya membawa tas jinjingnya.

__ADS_1


Thalia menatap pintu kamar Paman Yoda yang tertutup, Thalia menarik nafasnya dalam dan berlalu pergi menuju ruang keluarga.


" Tha,sering-seringlah mengunjungi kami bersama Mama Nora dan Ale jika Daddy sibuk. kami pasti sangat kesepian tidak ada kalian lagi dirumah ini."


" Tha, cepatlah selesaikan cuti kuliahmu. bantulah Thomas untuk mengelola dan lebih mengembangkan lagi apa yang sudah Daddy berikan padamu. jangan buang setiap kesempatan baik Tha.banyak belajarlah dari. Daddy, Mommy dan Thomas tentang mengelola dan mendirikan perusahaanmu sendiri."


" Iya Opa, setelah ini aku akan melanjutkan kuliahku dan aku akan membantu Abang diperusahaan. dan untuk Mama Ina iya nanti kami akan selalu usahakan untuk bisa sering datang kemari bersama Mama dan Ale,"


Serra melihat jarum jam yang melingkar pada pergelangan tangannya sudah menunjukkan waktu pukul 11.20.sudah saatnya dia harus berangkat ke Bandara karena dia tidak ingin telat dalam penerbangannya.


" Baiklah kami harus pergi, Terima kasih Mama Ina dan Opa sudah sangat baik khususnya padaku. Terima kasih banyak"


Serra memberikan pelukan terakhirnya pada Mama Ina dan Opa. sambil menghapus kedua sudut matanya. Thalia pun sama memeluk Mama Ina dan Opa untuk terakhir kalinya.


" Jaga diri kalian "Ucap Mama Ina sambil mengantarkan Serra dan Thalia sampai dimobil taksi online yang akan membawa mereka ke Bandara.


Bapak supir taksi onlinenya memasukkan dua koper berukuran besar kedalam bagasi mobil yang sudah dibukanya.


" Terima kasih " Ucap Serra sambil membuka pintu mobil dan masuk lalu duduk berdampingan dengan Thalia.


" Jaga diri Mama Ina dan Opa "Ucap keduanya sebelum Bapak supir taksi online melajukan kendaraannya dan meninggalkan rumah besar itu.


" Mommy baik-baik saja,kenapa tubuh Mommy bergetar seperti ini? keringat Mommy besar-besar Mom, dari tadi Mommy belum memakan sesuatu ya. tadi Mommy hanya minum jus alpukat saja. padahal Mommy dulu paling tidak suka."


" Iya mungkin Mommy masuk angin saja Tha. nanti di Bandara Mommy membeli makanan dan mencari apotik. membeli sesuatu yang bisa menghilangkan rasa pusing Mommy juga."


" Iya Mom, aku akan pastikan Mommy baik-baik setelah itu aku bisa pulang dengan tenang".


" Tidak Tha, Mommy bisa mengurus diri Mommy sendiri. penerbangan kamu lebih awal Tha, kamu siap-siap saja untuk keberangkatanmu. Mommy masih ada waktu lumayan banyak."


" Izinkan Tha Mom, Aku ingin memastikan keadaan Mommy baik baru aku bisa pergi. Mommy juga nggak mau bilang sama aku kemana Mommy akan pergi?"


" Maaf Tha Mommy hanya ingin menenangkan diri Mommy, hati dan pikiran Mommy Tha. jika Mommy kasih tau kamu akan terbang kemana,Mommy yakin dengan mudah kamu pasti temukan Mommy. tidak akan lama Tha. Mommy janji."


Tidak terasa mereka sudah sampai dibandara dengan barang bawaannya masing-masing. Serra yang ditemani Thalia pun segera membali beberapa roti untuk dimakannya.hanya roti makanan yang bisa didapatnya dengan cepat dan sato botol air mineral. kemudian membeli minyak yang beraroma terapi untuk dihirupnya. mungkin karena perpisahannya yang sudah dilakukanya dengan Paman Yoda, Mama Ina dan Opa membuatnya sedikit stres jadi efeknya sakit kepala belum sebentar lagi dia juga akan berpisah dengan Thalia.


" Sudah Mom?"

__ADS_1


" Sudah Tha sayang "


Kemudian Serra dan Thalian segera membayar kekasir dan keluar dari dalam apotik.


" Tha, masuklah nanti kamu telat. Ini Mommy makan rotinya depan kamu biar kamu tidak khawatir lagi sama Mommy"Dengan lahap roti yang dimakannya habis tiga potong dan langsung meneguk air mineralnya.


" Sudah Tha"


Thalia bersimpuh dikedua kaki Serra dengan


berurai air mata."Aku sangat menyayangi Mommy, sangat.dan maafkan aku Mommy sudah banyak salah dan menyakiti Mommy, Maaf!."


Serra dan Thalia saling memeluk dengan isak tangis yang terdengar dari keduanya.


" Aku masuk Mom, hati-hati, jaga diri Mommy, baik-baik, sehat-sehat, jangan lupa kabari aku tentang apapun itu.I Love You Mommy."


" I Love You Kakak Tha"


Thalia dengan berat hati harus melakukan penerbangannya terlebih dahulu. perlahan dia berjalan kearah pintu masuk keberangkatan dengan lambaian tangannya.


Serra sungguh tidak kuasa menahan pusing dikepalanya dan sesak didalam dadanya. air matanya terus saja berlomba untuk keluar dari kedua matanya.


Dan Thalia pun perlahan menghilang dari pandangannya.


" Selesai " Gumamnya sambil mendudukan tubuhnya lagi diatas kursi. menundukkan kepalanya bersandar pada kedua kopernya yang berukuran besar dan memegang satu koper yang berukuran kecil.


Apa yang dilakukan Serra sedari tidak lepas dari mata seseorang yang terus saja mengawasi dengan tatapan mata yang selalu tertuju padanya.


Satu jam sudah Serra dalam posisi yang sama tanpa bergerak sedikitpun.sehingga membuat khawatir orang yang terus saja mengawasinya. Dengan perlahan orang itu mendekati Serra dan berjongkok dihadapannya.


" Serra "


Paman Yoda menyentuh pundak Serra dan menepuk-nepuknya secara pelan.


" Serra "


Paman Yoda mengangka kepala Serra dan melihat kedua matanya terpejam. kemudian Paman Yoda menempelkan punggng tangannya pada hidung Serra dan masih merasakan hembusan nafasnya.

__ADS_1


" Dia pingsan."


__ADS_2