Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 91


__ADS_3

Setelah bertemu dengan keluarga Suster Nur, ada kelegaan tersendiri pada diri Thomas. sedikit bisa berbesar hati bila nanti sudah berada didalam sel tidak akan diganggu oleh mimpi yang tidak berkesudahan.


" Terima kasih Mom, Dadd " Ucap Thomas tulus pada kedua orang tuanya.


" Iya Abang "


" Iya Thom "


Jawab keduanya bersamaan. Serra selalu memeluk Thomas untuk memberikan dukungan yang terbaik yang akan dia berikan untuk putra tercintanya.


" Kapan kita bertemu dengan Tante Nora?"Tanya Thomas pada Alex. sedari tadi dia ingin menghindari untuk tidak menyebut nama perempuan itu namun pada kenyataanya tidak demikian.


" Kita lagi menunggu Team pengacara.nanti dia yang akan membawa kita bertemu dengan Tante Nora " Jawab Alex sembari memainkan ponselnya.


Setelah Team pengacaranya tiba, mereka langsung menuju rumah tahanan dimana Nora tinggal saat ini.


" Apa Tante Nora mau memaafkan aku Mom?" Tanya Thomas yang sudah berada di kursi jok mobil belakang bersama Serra. Bima yang mengendarainya sedangkan Alex duduk di samping Bima.


Untuk Team pengacaranya sendiri mereka mengendarai mobilnya masing-masing.


" Tante Nora pasti memaafkan Abang karena sekarang saja Tante Nora bersedia menggantikan posisi Abang disana" Terang Serra masih dengan memeluk lengan Thomas.


Serra tidak tau nanti akan bereaksi seperti apa ketika sudah berhadapan langsung dengan Nora. Perempuan yang dulu dikenalnya sangat baik dan hangat, Kini menjadi ratu untuk mantan suaminya.


Apalagi karena perbuatan kasarnya Nora harus rela kehilangan semua rambut indahnya yang menjadikanya Nora si kepala plontos dengan beberapa luka yang masih sangat terlihat jelas di kulit kepalanya.


" Apa Mom baik-baik saja?" Tanya Thomas dikala Serra tidak berbicara apapun lagi tapi sangat terasa debaran jantung yang bekerja kian cepat dari biasanya.


Serra mengangguk mengiyakan dengan menoleh kearah Thomas dan mengusap keringat di wajah tampan putranya.


Alex dan Bima hanya menyimak apa yang mereka bicarakan tanpa berkomentar apapun.


" Apa Abang merasa takut?" Tanya Serra mengelus lengan Thomas yang dipeluknya.


" Tidak, Abang tidak takut. Karena ada Mommy dan Daddy bersama ku dan lebih karena aku sudah meminta maaf pada keluarga Suster Nur " Jawab Thomas jujur. meski terdengar klise tapi itu yang dirasakannya sekarang. soal sel tahanan itu konsekuensi yang harus diterimanya.

__ADS_1


Tak terasa mobil yang dikendarai Bima sudah berada area parkiran Rumah Tahanan khusus perempuan.


Sedangkan untuk Team pengacara, mereka sudah sampai sepuluh menit lebih cepat dari mobil yang dikendarai Bima.


Mereka sudah berkoordinasi dengan Ibu Penjaga yang mengawasi sel tahanan Nora.


Alex dan Bima sudah turun terlebih dahulu. menyisakan Thomas dan Serra yang masih berada didalam mobil dan tiba - tiba yang merasa cukup tidak nyaman dengan keberadaannya disini.


" Mom "


" Abang "


Ucap keduanya berbarengan.


" Ayo kita turun " Serra membuka pintu mobil lalu keluar mengitarinya menghampiri Thomas yang sudah berada di depan pintu mobil.


" Ayo " Ajak Alex pada Thomas dan Serra yang mengikutinya dari belakang.


Mereka semua masuk dalam sebuah ruangan khusus untuk para pengacara bertemu dengan kliennya dan masih menunggu kehadiran Nora ditengah - tengah mereka.


Begitu juga dengan sang putra berwajah tampan seperti Daddy nya. Thomas yang biasa hidup serba kecukupan dan semua pasilitas yang mumpuni tidak habis pikir akan bisa hidup bertahan, tertahan dan terkurung di dalam ruangan yang sangat kecil bahkan tidak ada ruangan sekecil itu didalam rumah mewah dan megahnya.


