Cinta Tuan Alex

Cinta Tuan Alex
Bab 107


__ADS_3

Malaysia, Kediaman Opa.


Mama Ina, Serra dan Opa sedang menghias rumah. mulai dari pintu masuk sampai kedalam kamar yang akan digunakan Thalia dan Anora. Mama Ina menggunakan sebagian bunga hidup untuk hiasannya. di perkirakan Ano dan Thalia akan sampai di rumah sekitar pukul 14.35. selain menghiasi rumahnya dengan penuh bunga,Mama Ina juga membuat kue dan makanan yang lainnya tentu dengan cita rasa anak muda.


Tok


Tok


Ketiga orang yang sedang sibuk didalam rumah pun saling melempar pandang dan saling menautkan kedua alis mereka dan menatap ke arah pintu.


"Apa mereka sudah sampai? "Tanya Opa pada Serra dan Mama Ina lalu Opa berjalan mendekati pintu dan kemudian membukanya.


" Yoda "Panggil Opa pelan melihat pria yang masih terlihat tampan diusianya yang tidak lagi muda.


Serra dan Mama Ina bergegas menghampiri Opa untuk melihat siapa yang datang.


"Paman Yoda "


"Yoda "


Ucap Mama Ina dan Serra bersamaan.lalu Mama Ina mengajak Paman Yoda masuk dan duduk di sofa yang berada di ruang keluarga. yang diikuti Serra dan Opa dari belakang.


" Kenapa tidak mengabari jika mau pulang?"Tanya Opa ketika sudah semuanya duduk di sofa. kecuali Mama Ina yang langsung menyiapkan teh manis hangat dan beberapa kue serta potongan buah untuk Paman Yoda.


" Tanpa aku kabari pun kalian hebat sudah tau jika aku akan pulang dan menyambutku seperti ini"Ujar Paman penuh percaya diri. dia tidak tau saja kalau bakal ada kejutan besar untuk dirinya nanti.


Opa dan Serra tertawa mendengarkan ungkapan rasa percaya diri yang sangat tinggi, yang diperlihatkan Paman Yoda.

__ADS_1


" Memangnya kamu tidak sibuk sampai bisa pulang kesini? bukannya setiap kami memintamu pulang selalu saja alasannya banyak meetinglah, klien lah, pekerjaan yang tidak bisa dihandle orang lain lah,jadwal yang padatlah, kontrak baru dengan para investorlah dan bahkan sampai kamu bilang nanti pulang saat bawa jodoh untuk mu. Mana sampai sekarang dan beberapa kali balik kesinipun tetap saja sendiri"Mama Ina mengulang semua perkataan Paman Yoda yang dijadikannya alasan sambil meletakkan empat gelas teh hangat dan dua piring berisi potongan buah dan kue di atas meja.


Paman Yoda berdiri dan berpindah mendekati Mama Ina dan memberikan pelukan hangatnya.


" Iya Kakak ku sayang, Maaf. sampai Kakak hapal apa saja yang menjadi alasan saat aku tidak bisa pulang"Ucap Paman Yoda dengan menyatukan kedua telapak tanganya di hadapan Mama Ina. lalu Mama Ina menjewer salah satu telinga Paman Yoda sembari tersenyum.


" Iya sudah Kakak maafkan" Ucap Mama Ina menepuk pelan lengan Paman Yoda.


" Serra dari kapan disini? "Tanya Paman Yoda menolah kearah Serra dan menatapnya.


" Sudah hampir mau satu bulan, tadinya bersama Thomas. tapi Thomas sudah disuruh pulang sama Opa untuk mengurus perusahaannya"Jawab Serra menjelaskan.


"Iya biar Thomas belajar lebih dewasa dan bertanggung jawab terhadap perusahannya. mungkin untuk merintisnya tidak akan begitu sulit. tapi untuk mempertahankannya supaya tetap bisa produktif itu yang lebih sulit lagi. biarkan dia mengasah kemampuan dan instingnya sebagai seorang pengusaha yang lebih handal dari Alex. karena Opa pun tidak ingin melihat perusahaan yang sudah dirintis Alex akan hancur begitu saja karena ketidakadaan pemimpinnya"Opa menambahkan apa yang sudah diucapkan Serra. karena sesungguhnya itu merupakan harapannya.


