
Pesta pernikahan Laura dan Mike terasa meriah dengan diakhir oleh pelemparan buket bunga.
Bianca mendorong Kimmy agar maju ke depan untuk ikut berebut. Konon, untuk gadis yang bisa mendapatkannya, akan segera menyusul untuk menikah.
"Satu ...."
"Dua ...."
"Tiga!"
Buket bunga mawar itu dilempar oleh Laura ke belakang, tanpa melihat gadis-gadis yang ada di belakangnya. Teriakan gembira saat kesebelas gadis itu saling merebut buket bunga terdengar meriah.
Kimmy terperanjat saat dirinya memegang buket itu. Ya, dia yang mendapatkannya!
Dengan tawa lebar yang tak disukai oleh Felix, Kimmy diberi selamat oleh semua gadis yang berebut. Bahkan Laura dan Bianca.
"Wah, sebentar lagi nyusul!" ujar mereka.
Kimmy hanya tersenyum, mendekap buket bunga yang dia dapatkan. Mencium keharumannya.
Felix mendengus. "Dia bukan mau nikah, tapi mau kawin!"
*
Beberapa hari kemudian.
Minggu itu suasana kantor Sinar Group terasa meriah. Karena lelang tender besar telah dimenangkan oleh perusahaan. Key bertepuk tangan atas usaha seluruh karyawan yang telah bekerja keras memenangkan proyek besar itu.
"Terima kasih, nantinya kita akan bekerja lebih keras untuk menyelesaikan pekerjaan, dengan keuntungan yang tentu saja lebih besar!" ujar pemimpin perusahaan itu.
Semua karyawan menyambut dengan gembira. Dengan demikian, bonus juga akan lancar seperti biasanya.
Key kembali lagi masuk ke ruangannya setelah mengucapkan terima kasih pada seluruh karyawan.
"Felix, kamu boleh beristirahat di akhir pekan ini untuk memulai pekerjaan kita minggu depan," ujar Key lagi, mempertimbangkan pria itu butuh otak yang segar.
"Baik. Terima kasih, Tuan Key."
"Ini." Key menyerahkan empat lembar tiket ke Bali.
"Ini ... apa, Tuan?" tanya Felix kebingungan.
"Aku dapat empat tiket wisata keluarga itu dari klien yang berterima kasih. Sebenarnya untukku dan Bianca, tapi karena Kin yang sedang demam, tiket itu untukmu saja!" ujar Felix.
"Tapi saya ...." ujar Felix.
"Kamu bisa pergi dengan ... siapa, ya?" Key nampak berpikir, mengetuk bibir dengan telunjuk dan jari tengah.
"Oh! Kimmy! Kimmy ... dia pun boleh mengajak temannya. Itu kan ada empat tiket? Nah, kamu ajak temanmu, berikan yang dua ke Kimmy biar dia ajak temannya. Kalau ada rencana mencomblangkan teman, ini saatnya!" seloroh Key bak kebetulan yang keluar dari mulutnya. Pria itu terkekeh.
"Untuk para pelayan rumah juga akan kuberi bonus seperti biasanya, mau pilih uang atau jalan-jalan," tambah Key setelah tawanya reda.
"Ooh, baik, Tuan Key. Terima kasih!" Felix membungkuk. Dia menggenggam erat tiket itu.
Entahlah, sepertinya alam semesta sedang sangat mendukung perasaan Felix.
Felix membawa empat tiket itu pulang, lalu dia mengambil gambarnya. Cekrek!
Jarinya mengetik nama Kimmy untuk dikirimi gambar.
__ADS_1
[Apa itu Bos]
Sebuah pesan balasan dari Kimmy.
[Tiket wisata keluarga ke Bali]
Jawaban Felix.
[Untuk siapa Bos?]
[Ya kita]
Jawaban Felix
[Emot nangis]
Balasan Kimmy. Gadis itu terkejut sekaligus senang akan berwisata.
"Singkat sekali balasannya? Kenapa nangis?" gumam Felix.
[Kamu baru apa, sih?]
Felix kembali mengirim pesan.
