
"Sha!!!" Teriak Raja memanggilku. Dengan Reflek Aku menoleh dan mendapati Raja terengah engah.
"ngapain lo?.siang gini nggak ada hantu kali" Ucapku kepadanya dengan sedikit nada mengejek.
"Bantuin gua ya,plissss"Mata Raja terlihat membesar dan tangannya disatukan.
"Bantuin apa?"Tanya ku kepandanya
"Bantuin gua nembak Rahma ya" Pinta Raja.
"nggak kalo itu, lo urus sendiri kisah romansa lo. gua nggak mau ikut ikut" Jawabku acuh. Sebenarnya aku sudah naksir Raja sejak lama, tepatnya kelas 3 SD. waktu itu.. benar benar berjalan dengan cepat.
"ayolah bantuin gua sekali ini aja" Aku mendengus kesal melihat dia memaksa agar aku membantunnya.
"Kok lo jadi maksa sih?!" Bentakku kepadannya
Raja terlihat mengerutkan dahinya. Aku hendak berjalan meninggalkan Raja namun tiba tiba.
BRUKK
Aku terjatuh karena kaki Raja yang sengaja menjegal ku. Aku hanya bisa merintih kesakitan sedangkan Raja? Tertawa terbahak bahak.
"Makannya kalo orang udah minta baik baik tu, diterima. Tau kan Akibatnya" ucap Raja
"Lagian kenapa coba lo nggak mau bantu gua, lo naksir gua?, cih sampe kapanpun gua nggak akan suka sama lo" Sindir Raja pedas
Sebenarnya aku ingin menangis ketika mendengar kata kata Raja namun seorang ALESHA memangis sepertinya bukan profesiku. Aku memilih berdiri dan menghadap Raja lagi.
"Gua bantuin" Ucapku lalu membalik badan kearah lain dan berlari menuju toilet.
__ADS_1
Ditoilet hatiku seperti ditusuk tusuk. Perkataan Raja ada benarnya ia tak akan suka kepada gadis sepertiku. ia lebih suka wanita pendiam nan anggun dan sementara aku? sedikit Tomboy dan tak anggun sedikitpun.
Bel berbunyi, aku lalu masuk kedalam kelas. Disana sudah ada Raja dengan senyum menggembang di wajahnya. andai senyum itu untukku.
Aku berjalan menuju bangku ku yang berada di samping Raja.
"Gua tunggu lo di cafe kayla ya habis pulang sekolah?" Ajak Raja padaku. Aku hanya mengganguk dan mengiyakan.
sepulang sekolah aku menuju kamar dan langsung ganti baju. Di perjalanan aku hanya memikirkan bagaimana jika Rahma menerima perasaan Raja?. apa aku bisa move on dari Raja, mengingat sudah bertahun tahun aku menyembunyikan rasa ini. Bahkan yang tau hal ini hanya Dina sahabat ku.
Tiba tiba masuk Chat dari Raja
RAJA
Raja
**Alesha**
*hmmm*...
sekitar 5 menit kemudian aku sudah berada di cafe yabg Raja maksud. Aku mencari Raja dan ternyata Raka duduk di pojok dan sedang minum es krim (es krim itu dimakan atau di minum sih?) 😂
__ADS_1
aku langsung duduk dihadapan Raja.
"Cepetan gua sibuk" Kataku berbohong
"aelah, yaudah. Gimana? " tanyanya
"apannya yang gimana? "
"Cara nembak nya gimana bambang" Ujar Raka
"Gimana kalau didepan kelas atau dilapangan" walaupun hatiku sakit ketika menggatakan ini namun aku berakting seolah olah ini tidak masalah bagiku.
"ide bagus terus gua harus bawa apa? " tanya Raka lagi
"kalo lo tajir bawa cincin, kalo lo kere bawa dosa juga kagak ngapa nngapa" kataku santai
"oke gua bakal beli cincin"
Aku terkejut mendengar pernyataan Raja yang rela membelikan perhiasaan demi status yang masih bisa berakhir kapan saja.
"temenin gua beli cincin yok"ajak Raja
"gak gua dah bilang gua sibuk" tolakku ketus
"as yaudah lah gua pilih sendiri, tapi awas ya kalo lu bohong" Ancam Raja
"bohong apaan"tanyaku
"pura pura sok sibuk"
__ADS_1