
Antonio langsung menatap Antinia dengan pandangan mengintimidasi.
"Tuh dengar Anti! banyak wanita yang menyukai Guntur dan kamu harus berhati-hati. Jangan sampai dia digaet wanita lain yang lebih cantik darimu. Sebagai istri kamu jangan sampai lalai dalam melayaninya," ucap Antonio mengingatkan adik semata wayangnya.
"Iya kak, aku tahu itu. jika aku menikah nanti, aku akan senantiasa taat pada suamiku dan aku akan selalu memberikan yang terbaik padanya"
Antinia mengakui kalau ucapan kakaknya memang benar adanya. Banyak wanita dikantornya yang mendambakan dan berharap menjadi pendamping suaminya. Namun dialah pemenangnya dan dilubuk hatinya yang paling dalam dia sangat bersyukur dan bangga atas karunia yang Tuhan anugerahkan. Demi rasa syukurnya itu dia berjanji akan selalu menjadi istri yang terbaik dan selalu mencintai suaminya dengan sepenuh hati karena Allah dan mengharap ridhoNya agar rumah tangganya selalu mendapatkan kebahagiaan.
"Tapi kamu jangan terlalu mencintainya Antinia, takutnya suatu saat dia menghianatimu dan kamu sudah menyerahkan seluruh hatimu padanya. Tentu hanya rasa sakit yang kamu rasakan jika orang yang sangat kamu Cintai mengecewakanmu" lanjut Antonio yang kembali memberikan nasihat pada adiknya.
"Kalau bagi aku kak, aku akan selalu totalitas dalam melakukan apapun termasuk dalam urusan cinta. Apalagi mencintai suamiku, dimana surgaku ada dibawah telapak kakinya. Jika memang suatu saat dia mengecewakanku dengan menghianatiku atau dengan cara lain. Aku yakin itu adalah yang terbaik, karena wanita baik akan selalu mendapatkan lelaki yang baik, Tuhan lebih tahu apa yang terbaik bagiku. Kakak tahu maksudku?oo Itu artinya Guntur bukanlah lelaki yang terbaik untukku. Semoga Tuhan akan kirimkan lelaki yang lebih baik dari dia sebagai ganti surgaku yang hilang," sanggah Antinia seraya tersenyum.
Antonio dan yang lainnya menggelengkan kepala sembari tersenyum.
"Adikku sungguh pintar," komentar Antonio lagi.
"Artinya kak, kalau berbuat baik itu jangan hitung-hitungan. Kalau dihitung nanti Allah memberikan kita kebaikkan pun hitung-hitungan juga," lanjut Antinia.
"Sudah-sudah, kalian ini malah diskusi sendiri. Sekarang mending kita lanjutkan pembicaraan kita mengenai bagaimana rencana kalian. Guntur, Antinia apa kalian akan menikah secepatnya"
Tuan Antoni sudah tak sabar, dia ingin sekali melihat salah satu dari anaknya segera menikah dan memberinya cucu.
"Dady ini kenapa langsung tanya soal pernikahan kepada mereka. Seharusnya dady tunggu Guntur melamar dan meminta Antinia kepada kita untuk dijadikan dia istri. Baru kita menerima lamaran dan kemudian membicarakan pernikahan, begitu dad!"
__ADS_1
Nyonya Lusi menepuk paha suaminya dengan wajah kesal. Guntur dan Antinia sebuk saling lirik dan tersenyum bahagia. Mereka berdua justru tidak begitu menyimak apa yang diucapkan oleh Tuan dan nyonya rumah.
"Iya dady ini, kesannya Antinia murah banget jadi begitu saja dady serahkan pada Guntur, mentang-mentang Guntur anak baik menurut penilaian dady," sahut Antonio. Kali ini Guntur mulai fokus mendengarkan pembicaraan antara tuan dan nyonya Antoni beserta putra semata wayangnya.
"Tidak apa-apa pak Antoni, saya memang berniat melamar Antinia secepatnya, saya ingin secepatnya menikahi adik anda pak Antinio. Karena tak baik seorang laki-laki dan perempuan jalan berdua tanpa ikatan pernikahan. Takut jadi fitnah dan bahan gunjingan ibu-ibu di desa Cipaganti," Sahut Guntur.
"Enak banget sih kamu baru niat ngelamar sudah ditanya kapan menikahi anak saya"
"Antonio"
Antonio langsung terdiam saat tuan Antoni berteriak.
