Cintai Aku!

Cintai Aku!
Persiapan Ke Pesta


__ADS_3

Sari, sang perias keluar dari ruangan Kin saat kebelet untuk mengeluarkan hasrat ke kamar mandinya. Dia melihat Kimmy berpakaian seperti itu.


"Kak Kimmy, kenapa memilih gaun itu?" tanya dia.


"I-ini yang sepertinya agak pendek, sih!" jawab Kimmy.


"Oh, sebentar, Kak!" Dia segera berlari ke kamar mandi untuk menuntaskan rasa ingin buang air kecilnya.


Kali ini Bianca yang keluar untuk menelepon mamanya agar segera datang untuk mengasuh Kin. Usai menelepon, dia menatap Kimmy.


"Kimmy, apa tak ada dress lain?" tanya Bianca.


"Ada sih, Bos Nona, tapi saya ... memilih yang ini," jawabnya tersipu.


Sari datang dari bawah, lalu mendekati mereka.


"Sari, coba rias Kimmy dulu. Aku berangkat dulu. Ini sudah mau acara ijab dan Laura ingin agar aku menungguinya. Nanti Felix akan menjemputmu, Kimmy, sekalian aku minta tolong padamu untuk menunggu Mama."


Sari dan Kimmy mengangguk. Bianca segera ke bawah untuk menemui suaminya yang sudah menunggu di bawah bersama Felix. Key sedang membenahi manset lengannya, saat Bianca datang.


"Ayo, Sayang."


"Lho, mana Kimmy?" tanya Key.


"Nanti dia menyusul. Sambil menunggu Mama datang. Biar nanti Felix menjemputnya," ujar Kimmy menatap ke arah Felix yang langsung membungkuk, patuh.


Kali ini Felix tak merasa berat hati untuk menjemput gadis itu. Meski dia menertawai Kimmy, tapi sebenarnya tak masalah juga. Hanya merasa aneh saat gadis itu memakai dress norak itu.


"Ya sudah, ayo kita berangkat. Acara akan dimulai lima belas menit lagi!" ajak Key.


"Iya, Sayang."


Mereka berjalan menuju ke mobil. Gedung pertemuan di pusat kota menjadi tempat pilihan Laura untuk melaksanakan pernikahan dan resepsi.


*


Bu Sinta datang tepat setelah mobil Key pergi. Kimmy menyambut kedatangan wanita itu.


"Selamat pagi, Bos Nyonya."


"Ah, Kimmy. Kamu ini pakai bos, segala. Eh, mau karnaval, Kimmy?" tanya Bu Sinta memperhatikan gadis itu dari atas ke bawah.


Kimmy menggelengkan kepala. "Mau kondangan, Bos Nyonya!"


"Oh ...." Wanita itu hanya mengangguk.

__ADS_1


Anak sekarang dandanannya aneh-aneh.


"Bianca sudah berangkat?" tanya Bu Sinta.


"Udah, Bos Nyonya."


"Oh, kenapa kamu masih di rumah?" Kening Bu Sinta berkerut. "Tujuan kondangan kalian sama kan, ke pernikahan Laura?"


"Iya, saya mau ganti baju dulu," jawab Kimmy polos.


"Hmmm ... gitu. Ya sudah, mana Kin? Cucuku tertampan?" tanya Bu Sinta mengedarkan pandang.


"Di kamarnya, Bos Nyonya. Silakan."


Kimmy berjalan ke kamar Kin, lalu membukakan pintu kamar balita yang masih tidur itu.


"Makasih, Kimmy."


Bu Sinta masuk dan menjaga Kin di kamar itu.


*


"Kak Kimmy, lebih baik pakai dress panjang ini," tunjuk Sari ke tumpukan gaun yang dia bawa.


Gaun yang indah, cocok untuk Kimmy. Gadis itu menatap gaun yang ditunjukkan oleh sang perias.


"Tentu saja bisa, Kak! Ini gaun yang flexible. Kaki Kak Kimmy bisa melangkah sejauhnya, asal jangan menginjak saja!" ujar Sari meyakinkan.


