
" Selamat Sore Non Thalia, maaf saya terlambat karena tadi Opa meminta saya ke kantor terlebih dahulu" Sapa Pak Supir menjelaskan kenapa diriya bisa terlambat setelah Thalia dan Anora sudah masuk kedalam mobil.
" Iya tidak apa Pak,Jalan sekarang Pak, takutnya sebentar lagi kena macat orang pulang kantor"Balas Thalia sopan.
" Iya Non Thalia " Kemudian Pak Supirnya menyalakan mesin dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, bergabung kejalanan dengan pengguna jalan yang lainnya.
Perjalanan yang sudah dilewatinya selama tiga puluh menit sudah membawanya sampai didepan sebuah bangunan rumah yang sangat besar dan megah. dengan halaman yang sangat luas,terdapat banyak jenis tanaman bunga hias yang sangat cantik-cantik.
" Terima kasih Pak " Ucap Anora dan Thalia kompak dan langsung keluar dari mobil menuju pintu utama.
Tok...Tok... Tok... Tok
Thalia mengetuk pintu sudah beberapa kali tapi tidak ada yang membukanya dari dalam.
Kemudian Thalia berinisiatif memegang handle pintu dan mendorongnya kedalam, ternyata tidak dikunci.
" Kejutan " Ucap Mama Ina, Opa dan Serra yang menyambut kedatangan mereka berdua.
Thalia dan Anora tersenyum simpul mendapatkan kejutan seperti ini. Tapi sayang senyum di bibir manis Anora dengan cepat menghilang karena sosok seseorang yang baru saja bergabung dengan mereka.
" Opa, Mama Ina, Mommy , Paman Yoda"Ucap Thalia senang lalu menyalami dan memeluk mereka dengan bergantian.
Sedangkan Anora masih diam didepan pintu menunggu salah satu orang yang didalam menyuruhnya untuk masuk.
" Tante Serra, Paman Yoda " Sapa Ano pada kedua orang yang sudah dikenalnya. kemudian Serra menghampiri Ano dan bersalaman. tapi tidak dengan Paman Yoda yang kembali masuk kedalam kamarnya.
Anora tidak mempermasalahkan itu karena dirinya lah yang sudah membuat Paman Yoda marah pada dirinya.
" Kamu semakin cantik Ano seperti Mama Mu" Ucap Serra tulus sambil merapikan rambut yang sedikit berantakan.
Tapi enteh kenapa Ano seperti sedang diingatkan bawada dia adalah Nora,perempuan yang sudah mengambil semua kebahagiaannya. sampai Ano hanya diam saja mendapatkan pujian itu dari Serra.
" Opa dan Mama Ina sayang ku, Ini namanya Kak Anora, Kakak sekaligus sahabat baik aku"Thalia memperkenalkan Anora pada mereka.
__ADS_1
Ano mendekat ke arah Mama Ina dan Opa kemudian mengulurkan tangannya dengan perasaan dag dig dug takut jika mereka tidak menerima kedatangannya. tapi sayang itu tidak terjadi, malah Mama Ina yang menariknya kedalam pelukannya.
" Selamat datang di rumah kami Anora"Ucap Mama Ina dengan melerai pelukannya dan mengecup kening Ano.
Ano merasakan kehangatan keluarga yang baru tapi bisa menerima kedatangan dirinya yang notabenenya yang mereka pasti tau.
" Terima kasih... "Ano menjeda ucapanya karena bingung harus memanggil apa pada perempuan paruh baya yang ada dihadapannya.
" Panggil Mama Ina saja, dan itu Opa, kamu juga bisa memanggilnya Opa.sama seperti mereka"Mama Ina seolah tau apa yang dipikirkan Ano dan memberikanya jalan kemudahan.
" Selamat datang Anora di Malaysia,lebih tepatnya di rumah kami ini"Ucap Opa mengajak Ano bersalaman.
" Terima kasih Mama Ina, Opa. Sudah berkenan menerima kedatangan saya"Ucap Ano terasa kaku karena cukup lega bisa berada ditengah-tengah keluarga Daddy nya.
" Ini mau sampai kapan berdiri disini, ayo kita masuk duduk di meja makan saja langsung ya"Mama Ina memegang Ano dan membawanya ke ruang makan.
Sedangkan Thalia bergelayut manja dengan Serra karena beberapa waktu tidak bertemu.
Semuanya telah duduk dikursinya masing-masing. semua tampak ramah dan bercengkrama.apalagi melihat Thalia yang begitu senang bisa berkumpul dengan mereka lagi dan melepaskan kerinduannya pada mereka.
" Tadi ada Paman Yoda, sekarang kemana Paman Yoda nya? Ko hilang"Tanya Thalia yang mengarahkan matanya pada setiap sudut ruangan tapi tidak Ada. dan terakhir mengarah pada Ano dengan senyum jahilnya.
