Cintai Aku!

Cintai Aku!
Tangkap Buket Bunga!


__ADS_3

Di sebuah ruang rias, mata Ozkan tak lepas dari seorang gadis yang sedang dirias, memakai sebuah dress yang dia pilih sendiri di toko tempat dia bekerja.


Rambut hitam legam dibiarkan tergerai dan hanya diberi sedikit ornamen karena melihat wajahnya saja sudah cukup menarik tanpa hiasan apapun.


"Nggak usah pakai blush on. Pipinya sudah kemerahan."


Ucapan perias itu makin membuat pipi Vita merona karena terus dipandangi oleh Ozkan yang sudah siap duduk di kursi tunggu ruang rias. Ozkan menahan tawa saat menyadari pipi kemerahan Vita bukan karena blush on melainkan tersipu malu.


"Gandeng," titah Ozkan menyodorkan lengan ke depan Vita.


Gadis itu gugup dan hanya menunduk. Namun, akhirnya tangannya masuk juga ke lubang besar yang dibuat oleh Ozkan dengan tangannya. Vita pun menggamit lengan kokoh Ozkan. Bau parfum yang khas dari jas pria itu sangat dikenal oleh Vita. Sekarang dia bisa mencium bau parfum lembut di samping.


Ozkan membukakan pintu mobil dan mempersilakan gadis itu masuk ke dalam mobilnya. Vita senang sekali diperlakukan dengan sangat terhormat, bukan lagi seperti pelayan toko yang selalu melayani pembeli. Namun, dia tak pernah mengeluh saat melayani pembeli. Semua dia lakukan dengan ikhlas.


***


"Yuk, masuk. Acara sudah mulai."


Ozkan menggandeng tangan Vita lagi setelah membubuhkan tanda tangan di atas sebuah buku tamu.


"Iya, Tuan Ozkan."


"Psst, panggil aku Ozkan mulai sekarang."


Vita nyengir, dia merasa aneh saat menyebut nama bossnya hanya nama saja tanpa embel-embel.


"T-tapi—"


"Nggak usah protes. Nurut aja, panggil Ozkan. Tak akan dipecat."


"Baik, Oz-kan."


Senyum puas menghiasi wajah Ozkan. Lelaki itu menarik tangan Vita, lalu mengajaknya masuk.


"Eh, Ate Pita!" teriak seorang anak kecil yang sedang berlari-lari dengan dua anak kembar.


"Lho, Lingga? Kok di sini?" tanya Vita kaget.


"Kan ini ultahnya Ate Susan," sahut mereka bertiga lucu. Setahu mereka, Susan sedang ulang tahun.


Ozkan mengerutkan dahi saat melihat Vita berbicara dengan ketiga anak itu. Dia nampal akrab sekali hingga satu orang wanita yang mirip dengan Vita mendekatinya.


"Pita, kamu kenal sama pengantin? Kenapa nggak bilang? Kan bisa bareng sama kita?" celetuk Kimmy.


"Mm ... anu, Kak. Aku ...." Vita tergagap bingung mau menjelaskan seperti apa, karena Ozkan sedang menungguinya.


Di saat kebingungan, Ozkan mendekati mereka dan langsung mengulurkan tangan pada Kimmy.


"Selamat siang, Kak. Saya Ozkan. Saya mengajak Vita untuk menghadiri acara pernikahan kedua teman saya, Yoshua dan Susan. Mohon maaf jika Kakak kurang berkenan."


Kimmy menatap Ozkan dari atas ke bawah. Pandangannya bergulir ke wajah Vita.


"Kalian itu pacaran yang bener, ya? Eh, Ozkan. Pita ini kan ngekost, mau kusuruh tinggal di rumah, tapi dia nggak mau. Awas ya kalo kalian macam-macam pacarannya, kunikahin kalian!" ancam Kimmy keluar taringnya.


"Kak, anu ... kita bukan—"


"Kakak, jangan kuatir. Kalo pacaran, saya pasti akan menjaga Vita kok. Ini kartu nama saya, Kak."


Ozkan menyodorkan sebuah kartu nama ke tangan Kimmy. Wanita itu langsung menerimanya. Dia membaca nama Ozkan dengan alamatnya.


"Ok, ini kartu aku simpan. Ingat perkataanmu baik-baik, ya? Mendingan kalo serius, besok datang ke rumah, lamar baik-baik sama orang tua kami. Biar tak ada desas-desus nggak jelas! Tau aku gaya pacaran jaman now!" omel Kimmy.

__ADS_1


"Oh, gitu ya Kak? Boleh datang ke rumah?" tanya Ozkan.


"Ya harus!" sahut Kimmy.


Sementara itu Vita kebingungan menghentikan pembicaraan mereka, hingga tak sepatah kata pun sempat keluar dari mulutnya.


"Ya, Kak. Besok sore saya datang ke sana."


"Kasih tuh alamat kita, Pit!" titah Kimmy pada Vita yang melongo.


***


Susan menghela napas lega melihat cincin melingkar di jari manisnya. Dua cincin, yang pertama cincin lamaran, yang kedua cincin pernikahan berukir nama Yoshua di dalamnya.


Yoshua melirik tersenyum ke arah Susan. Mereka saling menjalin jemari dan mendengarkan suara pembawa acara di depan panggung. Tertawa saat semua orang berkumpul di depan dan menari ala Itik-Otok.


