Cintai Aku!

Cintai Aku!
Gantungan Kunci


__ADS_3

Cerita ini hanya untuk hiburan ya .... Selamat menikmati ....


******


Sekembalinya satu keluarga membawa beberapa koper besar yang masih berisi baju-baju yang terlipat rapi di tanah air, mereka nampak lelah setelah semalam makan banyak-banyak di food street dan memborong banyak benda oleh-oleh.


"Aku suka gantungan kunci patung Merlion! Ini buatku, ya? Kakak kesana kan? Apa patung itu mengeluarkan air setiap saat?" berondong Raka saat Kimmy, Felix dan baby Lingga tiba di rumah mereka di desa.


"Eh, anu ... iya, sih, tapi ...."


Kimmy menggaruk kepalanya, mengingat sebelum pergi dia sudah pamer pada adik-adiknya.


"Kakak juga ke Universal Studio Singapore?? Wah ada apa aja di sana, Kak?" tanya Vita antusias.


"Eerrr ... Ada ... Bola dunia besar!" sahut Kimmy, mengucapkan apa yang dia ingat saat melihat gambar Universal Studio.


Vita mengerutkan dahi mendengar sahutan sang Kakak. "Hanya itu?" tanya dia lagi.


"Emm ... Ada sih, banyak. Tapi, supris lah kalo diceritakan nggak seru lagi!" kilah Kimmy. Vita makin mengerutkan dahinya berlipat-lipat.


"Mana foto-foto ke tempat wisata, Kak? Ini wisuda Nona Susan semua? Sama makan hotplate doang?" celetuk Rama yang menggulirkan ponsel Kimmy dengan heboh.


"Iya, kemarin baterai ponsel Kakak habis. Jadi ya cuma itu ...." kilah Kimmy lagi.


Malu dia kalau sampai adik-adiknya tau bahwa wisata batal.


"Ooh ... Kan ada ponsel Kak Felix?" celetuk Rama lagi disusul anggukan kedua saudaranya. "He'em ...."


"Ya dua-duanya habis!" ujar Kimmy lagi seraya berdoa dalam hati semoga mereka-mereka ini berhenti menanyakan soal Singapura lagi.


"Hey! Ayo kita makan mie pedas di pusat kota!" ajak Felix membawa kunci mobil, menyelamatkan Kimmy yang langsung menghela napas lega melihat ketiga adiknya bersorak gembira dan berlarian memasuki mobil Felix. Sejenak dia terbebas dari kebohongan yang dia ciptakan.


Kimmy baru meletakkan baby Lingga yang telah pulas di atas tempat tidur.


"Lebih baik kamu terus terang pada adik-adikmu, Kimmy. Satu kebohongan akan melahirkan ratusan kebohongan lain," saran Bu Amy seraya membawa sebuah mangkuk kosong ke atas meja. Saat itu deru mobil Felix telah menjauh, meninggalkan sepi di dalam rumah.


"Ah, kan aku malu, Ma!"


"Ya bilang saja karena Tuan Key ada urusan penting," ujar Bu Amy.


"Ya deh ...."


Terdengar suara ketokan pintu. Bu Amy segera beranjak dan membukakan pintu utama.


"Oh, Bu Amel, Bu Kokom dan ibu-ibu semua, mari masuk! Ada apa, ya?" tanya Bu Amy heran dengan kedatangan mereka.


"Kami mau ketemu Mbak Kimmy, katanya habis pulang dari Singapura-pura?" ujar Bu Raya mewakili semua ibu-ibu itu.


"Singapura, Bu."


"Iya," sahut Bu Kokom malu.


"Oh, iya. Kata siapa, Bu?" tanya Bu Amy yang merasa tak pernah mengatakan hal itu pada siapapun.

__ADS_1


"Kata Raka dan Rama," sahut Bu Kokom.


"Ish, Raka sama Rama!" omel Bu Amy pelan.


"Eh, mari masuk dulu semua!" ujar Bu Amy mempersilakan mereka duduk.


"Maaf tempatnya berantakan," ujar Bu Amy memberesi semua oleh-oleh dengan sigap. Nampaknya, para ibu telah menangkap sekantong oleh-oleh itu dengan mata mereka.


"Ah, sama aja, Bu."


Tak lama setelah Bu Amy masuk, riuh suara para ibu membicarakan tentang rumah Bu Amy yang mulai diperbaiki temboknya, ditempeli keramik.


"Bagus, aku juga mau diginikan rumahku! Dikeramiki! Biar mewah!" celetuk beberapa ibu.


"Ya kamu punya mantu orang kaya dulu, Bu!" celetuk yang lain.