Sementara di dalam sel yang dihuni Nora.dia sudah tau kalau hari ini Alex akan membawa Thalia dan Anora untuk bertemu dengannya.


" Nora " Panggil Ibu Penjaga dan langsung membuka kunci pintu selnya.


" Apa mereka sudah datang?" Tanya Nora pada Ibu Penjaga yang sudah mengunci kembali selnya.


" Iya mereka semua sudah menunggumu"Jawab Ibu Penjaga.


" Ibu Rosa aku tinggal sebantar ya" Pamitnya pada Ibu Rosa yang memegang besi teralisnya mengantarkan kepergiannya.


" Iya Nora " Balasnya sedikit berteriak.


Nora yang menyadari arah jalan bukan tempat kunjungan biasanya untuk menerima tamu. lalu Nora pun bertanya pada Ibu Penjaga, sebenarnya dia mau dibawa kemana dan bertemu siapa ?. Ibu Penjaga pun memberitahukan kalau Alex sudah menunggunya disana.

__ADS_1


Nora menghentikan langkah kakinya saat dia tahu akan dibawa kemana dirinya saat ini ketika melihat pintu yang ada didepannya.


" Saya tidak ingin ada pengacara atau apapun lagi yang membela saya. sudah jelas saya pelakunya untuk apa lagi Ibu Penjaga?" Tanya Nora seraya ingin membalikkan tubuh dengan perut besarnya untuk pergi dari sana.


" Nora, dengarkan saya. bukannya kamu bahagia bersama suami dan anakmu? kenapa kamu masih betah tinggal ditempat seperti ini? bukankah kamu juga sebentar lagi akan melahirkan?. Apa tidak ingin kamu memberikan tempat yang layak untuk Anakmu? kalaupun kamu tidak melakukannya untuk mu tapi ada banyak orang diluar sana yang mengharapkan kebebasan mu" Ucap Ibu Penjaga panjang lebar sebenarnya tepat pada sasarannya. akan tetapi Nora masih tidak ingin ada yang terluka lagi karena dirinya.


" Biarkan saya tinggal disini bersama Ibu Rosa dan ada Ibu Penjaga yang selalu akan baik pada kami " Ucap Nora sendu sembari mengelus perutnya yang sudah memberikan ketidaknyamanannya akhir-akhir ini.


Bima yang hendak keluar dari ruangan itu karena dirinya tidak ada kepentingan apapun jadi meminta undur diri dan lebih baik menunggu ditempat lain saja.


" Itu kan Ibu Nora " Gumamnya, dia melihat gelagat Nora yang tidak ingin bertemu dengan semua orang yang berada di ruangan tersebut.


Dengan cepat Bima memanggil Bosnya untuk keluar sebentar.


" Itu Ibu Nora " Tunjuk Bima memberitahu Alex pada dua wanita yang sedang membelakangi mereka. terlihat Ibu penjaga yang sudah dikenalnya Alex sedang berusaha menarik Nora untuk menuju kearahnya.


" Saya tunggu diluar Pak Bos" Pamit Bima meninggalkan Alex dengan semua dramanya.


" Hem " Balas Alex singkat.


" Cinta "


" Ibu Penjaga "


Panggil Alex sambil setengah berlari menghampiri kedua wanita yang kini berada dihadapannya.


" Selamat siang Pak Alex " Sapa Ibu Penjaga ramah ketika sudah membalikkan tubuhnya jadi berhadapan dengan Alex.


Begitu juga Nora tapi dia tidak ingin walau hanya sekedar menyapa Alex.


" Iya selamat siang Ibu Penjaga " Alex menyapa balik Ibu penjaga dengan senyum tipis dibibirnya.


" Biarkan aku tinggal disini " Pintanya pada Alex dengan wajah sendunya.


" Tolong dengarkan aku cinta sekali ini saja. kita masuk keruangan dulu biar kita lebih leluasa untuk berbicaranya. selain ada pengacara, ada juga yang ingin bertemu denganmu?" Ucap Alex menjelaskan secara perlahan sambil membujuk Nora supaya mau ikut bersamanya masuk kedalam.

__ADS_1


__ADS_2