Cintai Aku!

Cintai Aku!
Siapa Cemburu?


__ADS_3

Kimmy menggendong Kin yang sudah dia mandikan.


"Tuan Kin, duduk di kursi makan ya? Saya ambilkan makan dulu ...." ujar Kimmy seraya meletakkan balita itu di kursi dengan hati-hati.


Kimmy sangat bersemangat hari itu. Dia akan menyaksikan seorang chef lelaki yang keren dan pastinya akan tambah keren jika memasak.


Sejenak dia melupakan kesedihan atas kerusakan ponselnya.


Usai semua siap, bersamaan dengan itu seorang pelayan memberitahu Nona bahwa chef sudah datang. Hari telah agak siang. Bianca langsung beranjak dan menemui Chef Juno seperti kemarin.


"Maaf, Nona. Saya terlambat datang. Tadi ada sedikit masalah di restoran!" ujar Chef membungkuk.


"Oh, tidak masalah."


Bianca mengibaskan tangannya.


"Mari, Chef. Kita langsung saja ke TKP!" canda Bianca dengan jari telunjuk dan ibu jari menunjuk ke dapur khusus.


Chef Juno tergelak mendengarnya. Senyumnya mencetak dua lesung pipit di kedua pipi.


"Chef jangan senyum gitu di depan mentega ...." ujar Bianca sambil berjalan ke dapur.


"Kenapa, Nona?" tanya si chef.


"Nanti, menteganya meleleh ...." jawab Bianca mengambil apron pink yang tergantung di belakang pintu dapur.


Kembali Chef Juno terkekeh mendengar candaan Bianca di belakangnya. Kimmy tak tahu apa yang sedang mereka perbincangkan. Dia sedikit terbelalak melihat dua lesung pipit menghias wajah tampan itu.


Bianca mendekati Kimmy selagi menunggu chef memakai apron putihnya.


"Kim, Kim, hapus air liurmu!" bisiknya tergelak.


Kimmy langsung mengusap dagunya yang kering.


"Ugh, Bos Nona!" desisnya tersenyum malu. Bianca terbahak melihat asistennya yang refleks mengusap dagu itu.


"Oh, tuan kecil di sini juga!" sapa Chef Juno menangkap keberadaan si balita.

__ADS_1


Setelah sebentar menyapa, sang chef memulai pelajaran memasak.


Begitu kerennya pria itu saat menyiapkan bahan masakan. Dia melempar ketimun ke atas dan menangkapnya sambil memutar tubuh. Membuat atraksi menarik untuk tontonan Kin sebenarnya, tapi lebih tepatnya, yang terpana malah kedua perempuan itu.


*


"Felix, kita kerjakan semua ini di rumah saja! Aku agak lelah setelah pulang semalam, masih harus melayani kemauan istri!" ajak Key.


Kemauan istri?


Dahi Felix berkerut.


"Felix, jangan berpikiran aneh-aneh. Dia mau aku menggendong Kin malam-malam saat Kin minta minum! Padahal semalam Kin beberapa kali terbangun, mungkin lelah juga. Bukan nafkah batin!" ujar Key.


"Iya, Tuan Key!"


Pria itu mengikuti tuannya ke mobil. Mereka melaju kembali ke rumah saat menjelang siang. Key sangat lelah hingga tertidur di dalam mobilnya.


Felix membiarkan tuannya tidur sepanjang perjalanan pulang.


Mereka kemudian berjalan dengan cool memasuki rumah.


Tap. Tap. Tap.


Kedua pria itu sudah akan menaiki tangga di anak tangga ketiga, dan terhenti saat mendengar suara tepuk tangan heboh di dalam dapur khusus. Bau wangi masakan pun tercium dari arah dapur itu.


Tambah lagi sorak sorak bergembira dari dalam dapur.


Key dan Felix saling berpandangan.


"Nona Bianca sedang kursus memasak kan, Tuan?" ujar Felix.


"Iya. Kok seperti acara ulang tahun?" sahut Key mengernyitkan dahi.


Dia berbalik turun dan berjalan menuju ke dapur khusus itu. Key memegang handle pintu kemudian menempelkan telinganya sedikit ke pintu. Suara seorang lelaki agak terdengar dari dalam.


"Lelaki?" Dia memalingkan wajahnya ke Felix.

__ADS_1


Pria itu hanya mengangkat bahu. Key melotot pada si asisten akan ketidaktahuannya.


Pintu akhirnya dia buka dan ... semua yang di dalam seketika terdiam, terkejut akan kehadirannya di ambang pintu. Hanya tertinggal gelak tawa Kin yang tak mengerti situasi.


Kue dadar yang chef Juno lempar ke atas pun akhirnya tak tepat jatuh ke sasaran, tapi malah menjatuhi rambutnya. Pria itu sontak membenahi tatanan rambutnya. Terlihat keren saat itu, saat dua perempuan yang menatap Key, memilih menatap chef yang menyibakkan rambutnya ke belakang.


"Selamat pagi menjelang siang, Tuan Key," sapa sang chef tanpa rasa apapun membungkuk pada pria pemilik rumah itu.


Sementara jantung kedua perempuan itu berdebar tidak karuan.


Key hanya tersenyum kecut menatap pria tampan di depannya. Dalam hatinya pun mengakui ketampanannya.


Aku saja melihatnya tampan, apalagi dua perempuan itu?


Dalam situasi demikian, Felix hanya mendengus, dalam hati tentunya.


"Selamat pagi menjelang siang ... Chef!"


Agak lama menyebut kata 'chef'.


Dua perempuan itu masih jadi salah tingkah. Kimmy kembali menyuapi Kin, dan Bianca meraih pisau dan asal mengupasi bawang bombay yang tak dibutuhkan.


Agak canggung suasananya hingga suara Key memecah kecanggungan itu.


"Besok, aku yang akan kursus masak!" ujarnya.


Kedua perempuan dan seorang chef itu terbengong setelah lagi si asisten pria menyusul ucapan tuannya.


"Saya juga!"


Key memutar kepalanya menatap ke sang asisten, heran. Keheranan itu diikuti oleh Bianca dan Kimmy, juga sang chef. Mereka semua menatap pada Felix yang terlihat yakin akan perkataannya.


******


Stop plagiarisme!


Melanggar hak cipta orang lain masuk dalam UU nomor 19 tahun 2002 pasal 72 ayat (1) yang berisi hukum pidana maksimal 7 tahun dan denda maksimal 5 Miliar Rupiah.

__ADS_1


__ADS_2