"Ah, punya mantu gimana? Orang anakku yang paling besar baru kelas lima SD!" omel ibu yang pertama lagi.


"Satu tahun lagi, Bu!" celetuk yang lain.


"Ahh, anakku mau aku sekolahkan sampai tinggi, biar bisa ngeramikkin rumah ibunya!"


"Oalah cita-cita kok cuma ngeramikkin rumah?"


"Lha terus apa?"


"Itu ... bisa beli gantungan kunci di Singapura-pura, Bu!" ujar Bu Kokom melirik ke kantong besar oleh-oleh.


"Oh, iya ...." Suara gelak tawa terdengar dari ruang tamu. Melihat gantungan kunci, mereka lupa ada bayi di dalam rumah itu.


"Eh, Mbak Kimmy! Sehat kan, Mbak?"


"Iya, Bu. Syukurlah."


"Wah kabarnya dari Singapura-pura, ya?"


"Eh, iya Bu."


"Acara apa?"


"Emm mengha- ...." Baru saja mau bicara, sudah dipotong oleh seseorang.


"Yo jalan-jalan dong! Wisata-wisata! Masa wisuda! Ya kan, Mbak Kimmy?" celetuk seorang ibu membuat Kimmy menelan ludah.


"I-iya, Bu."


Bu Amy yang membawa beberapa cangkir teh dan cemilan oleh-oleh dari Singapura melotot pada anaknya.


"Wah wisata kemana aja, Mbak?"


"Yunipersal Studio, Patung Mrelion, dan banyak lagi, Bu!" sahut Kimmy.


"Wuaaah namanya saja keinggris-inggrisan begitu, pasti bagus ya?"

__ADS_1


"Mbak Kimmy ketemu keponakan saya yang jaga tiket di Studio-studio itu, nggak?" tanya Bu Kokom.


Wajah Kimmy pucat. "Waduh ... namanya siapa ya, Bu?"


"Eh ... Mm ... Park Ju," sahut Bu Kokom ngawur.


"Huuu ... Kalo yang depannya Park-park itu Koreah Bu!"


"Eh, di kampung kita juga ada. Itu mah bukan keponakan Bu Kokom, tapi suami Bu Kokom kan Pak Ju! Juremi!"


Gelak tawa menghiasi ruangan itu, membuat lega Kimmy karena bu Kokom ternyata hanya halu.


"Eh, silakan diminum dan dinikmati ya Ibu-ibu?" ujar Bu Amy mempersilakan.


"Oh ya!" Mereka menyeruput teh dan menikmati jajanan Singapura yang dibeli oleh Kimmy.


"Difoto, Mbak Kimmy!" pinta para ibu norak itu.


Kimmy pun menuruti para ibu. Dia mengambil gambar-gambar yang entah nantinya akan dikirim pada siapa.


"Ini apa?"


"Itu coklat, Bu."


"Mmm ... enak! Kalo ini?"


"Keripik telur asin," jawab Kimmy sabar. Mereka menanyakan nama, bahan, harga, tempat jualan hingga nama penjual. Membuat Kimmy kelabakan.


*


Setelah puas menikmati dan menanyakan apa saja yang mereka makan, para ibu itu bergegas pamit. Kimmy yang tak enak, karena para ibu telah menyempatkan diri mengunjunginya, memberi mereka kesempatan untuk memilih oleh-oleh yang ada di kantong.


Para ibu dengan malu-malu kucing mengangguk lalu menyerbu kantong plastik.


Sebuah gantungan kunci incaran Raka pun ikut terbawa oleh para ibu.


"Makasih, Mbak Kimmy!" ucap mereka puas mengantongi oleh-oleh asli Singapura yang akan mereka pamerkan pada siapapun yang bertemu.


"Sama-sama, Bu! Makasih kunjungannya!" teriak Kimmy lega.


*


"Kak, mana gantungan kunciku?" tanya Raka.


"Oh, ikut kebawa ibu-ibu tadi yang datang!" jawab Kimmy santai.


"Aaah ... gimana sih??" gerutunya.


"Nah, itu kamu kan yang bilang-bilang Kakakmu mau pergi ke Singapura! Makanya kalo ada ibu-ibu lagi bergosip, jangan suka ikut-ikut nimbrung!" omel Bu Amy pada Raka.


"Iya, Ma ... Raka kapok!" sahutnya terisak menyesal bahwa dia telah membocorkan kabar kakaknya berwisata ke Singapura.


******

__ADS_1


Stop plagiarisme!


Melanggar hak cipta orang lain masuk dalam UU nomor 19 tahun 2002 pasal 72 ayat (1) yang berisi hukum pidana maksimal 7 tahun dan denda maksimal 5 Miliar Rupiah.


__ADS_2