Cintai Aku!

Cintai Aku!
Kamuflase


__ADS_3

Kimmy tersenyum manis pada Amoy. Dia beranjak akan membuatkan minuman untuk gadis itu.


"Eh, mau kemana?" tanya Amoy pada Kimmy saat dia berbalik akan masuk.


"Bikin minum. Kamu haus kan, Mbak?" tanya Kimmy.


"J-jangan!" cegah Amoy, teringat kejadian waktu itu, sakit perut setelah minum di apartemen Felix. Mulas dua hari mampu menguras isi perutnya.


"Tenang, hanya jus, dan nggak basi."


Kimmy tetap melanjutkan langkahnya masuk.


"Jadi, minuman waktu itu basi?" gumam Amoy pelan, mengelus perutnya.


Felix menghadang Kimmy di balik gorden dengan mata melotot.


"Kamu mau apa?" bisik Felix.


"Bikinin minum," jawab Kimmy singkat.


"Eh, nanti dia lama!" ujar Felix kesal.


"Ya udah sana suruh pulang!" jawab Kimmy tak kalah kesal.


"I-iya, iya, terserah kamulah menghadapinya!" Akhirnya Felix mengalah.


"Tunggu di situ!" tunjuk Kimmy ke arah Felix berdiri.


"Iya, galak amat ...." Felix memegangi pinggiran gorden, memasang wajah memelas.


Kimmy masuk dan menjelaskan pada kedua orang tuanya tentang perempuan wartawan itu. Untunglah mereka memahaminya.


Kimmy berbisik pada mamanya agar melakukan rencana di pikirannya, kemudian dia membuatkan Amoy segelas jus sayuran, dia perkirakan perempuan itu tak akan bisa menghabiskannya dalam satu jam.


"Silakan," ujar Kimmy menaruh gelas besar berisi jus sayuran itu. Sawi pahit, kecipir dan pare bercampur jadi satu di dalamnya.


Amoy mengernyitkan dahi menatap ke arah gelas. Curiga.


"Apa ini?"


"Jus sayur ala desa," ujar Kimmy berdusta. Padahal, orang kota pun minum minuman itu.


Amoy mencicipi sedikit demi sedikit jus itu, agak menarik bibirnya dan menyipitkan mata saat tegukan pertama.


Sang mama melancarkan aksi.


"Felix, ayo, masuk kamar!" ajak Bu Amy.


"K-kenapa, Ma?"


"Ayo, nurut aja! Nanti aku jelasin!"


Felix menurut saja perintah ibu mertuanya. Dia mengangguk lalu mengikuti wanita paruh baya itu. Di dalam, bu Amy melakukan sesuatu pada Felix sambil menjelaskan apa rencana Kimmy untuknya melarikan diri dari perempuan itu.


"Emmm ... Felix, mana?" tanya Amoy lagi memegangi gelas berisi jusnya yang belum habis.


"Eh, diminum dulu," jawab Kimmy mengulur waktu.


"I-iya," ujar Amoy terpaksa meneguk lagi jus yang kata Kimmy itu adalah jus selamat datang di desa itu. Jika tak habis, maka akan terjadi sesuatu yang aneh pada pengunjung yang datang.


Tegukan yang kedua, Amoy menjulurkan lidah dan menyipitkan mata.


"Felix, mana?" tanya Amoy lagi sambil mengecap rasa pahit.

__ADS_1


"Nggak tau," jawab Kimmy.


"Lho, tadi aku lihat ...." ujar Amoy tertahan saat Kimmy mendorong tangan perempuan yang memegang gelas jus ke mulutnya.


Terpaksa Amoy meneguk lagi. Kali ini menggelengkan kepalanya, tak kuat. Namun, dari pada sesuatu terjadi padanya, dia tetap akan menghabiskan jus itu.


"Ini boleh dibawa pulang?" tanya Amoy.


"Nggak!" sahut Kimmy.


"Mm ... baiklah, asal aku bisa ketemu Felix. Tadi ada bapak-bapak bilang kalo Felix itu udah beristri?" tanya Amoy lagi.


"Gosip," jawab Kimmy mendorong lagi tangan Amoy ke mulutnya.


Tegukan selanjutkan Amoy terlihat mau muntah.


"Jadi, gosip ya?" Agak senang. Namun, kembali cemas melihat isi gelas yang masih tiga perempatnya.


"Kayaknya aku udah minum banyak, kok masih banyak juga ya?" gumamnya mengamati isi gelas yang dia putar-putar.


Hampir satu jam Amoy menghabiskan jus dan sekarang tinggal seperempatnya. Kimmy terbelalak. Dia sendiri bakal muntah kalau minum dua teguk saja.


Dia benar-benar cinta mati pada Bos Pelix! Hingga berkorban seperti itu untuk menemuinya!