"Kalau kamu selalu protes, kapan Guntur bicara dan mengutarakan pendapatnya. Kamu cukup dengarkan kami bicara. Karena ini bukan tentang kamu tapi tentang kelanjutan hubungan Antinia dan Guntur"
Tujuan utama dia datang kekediaman Antinia adalah untuk menjalin tali silaturrahim. Dia berniat melakukan pendekatan pada keluarga itu. Mempelajari karakternya dan dari situlah Guntur akan menyusun strategi bagaimana cara menyampaikan niat baiknya untuk melamar Antinia dan kemudian menikahinya.
Lelaki tampan itu tidak menyangka jika Antinia telah mencuri start. Dia terlebih dahulu menyampaikan dan meyakinkan tentang keseriuasan hubungan mereka. Guntur tidak pernah menyangka, sungguh diluar dugaan. Proses untuk mendapatkan restu kedua orang tua Antinia yang di kira akan melalui proses panjang penuh lika-liku justru begitu lancar jaya.
"Begini dad, mom, saya telah jatuh hati pada putri dady dan momny, saya sangat mencintai putri anda dad, mom. Saya berniat melamar putri anda untuk saya nikahi menjadi istri saya satu-satunya yang sah secara agama dan negara. Saya memohon restu dady dan mommy agar kiranya menerima saya menjadi menantu anda, menjadi suami Antinia dad, mom"
Antonio langsung bertepuk tangan.
"Ini nih, langkah yang benar dad," ujar Antonio.
__ADS_1
"Yesss, anakkku dilamarrr, terimakasih ya Guntur kamu telah melamar putriku. Telah lama dady menanti saat-saat seperti ini," ujar tuan Antoni merasa sangat Girang.
"Sudah dad jangan bikin malu, seolah-olah anak kita tidak laku saja. Kami menerima lamaranmu Guntur, kapan kamu akan membawa kedua orangtuamu untuk melamar putri kami secara resmi. Apa mereka sudah merestui hubungan kalian," tanya nyonya Luna.
"Sudah mom, ibunya Guntur menyambut baik hubungan kami, mereka sangat baik sama Anti. Mereka juga sangat ingin Guntur menikah dan seperti kalian menganggap anaknya tak laku-laku. Padahal diluar sana banyak yang tertarik sama kita tapi tidak berani untuk mengungkapkannya," sahut Antinia. Pak Antoni menepuk jidatnya, nyonya Luna dan yang lainnya mengulum senyum.
"Secepatnya, mom, dad, atau mungkin minggu depan. Andai saya tahu kalau keluarga ini menerima kehadiran saya dengan baik, mungkin tadi saya ajak kedua orang tua saya kemari"
Guntur bicara seraya tertunduk. Tak sabar rasanya dia ingin pulang dan memberitahu bapak dan ibunya bahwa kedua orang tua Antinia telah merestuinya. Dia yakin kedua orang tuanya pasti yakin kalau mereka akan sangat bahagia mendengar berita ini.
"Ya sudah bagaimana kalau minggu depan saja, supaya kita lebih mudah menyiapkan segala sesuatunya," balas pak Antoni.
Akhirnya mereka sepakat akan mengadakan acara lamaran minggu depan. Semua terlihat bersemangat. Kecuali Antonio yang terlihat lesu. Hatinya galau karena sampai saat ini dia belum memiliki pasangan.
Hari sudah siang, Guntur akhirnya berpamitan untuk undur diri dari kediaman orangtua Anitinia. Dia berniat singgah dan istirahat di apartemen Gilang yang ditempati oleh Gading.
"Terimakasih dad, mom dan pak Antoni, karena telah menerima kehadiran saya dengan sangat baik"
Guntur menyalami kedua orang tua dan kakak kekasihnya. Antinia mengantarkannya hingga digerbang depan.
"Terimakasih ya sayang kamu sudah berhasil meyakinkan orang tuamu tentang hubungan kita. Jalanku untuk mendapatkan restu calon mertua menjadi lebih mudah. Terimakasih telah memberikan cintamu untukku, tanpamu mungkin sekarang aku masih sendiri, tanpamu mungkin aku masih jomlo dan entah kapan akan merasakan jatuh cinta seperti sekarang ini," Guntur terus melontarkan kalimat cinta hingga membuat wanita dihadapannya tersipu.
*******
__ADS_1