" Lalu Thalia? " Tanya Paman Yoda.


"Udah minum tehnya dulu nanti keburu dingin atau kamu mau makan dulu Yoda?" Tanya Mama Ina sambil meminta Yoda untuk minum atau memakan sesuatu yang sudah disiapkannya.


"Baiklah aku makan saja!" Jawab Paman Yoda yang sekalian juga mengajak Opa,Serra dan Mama Ina untuk makan bersamanya.sambil membawa teh manis hangat di tangannya.


Mereka berjalan menuju meja makan dan langsung duduk dikursi.


" Bisa aku ambil sendiri Kak"Paman Yoda mengambil piringnya dari tangan Mama Ina. dan langsung mengisinya dengan nasi, sayur dan lauk pauknya.


" Ayo kalian makan juga" Paman Yoda sudah memasukkan suapan pertamanya dan langsung mengunyahnya.


" Eemmm seperti biasa masakan Kakak paling enak the best Kak" Ucap Paman Yoda memuji masakan Mama Ina.

__ADS_1


Mama Ina tersenyum mendengar pujian Paman Yoda yang dialamatkan padanya.


" Terima kasih Yoda "Balas Mama Ina.


Berbeda dengan Thalia dan Anora yang baru saja mendaratkan kedua kaki mereka di Malaysia. Thalia mengajak Ano untuk sekedar berkeliling sambil menunggu Pak Supir yang sudah disiapkan Opa nya untuk menjemput mereka.


" Tidak apa Kak Ano kita hanya sebentar untuk lihat-lihat saja. Nanti kalau Pak Supirnya sudah sampai pasti mengabari aku Kak "Thalia menarik tangan Ano untuk ikut masuk bersama dirinya ke salah satu Mall yang ada di dekat bandara.


Ano pun dengan sangat terpaksa mengikuti Thalia kemanapun, tapi tidak untuk membeli apapun.karena memang dia belum memerlukannya saat ini.


" Kak ayo kita beli jaket yang ini biar kita samaan"Ucap Thalia sambil memeriksa size jaket yang disukainya. berharap ada dua ukuran untuk dirinya dan Ano.


" Aku masih ada jaket Tha yang belum aku pakai. jadi aku rasa aku tidak perlu membelinya. kamu saja yang beli" Ano menolak ajakan Thalia tanpa harus menyinggung perasaannya.


" Kita kan belum punya yang samaan Kak Ano sayang. ini ambil untuk Kakak sizenya. yang ini size aku" Thalia sedikit memaksa Ano bahkan dia sudah menyerahkan jaket yang sesuai dengan ukuran tubuh Ano.


Drrrttt


Drrrttt


" Ayo Kak Ano kita ke kasir dulu bayar terus langsung kita pake deh. sepertinya Pak Supir sudah datang menjemput kita" Thalia melakukan pembayaran menggunakan kartu debit yang bukan dari Akex melainkan dari Serra, Mommy nya.


" Anggap saja itu hadiah dari aku Kak karena sudah mau menemani aku kesini dan sudah mau aku repotkan setiap saat. ini tidak ada apa-apanya Kak bila dibandingkan dengan kebaikan Kak Ano" Ucap Thalia bergelayut manja di lengan Ano sambil mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan benar saja Pak Supir yang menghubunginya.


Melihat perhatian Thalia yang membuatnya mau menerima jaket yang sama persis dengannya.


" Terima kasih Tha" Ucap Ano dengan tulus. walau tanpa pemberian apapun dari Thalia, Ano akan tetap terus berbuat baik padanya. karena jauh dilubuk hati Ano yang paling dalam ada perasaan bersalah terhadap Thalia yang disebabkan oleh Mamanya yang kini sudah bahagia dengan Daddy nya Thalia. makanya Ano berjanji pada dirinya sendiri akan terus berusaha membuat Thalia bahagia dan selalu tertawa serta melakukan yang bisa dilakukannya untuk Thalia.

__ADS_1


Mereka saling berpegangan tangan selama menuju mobil yang sudah menunggunya di depan Bandara.


__ADS_2