"Tadi kan Felix di dalam? Itu mobilnya parkir di sebelah kan?" ujar Amoy, ngeyel.


"Itu tanteku," jawab Kimmy melirik ke gelas.


Amoy cepat-cepat menghabiskan jus, meski mual-mual pada akhirnya. Usai mualnya mereda, Amoy mengangkat kedua tangannya seraya mengucap hore. Lalu, teringat lagi akan perkataan Kimmy bahwa yang dia lihat sekilas tadi adalah tante gadis di depannya.


"Masa sih?" ujar Amoy tak percaya.


"Eh, nggak percaya! Itu maminya Kak Pelix! Dia bawa mobil Kak Pelix karena abis nganter anaknya ke bandara!" kilah Kimmy.


"Yee nggak percaya! Aku suruh keluar, ya?"


Amoy mengangguk.


"Sekalian aku perkenalkan diri, boleh?" kejar Amoy.


"Ya ... boleh lah! Kalo tanteku mau! Tunggu, ya?"


Amoy mengangguk-angguk cepat. Kimmy beranjak masuk ke dalam. Dia mencari Felix dan mamanya. Gadis itu terbelalak saat melihat wanita cantik yang sedang dibedaki oleh sang mama.


"Cantik! Cantik, Bos!" Kimmy mengacungkan kedua ibu jarinya ke depan muka Felix.


Felix mendengus. "Ide apa-apaan ini!"


"Eit, eit, jangan marah .... Ini untuk kebaikanmu! Nanti jangan bicara sepatah kata pun karena suaramu nge-bass! Aku yang akan jadi juru bicaramu! Tinggal pake isyarat aja, ya?" kekeh Kimmy.


Felix kembali mengerucutkan bibirnya. Bu Amy terkekeh melihat wajah menantunya itu.


"Udah siap? Ayo!" ajak Kimmy ke depan.


Felix berdiri dan berjalan dengan gagah.


"Woi! Jalannya kondisikan, Bos!" desis Kimmy.


Dress yang dipakai Felix sangat ketat. Belum sumpalan di bra yang dia pakai, big size.


Felix agak takut tatkala melihat Amoy yang terkesima melihatnya.


"D-dia curiga tidak?" bisik Felix.

__ADS_1


"Nggak! Aku yang akan jawab."


Kimmy menarik tangan Felix duduk di depan Amoy. Si Amoy mengamati Felix, dari atas ke bawah.


"Mirip ...." desisnya.


"Tante, ini temen Kak Pelix, namanya Amoy!" ujar Kimmy memperkenalkan wanita itu.


"Ehm ...." jawab Felix kemayu.


Kimmy hampir meledakkan tawa melihat kacaunya Felix.


"Saya Amoy, calon menantu anda, Nyonya ...." Ucapan gadis itu terpotong. Dia belum mengetahui nama maminya Felix.


"Pela, Tante Pela."


Kimmy menangkap.


"Oh, Nyonya Fela!" lanjut Amoy mengulurkan tangannya.


Namun, ditepis oleh Felix.


"Tante Pela nggak mau disentuh. Dia takut kena virus, dia gampang sekali terkena virus," jawab Kimmy.


"Oh ...." Dengan kecewa Amoy menurunkan tangan.


"Tante, boleh dong kapan-kapan kita belanja bareng, makan-makan gitu?" tawar Amoy.


Felix menggeleng.


"Dia tak suka pergi bersama sesama wanita, nanti dikira lesbing," jawab Kimmy.


Amoy terhenyak.


Gimana aku bisa mendekati wanita ini untuk mendapatkan anaknya?


"Kok kamu terus yang jawab?" tanya Amoy pada Kimmy.


"Dia bisu," sahut Kimmy.


"Aaah."


Amoy menutup mulutnya dengan tangan.


"Mbak, kami mau pergi, kalo kamu mau ketemu Kak Pelix, mungkin tahun depan!" ujar Kimmy.


"Dia ditugaskan sampai satu tahun di Eropa!" lanjut Kimmy.


Mata Amoy berbinar.


"Pas sekali! Aku kesini mau bilang ke Felix kalo aku dibuang ke Eropa! Aku akan segera menemuinya di sana!" seru Amoy, beranjak dan mengecup tangan tante Fela abal-abal itu.


Lalu, gadis itu berpamitan dengan Kimmy bersemangat.


"Aku pesan tiket dulu! Semoga bisa menyusul Felix-ku!!" teriaknya, berlari keluar menabraki ayam-ayam di luar rumah Kimmy.



******


Stop plagiarisme!


Melanggar hak cipta orang lain masuk dalam UU nomor 19 tahun 2002 pasal 72 ayat (1) yang berisi hukum pidana maksimal 7 tahun dan denda maksimal 5 Miliar Rupiah.

__ADS_1


__ADS_2