
Setelah sampai di restoran, Arthur mengecek apa saja yang belum di selesaikan. ternyata sudah seratus persen selesai karena mereka sampai di restoran pukul 14.00 kemudian Arthur duduk di kursi. Riza mambawa dua buah gelas di tangannya yang berisi kopi racikannya sendiri, dan meletakkannya di atas meja depan Arthur.
" Kopi Tur " Riza duduk di kursi sebelah Arthur.
" Terima kisah ". Arthur fokus menatap ponselnya seperti sedang menunggu telpon atau pesan penting.
" Hem ".
" Apa Nora sudah tau keputusan yang kau ambil " Riza memiringkan badannya menghadap ke Arthur. seolah tau apa yang di pikirkan sahabatnya.
" Aku yakin Nora pasti setuju " ucap Arthur dengan sorot mata menatap ke depan.
Mereka berdua diam dalam waktu yang cukup lama dengan pikirannya masing - masing.
Ting
Ting
Arthur langsung melihat dan membuka pesan yang di kirimkan Nora.
( Nora : " Mas masih sibuk ya ?, Jaga kesehatan ".)
( Nora : " Kapan pulang ?".)
Arthur menarik nafas setelah membaca pesan dari Nora.
Surabaya, Hotel X.
Alex sudah selesai mandi dan segera memakai pakaiannya. kemudian menyantap makanan yang sudah di siapkan staf hotel.
Dengan menikmati pemandangan sore hari dari ketinggian mempunyai kepuasan tersendiri buat Alex. bisa sedikit lebih menjernihkan pikiran dan hatinya saat ini.
Ting
Ting
Ting
__ADS_1
Ting
Ting
Terdengar begitu banyak notifikasi yang masuk ke ponselnya. karena semenjak berangkat dari rumah ponselnya di matikan.
Alex melihat satu persatu pesannya. diantara semua pesan yang ada, pesan dari Thalia yang paling banyak. Serra hanya dua kali mencoba menghubunginya, itu terlihat dari riwayat panggilannya.
Sesuai pepatah Pucuk dicinta ulampun tiba. ponsel Alex berdering menampilkan si nama penelpon. Alex pun mengangkat telponnya.
" Daddy " terdengar manja ucapan Thalia dari sebrang.
" Iya sayang, De "
" Kata Mommy, Daddy tidur di hotel ya "
" Iya sayang, Daddy tidur di hotel " padahal dari semenjak sampai ke Surabaya Alex belum tidur sedetikpun.
" Ya udah nanti ajah aku ceritanya kalau Daddy sudah di rumah, I Love You Daddy ".
" I Love you too sayang ".
Tapi sayang usahanya tak berhasil. Nora sudah memenuhi hati dan pikirannya. Alex bangun kemudian mengambil kunci mobil dan meninggalkan kamarnya.
Alex kembali mendatangi rumah Nora. dengan mengendarai mobilnya. bukan perkara susah untuk menemukan alamat rumahnya. Alex meminta Bima untuk mencari tau pada salah seorang pegawai Arthur.
Alex mematikan mesin mobilnya setelah sampai di halaman rumah Nora. kemudian Alex turun kelaur dari dalam mobil dan berjalan ke arah pintu rumah.
Tok
Tok
Pintu pun terbuka dari dalam. Alex cukup terkejut melihat orang di depannya. tak berpikir kalau Nora berdua sama Anora di rumah. " tapi tadi pagi nggak ada " batinnya.
Ano pun sama begitu terkejut melihat Alex, Daddy dari temennya sudah berada tepat di hadapannya.
" Om Alex "
__ADS_1
Alex mencoba bersikap biasanya saja didepan Ano padahal pikirannya tak tenang. padahal Alex sangat ingin mencoba lagi berbicara dengan Nora.
" Iya Ano " Alex mengusap lembut kepala Ano.
" Papa kan ke Jakarta Om ke tempatnya Paman Yoda, Apa Om bertemu ?".
Alex hanya menggelengkan kepalanya.
Nora merasa mendengar ada orang yang sedang berbicara. tapi siapa ?. " Ano " panggil Nora melihat ke dalam kamar Ano, tapi tidak ada. Nora menuju ke depan mendekat ke arah asal suara.
" Ini ada Om Alex, Ma " Ano memberitahukan kepada Nora setelah Nora berada disampingnya yang hanya diam tanpa berkata sepatah katapun hanya cukup dengan tersenyum yang sedikit di paksakan.
" Ayo Om masuk " Justru Ano yang mengajak nya untuk masuk. Nora berlalu pergi begitu saja ke dalam kamarnya. karena Nora tak mengharapkan ini terjadi.
" Tidak Ano sayang, terima kasih. Om hanya ingin menyapa kalian saja. kebetulan Om ada pekerjaan di sini jadi mampir "
Alex dengan sangat menyesal menolak ajakan Ano. karena bukan seperti ini keinginannya.
" Ano, Om pamit ya. sampaikan salam Om buat Mama "
Meski Ano merasa bingung dan aneh dengan sikap Alex namun itu dia hanya tanyakan pada dirinya sendiri.
" Iya Om, Salam juga buat semuanya ya Om "
Alex meninggalkan rumah Nora dan masuk ke dalam mobil. diam dengan tubuh yang bersandar di kursi jok mobilnya. tak ingin sia - sia dengan usahanya Alex harus bagaimana supaya bisa berbicara dengan Nora tanpa adanya orang lain. tak mungkin Alex pulang dengan tangan kosong.
Sebuah pemikiran pun muncul dari kepalanya.
Alex mengambil ponsel dari saku celananya lalu mengetikkan sesuatu pada layar ponselnya.
( 0813 XXX XX12 : " Tolong ikut dengan ku atau aku akan bilang pada Ano apa yang sudah terjadi pada kita. langsung masuk ke dalam mobil yang aku parkir di jalan depan. Sekarang !!! ".) lalu Alex menekan tanda pesan di kirimkan.
Alek melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah Nora dan berhenti di jalan depan untuk menunggu kedatangan Nora.
Alex sudah menunggu hampir lima belas menit. tapi Nora belum memperlihatkan akan kedatangannya.
Alex menyunggingkan bibirnya kala melihat sosok perempuan yang berjalan ke arah mobilnya. karena hanya mobilnya saja yang
__ADS_1
berhenti.
"