
Ternyata Raja membawaku ke sebuah tempat. Disana Raja berkata padaku.
"Sha" ucapnya lembut yang berhasil membuat jantungku berpindah ke lambung. "Apa" hanya ku jawab singkat. "Gua... " ucapnya tertahan.
"Gua suka sama lo" Ujarnya sambil tersenyum lebar.
"teross?" jawabku ketus namun dalam hatiku sepertinya sudah salto salto.
"Lo mau nggak? " tanya Raja mengantung.
"hah?" kataku bertanya
"lo mau nggak jadi pacar gua" katanya dengan senyum yang masih terlekat dibibirnya.aku yang tertegun mendengar pernyataan Raja pun sontak mengganguk.
Raja tampak bahagia saat aku menggaguk namun, sorot matanya aneh. Seperti.... ya anehh. Pagi harinya ku pilih cerita ke pada Dina soal itu, Dina nampak senang dan bahagia padahal yang jadian aku.
"Ih kayak cerita dongeng aja idup lo" ujar Dina padaku
"iya dong, gua kan princees Alesha" Jawabku PD.
"eh gua mau ke perpus lo mau nemenin kagak Din?" tanyaku
"nggak lo aja sana hus hus" Kata Dina mengusir.
__ADS_1
Aku berjalan menuju Perpustakaan untuk mengambil salah satu buku yang sering kujadikan bahan referensi ketika ujian. Perpustakaan ada diujung sekolah ini, aku harus melewati koridor sekolah yang lumayan panjang. saat aku berada di tengah tengah koridor ku dengar ada suara tawa. aku memilih mendengarkanya ternyata mereka sedang menertawakanku.
"Dia lagsung terima lo gitu ja?! " ucap Ridwan sambil tertawa.
"Hahaha gila gila nggak tau apa ya kalo gua nggak suka sama dia" Tawa Raja yang dapat membuat hatiku runtuh seketika.
"Baperin aja dia Ja" Ujar Budi kelas 10 IPA 1.
"Itu sih niat gua kalo dia udah baper gua tinggal deh, hahahahh" ujar Raja pada teman temannya. Aku yang sudah tersulut emosi kemudian menghadap mereka.
PLAKK
ya aku menampar Raja, sebenarnya jika dibunuh tak dipenjara aku sudah membunuhnya didepan teman temannya yang tak kalah beren*sek itu.
"Kenapa lo?" tanya Dina padaku
"Lo kenapa Sha?" Ujar Andika salah satu temanku
"Udah kesana dulu yuk" ajak Dina, aku tau betul Dina. Ia membawaku kesana karena itu adalah tempat sepi untuk mengobrol dan seperti yang sudah kujelaskan aku tak suka Curhat.
"R-Raja D-din" kataku sambil terisak.
"kenapa Raja?" tanya Dina sektika
__ADS_1
"R-Raja cuma mau mainin G-gua Din.. huaaaa" kataku dan kembali lagi menangis.
" APAA?!, Dia cuma mau mainin lo doang?! "
aku mengganguk. Dina menyuruhku menunggu ditempat ini. sendirian.... setelah beberapa menit Dina kembali sambil membawa tasnya dan tasku.
"Kita izin aja, gua tau perasaan lo" ujar Dina kemudian
"gua bakal temenin lo dirumah gua ya" tanya Dina padaku sambil memegang bahuku.
"G-gua bakal bikin perhitungan sama Raja?! " ujar Dina penuh kebencian.
Sebelumnya DINA AYU MAHARANI adalah anak dari seorang konglemerat jadi jangan ditanya rumahnya pasti besar dan hanya ia tinggali sendiri.
BACK
Dina lagsung menelpon bawahannya untuk menjemputnya. selang beberapa menit jemputan Dina datang aku ikut bersamanya. Diperjalanan Pak Budi atau sopir Dina bertanya tanya, aku hanya bisa mengganguk dan tersenyum paksa.
Setelah sampai dirumah Dina, Dina langsung menggajakku untuk kekamarnya. Kamar Dina begitu luas, kira kira se kelas aku lah.
"Udah lo kalo mau nangis dipuasin dulu aja, gua mau turun mau bikin makanan" ujar Dina padaku. aku yang sedari tadi menahan tangis langsung memeluk guling dan menangis deras disitu.... tiba tiba ada yang mengirimku pesan ya itu adalah Raja
TO BE CONTINUE
__ADS_1