Suasana pesta sangat meriah, pembawa acara membuat acara dengan antusias. Cindymetaarlinda Wedding Organizer memang salah satu WO yang terkenal di kota itu. Mereka sangat professional. Pesta pernikahan Susan menjadi sangat berkesan.


"Selamat ya, Yoshua, Susan!" ucap Ozkan saat dia sampai di atas pelaminan.


"Makasih, Oz. Atas bantuan lu, kami bisa bersatu."


Yoshua memeluk erat sahabatnya itu. Dia menepuk lengan Ozkan berkali-kali. Mereka sejenak larut dalam keharuan.


"Doakan gue nyusul kalian, ya?" ujar Ozkan setelah menyalami kedua pengantin, melirik ke arah Vita.


Wajah Vita merona, memerah seketika. Dia langsung menyalami pengantin untuk mengalihkan rasa malunya.


"Kok mirip Kak Kimmy, ya?" desis Susan menatap wajah Vita.


"I-iya, Kak Susan. Saya adiknya."


Susan menghela napas dan tersenyum lega. Gadis yang dikenal oleh Ozkan jelas siapa.


Ozkan mengajak Vita untuk turun dari atas pelaminan dan menikmati hidangan pesta.


"Serius, Tuan ... eh, maksudku, Ozkan mau datang ke rumah besok?" tanya Vita takut-takut.


"Kalo ada serius, duarius, tigarius, seratus rius, kamu pilih yang mana?" tanya Ozkan.


"Serius," sahut Vita menatap Ozkan dengan mata beningnya.


"Nah, itu."


Ozkan kembali menikmati masakan pesta. Dia melirik ke arah Vita yang nampak galau.


"Kamu cemas sekali aku mau datang, kamu punya cowok?" tanya Ozkan.


"Mm ... nggak, tapi Papa sama Mama kaget nggak ya, besok? Kan aku baru saja lulus sekolah udah dilamar ...." beber Vita.


Ozkan tergelak mendengar kalimat yang lolos dari mulut Vita. Gadis itu ternyata sangat lugu. Dia memikirkan orang tuanya.


"Aku hanya memperkenalkan diri dulu, kok. Agar keluargamu tak risau memikirkan anaknya pacaran sama siapa. Coba cowok lain, nggak bakalan gitu, kan? Kalo kamu mau bekerja dulu, silakan. Kamu setuju, kan kalo gitu?" tanya Ozkan.


Vita mendengarkan dengan saksama, dia mengangguk dan tersenyum tipis.


"Nah, berarti kamu setuju kan kalo aku selalu antar-jemput kamu pas kerja setelah aku ijin sama orang tuamu? Trus mengurung hatimu di sini," goda Ozkan menunjuk ke dadanya.


Vita tersipu malu. Secara tak langsung, Ozkan menawarkan diri menjadi kekasihnya. Dia mengangguk pasrah dengan jantung yang tiba-tiba berdebar tak beraturan.


Suara pembawa acara membuat percakapan mereka teralih ke sebuah acara. Pelemparan buket bunga. Ozkan mendorong Vita agar ikut beberapa orang wanita di belakang pengantin wanita. Dengan bingung, Vita pun terpaksa turut serta berdiri di sudut sendiri.

__ADS_1


Saat Susan melemparkan bunga yang disengaja ia lempar ke sudut, Vita menangkapnya bahkan tak perlu banyak usaha. Buket itu terlempar ke dadanya.


Semua orang bersuka ria, kecuali Kimmy. Dia mendekati Vita dan Ozkan.


"Dapet buket bunga, awas ya kalo besok tekdung dulu sebelum nikah!" ancamnya membuat semua orang tertawa.


-END-


***


Makasih sayangku semua, sudah stay tune menunggu up, walau lama nian aku suka kena writer's block .... Love you semua yaa, maaf nggak bisa kusebutkan satu per satu semua yang sudah kasih dukungan padaku dengan mengetikkan komentar dan jempolnya. Setiap aku up, kehadiran kalian bikin aku senyum-senyum sendiri. Yakin kalian adalah moodbooster aku di Mangatoon ini.


Khusus teruntuk Ribka Stefany yang gabut bikinin poster, mami makasih bangat ya chayang, kegabutanmu itu berfaedah, hahaha ....


LOVE YOU TO THE MOON AND BACK, KALIAN SEMUAA ...


Oh ya, kalian juga bisa mampir ke karya author-author cucok ini yaa ....




Sery - Menikah Dengan Om Sahabatku


(Kocak lho tiga sahabatan sampe ke anak-anaknya yang entahlah aku suka bacanya, super seru pokoknya! Baca aja.)




HeniNurr - Pilih Aku, Aruna...


(Tentang si MC yang diselingkuhi oleh suaminya, gemes banget deh pengen bejek-bejek.)




Chocollacious - Good Partner


(Buat yang suka cerita detektif bercampur romantis, udah END juga.)




Chida - Kiss Me


(Suka yang romantis abis, baca deh ... Udah END juga)




Ananda Andin Angraini - Cinta Untuk Pengasuhku


(Ceritanya gemes abis... ON GOING)



__ADS_1


******



__ADS_2