" Mungkin lagi istirahat, hari ini juga Paman baru sampai Tha"Jawab Serra mewakili.
Ano cukup takut jika Thalia memberitahukan kepada mereka tentang apa yang pernah dilihatnya beberapa waktu lalu. tapi berharap itu hanya ketakutan dan kekhawatirannya saja.
" Oia Opa, Mama Ina. Daddy sama Mama bilang ke aku untuk menyampaikan pada kalian salam hormat dari mereka berdua"Ucap Thalia menyampaikan pesan Daddynya.
Deg
" Mama " Ucap Serra mengulang penyebutan nama Mama untuk Nora di dalam hatinya. Serra berusaha menenangkan perasaan yang tiba-tiba saja sangat mengganggunya. Thalia dengan cepat bisa memanggil Nora dengan sebutan Mama.
Baik Opa maupun Mama Ina hanya saling pandang mendengar apa yang telah dikatakan Thalia dengan menampilkan senyum tulus mereka.
__ADS_1
" Baiklah Thalia, Anora. Opa ke kamar dulu,mau meluruskan pinggang karena dari tadi duduk terus"Ucap Opa meninggalkan mereka.
" Iya Opa " Balas Thalia dan Anora kompak dan langusng membuat tertawa Mama Ina dan Serra.
Lain halnya dengan apa yang dilakukan Paman Yoda didalam kamarnya. Dia sedang menuangkan wine kedalam gelasnya. dengan tatapan yang sulit diartikan saat dia melihat pantulan dirinya dari cermin yang ada dihadapannya.
" Kamu semakin cantik Anora, Aku kira akan mudah melupakan mu tapi itu sangat sulit,Apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu menerima Ku? "Gumam Paman Yoda lirih sambil memejamkan kedua matanya.
Paman Yoda berbaring diatas tempat tidurnya, setelah meletakkan gelas winenya.
Thalia dan Anora menempati kamar yang sama selama mereka tinggal di rumah Mama Ina atas permintaan Thalia sendiri. Letak kamarnya bersebelahan dengan kamar Paman Yoda dan Serra. Tapi malam ini Thalia ingin tidur bersama Mommy nya, untuk menemaninya tertidur karena sudah lama tidak dilakukannya.
" Jadi Kak Ano tidur sendiri ya, aku mau lepas rindu pada Mommy, Nggak apa-apa kan Kak?"Tanya Thalia setelah memakai piyama tidurnya.
Ano hanya menggelengkan kepalanya saja tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
" Bye Kak Ano sayang, selamat malam,mimpi indah ya Kak"Thalia memeluk tubuh Ano dan memberikan kecupan di pipinya. sebaliknya Ano juga melakukan hal yang sama pada Thalia.
Setelah kepergian Thalia,Ano membuka ponselnya dan mengirikan pesan pada Mama dan Daddy nya jika mereka sudah sampai di rumah Opa sore tadi dan sekarang mau lanjut istirahat.
Waktu sudah menunjukkan pukul 02.15 dini hari. Anora masih terjada dari tidurnya. Sulit rasanya bisa tidur ditempat baru dan terlebih lagi ada Paman Yoda disekitarnya. Detak jantung yang berpacu dengan cepat kala bertemu wajah tampan yang selalu dirindukannya. Tidak ada satu waktupun dia lewatkan tanpa merindukannya.
" Paman Yoda " Gumamnya lirih dengan menutup wajahnya dengan bantal. tidak bisa dipungkiri dia merindukan setiap sentuhan dan belaian lembut tangan kekar Paman Yoda disetiap inci tubuhnya.
Anora merasakan hembusan nafas yang menerpa kulit lehernya. terasa begitu nyata dari setaip hembusannya, mengbangkitkan gairah yang sudah lama terpendam.
Kecupan singkat disepanjang lengannya. dengan lembut membelai area lehernya. menyingkirkan rambut yang menghalanginya. sapuan basah lidahnya seseorang terasa sangat basah dibatang lehernya dibarengi dengan gigitan kecil yang mungkin bisa meninggalkan jejaknya disana. perlahan gigitan itu terasa dileher bagian belakangnya.kemudian berpindah lagi dengan cepat kearea dadanya yang sudah terlepas beberapa kacingnya. dan di his@pnya daging kenyal nan empuk dengan cukup kuat sehinggan Anora membuka kedua matanya dan langsung meraba pakaian tidur tali satunya.
" Hanya mimpi " Gumam Ano lirih dengan merapikan rambutnya kebagian belakang.
" Apa ini termasuk dalam mimpi mu Anora sayang?"
Paman Yoda dengan lancangnya langsung mengecup dan menggigit leher putihnya bersamaan dengan kuat sehingga bisa dipastikan akan ada jejak kemerahan disana.
__ADS_1