"Ck, hmm ... baiklah, aku terpengaruh olehmu. Akan aku coba."


" ... tapi yaa ... jangan memakai sepatu boots juga ya, Kak?" Sari menatap ke dua kaki Kimmy.


"Nah, lalu aku pakai apa? Aku nggak bisa pakai ...." Ucapan Kimmy terpangkas ketika Sari tak mendengarkan malah mengeluarkan sandal pesta high heels. Kelihatannya tak nyaman.


"Ini cocok untuk Kakak dengan dress itu, sebenarnya aku suka Kak Kimmy pakai sepatu hak tinggi!"


Gadis itu meletakkan sepasang sandal di depan Kimmy.


Kimmy memutar bola matanya. Baru kali ini dia pergi ke pesta pernikahan dengan ribet. Akhirnya karena waktu pun tak bisa diajak kompromi, Kimmy segera memakai baju dibantu oleh Sary. Sepertinya Felix telah sampai di rumah lagi untuk menjemputnya.


Sari bergegas melakukan tugasnya. Dia menghapus coretan Kimmy sebelumnya, lalu memperbaiki dengan merias tipis wajah gadis polos di hadapannya itu. Lipstik tipis pun dipoles di bibir cantik Kimmy dengan professional.


Sari masih mencatok rambut Kimmy yang tadinya bergelombang karena hanya dikuncir, lalu memilihkan anting yang cantik. Disesuaikan dengan apa yang dipakai oleh Kimmy.


Gadis itu mematut diri di cermin sebelum turun menemui Felix. Dia sendiri tak percaya bahwa gambar di cermin adalah dirinya.

__ADS_1


"Oh, apakah itu aku?" tanya Kimmy.


"Tentu saja!" jawab Sari tersenyum.


"Makasih, Sari!" ucap Kimmy sebelum turun dengan tergesa.


"Kak Kimmy, pelan-pelan!" teriak Sari melihat Kimmy berlari turun ke arah pintu. Lalu karena susah, dia melepas high heels-nya dan berlari tanpa alas kaki.


Gadis itu membuka pintu pelan, lalu berdiri di depan pintu memandang Felix yang sibuk memainkan ponselnya. Kimmy memakai high heels-nya lagi.


Felix mengangkat kepala dengan mulut menganga menatap Kimmy. Ponselnya sukses meluncur dari kedua tangan. Cukup lama dia menatap lekat pada gadis itu. Bola mata Felix menelusuri bagian tubuh gadis yang memakai dress itu dari atas ke bawah. Kemudian kembali lagi ke atas.


"Ayo, Bos Pelix!" ajak Kimmy.


Dia berjalan perlahan dengan high heels, lalu turun melewati Felix yang terpana. Matanya mengekori Kimmy. Gadis itu akan jatuh saat tak seimbang berjalan.


Felix segera berlari menangkap tubuh Kimmy. Mereka saling bertatapan.


"Bos ...." panggil Kimmy mesra.


"Iya ...." jawab Felix.


"Kakiku jangan diinjak ...." ujarnya memohon.


Felix menepuk jidatnya, lalu melepas Kimmy dan mengangkat kaki, kemudian membukakan pintu mobil untuk gadis itu dan masuk sendiri ke dalam mobil. Di dalam mobil dia masih memandangi wajah si bunga desa yang tomboy dan ternyata sangat cantik. Kimmy memutar bola matanya saat mobil tak juga jalan.


"Ayo, Bos Pelix! Aku udah lapar!" rengek Kimmy.


"Lapar?" ulang Felix.


"Iya, kan kita mau kondangan ...."


Dasar!


Kimmy merasa lapar setelah dirias begitu lama. Felix tak menjawab lagi. Dia menyalakan mobil, lalu berlalu dari sana.



******


Ayo ... hari Senin, vote yaa ....


******


Stop plagiarisme!

__ADS_1


Melanggar hak cipta orang lain masuk dalam UU nomor 19 tahun 2002 pasal 72 ayat (1) yang berisi hukum pidana maksimal 7 tahun dan denda maksimal 5 Miliar Rupiah.


__ADS_2