[Nennenin Bos Kin]
Felix mengerutkan dahi membacanya.
[Nennenin?]
Kimmy terperanjat membaca pesannya lagi.
[Ketik]
[Mau ngetik nemenin. Emot nangis]
Felix mendengus.
[Kenapa nangis?]
Balas Felix lagi.
[Itu senang]
Jawab Kimmy.
"Bukan emot yang itu kalo senang, stupid!" desis pria itu kesal.
Felix meletakkan ponselnya.
Ting!
Benda pipih itu berbunyi lagi. Felix bergegas membuka pesan masuk.
[Makmu, Bos. HP baru]
"Makmu? Dikasih hp baru malah mengumpat, bawa-bawa emak, pula!"
Tak lama, pesan masuk lagi.
__ADS_1
[Makmum]
[Maklum]
Felix membaca sebentar pesan itu, menggelengkan kepala, lalu meletakkan ponselnya di atas nakas. Dia berbaring dengan kepala bertumpu pada kedua tangan.
"Grrrr ... ah, sudahlah, terserah! Yang penting besok aku dapat tiket ke Bali. Mm ... kira-kira mau ajak siapa lagi atau dua tiketnya aku buang saja?" pikir Felix. Seringai kecurangan muncul di wajahnya.
*
Akhir minggu sampai juga, hari yang dinantikan oleh Felix tiba. Kimmy tak kalah senang karena diberi bonus tiket wisata oleh Bos Nona dan Pak Tuan Bosnya untuk ke Bali. Baru kali pertama itu dia pergi ke sana.
Gadis itu memakai baju yang simple. Bawaannya juga tak banyak seperti gadis kebanyakan. Satu tas pink kumalnya yang selalu dia bawa. Sementara Felix tak kalah simple. Hanya bercelana pendek saja.
Travel reguler yang berisi sepuluhan orang datang. Keduanya segera berpamitan pada tuan dan nonanya lalu menaiki kendaraan penjemput itu.
"Hati-hati ya, kalian! Ingat Felix, minggu depan setelah bersenang-senang kita mulai bekerja keras!" Peringatan dari Key.
"Iya, Tuan!" jawab Felix.
Pintarnya Tuan Key, memberikan kesenangan agar semua otak fresh, baru setelah itu memberi beban berat.
"Sayang, kira-kira mereka mengajak siapa temannya, ya?" tanya Bianca.
Key mengangkat bahu. "Entahlah, yang penting tiket wisata itu tidak hangus saja!"
Bianca mengangguk. Wanita itu menggendong Kin yang selalu ingin dipeluk oleh sang mommy saat demam.
*
"Bos, kenapa ada empat tiket? Trus yang dua buat siapa?" tanya Kimmy saat perjalanan ke mobil private tour.
"Rencana mau aku buang!" sahut Felix.
"Sayang sekali, ya?" ujar Kimmy. "Jadi, kita hanya berdua ini, Bos?"
Felix mengangguk. Dalam hatinya tertawa.
Mereka sampai di travel agent. Kemudian seorang tour leader membawa mereka masuk ke sebuah mobil van.
"Hanya dua orang, Tuan?" tanya tour leader itu memeriksa tiket.
"Iya!" jawab Felix.
"Oh, baiklah. Semoga bulan madu kalian menyenangkan. Silakan masuk!" ujar pria itu ramah.
Kimmy membulatkan mata. "Bulan madu?"
Felix hanya terkekeh mendengar pertanyaan Kimmy yang bernada bingung.
Mobil itu benar-benar hanya berisi mereka berdua, dengan sopir dan seorang tour leader.
******
Maaf readers agak lama update. Kuharap kalian makmu, eh maklum. Karena sebuah inspirasi datangnya gak hanya disiulin trus datang. Kadang harus digelitikin, kadang harus dibawa belanja, wkwkwk....
******
Stop plagiarisme!
__ADS_1
Melanggar hak cipta orang lain masuk dalam UU nomor 19 tahun 2002 pasal 72 ayat (1) yang berisi hukum pidana maksimal 7 tahun dan denda maksimal 5 Miliar Rupiah.