
Gilang terus berjuang untuk menemukan Sekar. Hari ini dia menerima informasi dari detektif yang disewanya bahwa mobil yang digunakan untuk menculik Sekar adalah merupakan mobil rental yang disewa atas nama salah satu orang kepercayaan bunda Reni.
"Seandainya benar bunda adalah otak dibalik penculikan Sekar, bagaimana caraku untuk menyadarkan bunda bahwa Sekar adalah orang yang sangat berarti dalam hidupku. Ingin rasanya aku menyerah untuk melupakan Sekar, namun bayangan Sekar selalu hadir dalam setiap keseharianku, selalu datang dalam mimpi-mimpinya,"batin Gilang.
Dalam mimpi Gilang melihat Sekar tengah menangis menanti kedatangannya. Sekar seperti ditempat yang jauh, suatu tempat dengan kondisi yang sangat berbeda dari asal dia tinggal. Dia mencari kayu bakar, memasak nasi dengan tungku, mengenakan baju lusuh dan compang camping.
"Dimana sebenarnya kamu Sekar, kemana lagi aku harus mencarimu, semoga kamu dalam keadaan baik-baik saja, semoga ada orang yang baik hati yang bersedia melindungimu," Gilang terus berdoa untuk keselamatan kekasihnya.
*******
Sementara itu dirumah pak Hadi, pak Hadi baru saja terjaga dari tidurnya. Dalam tidur pak Hadi bermimpi bertemu Sekar. Sekar tengah duduk santai dengan seorang nenek dan seorang pemuda berpakaian lusuh. sepertinya mereka seorang pemulung, saat itu Sekar juga memakai pakaian lusuh. Mereka semua santai disebuah gubuk tua yang tidak jauh dari aliran sungai. Dia tersenyum dan melambaikan tangan pada pak Hadi.
"Bapak!!... Sekar kangen sama bapak, Sekar mau pulang tapi tidak punya uang untuk naik bis, sabar ya pak Sekar kerja dulu nyari uang untuk ongkos pulang. Kalau bapak punya uang, jemput Sekar, Sekar ada di pinggiran sungai desa Bumi Hangus. Jemput Sekar pak, Sekar Kangen!!" ujar Sekar dalam mimpi pak Hadi
"Ayo pulang sekarang Sekar, Sekar!!, " pak Hadi langsung terbangun dengan keringat bercucuran.
Pak Hadi terus mengingat - ingat mimpinya. "Jadi anakku berada di desa Bumi Hangus, dimana desa Bumi Hangus itu, nama itu terasa asing sekali ditelingaku, besok aku harus mencari tahu dimana desa Bumi Hangus itu berada"
Hingga menjelang pagi pak Hadi terus berfikir kemana dia harus mencari tahu tentang desa Bumi Hangus. Dia bisa saja meminta tolong pada Gilang. Tapi dia sudah tidak mau lagi ada urusan dengan keluarga Gilang. Sudah banyak masalah yang ditimbulkan akibat Sekar menjalin hubungan dengan Gilang.
__ADS_1
"Andaikan Sekar sudah bertemu denganku nanti maka sebaiknya aku akan menjauhkan Gilang dengan Sekar. Rasanya terlalu konyol kalau membiarkan Sekar menikah dengan Gilang, bisa-bisa dia mati sia-sia. Toh laki-laki di dunia ini bukan cuma Gilang saja. Kalau hanya karena dia kaya, kekayaan tidak selalu membawa kebahagiaan tapi malah bisa membawa malapetaka. Lebih baik Sekar menikah dengan orang biasa tapi hidup bahagia dan tentram. Daripada 'menikah dengan laki-laki yang hartanya berlimpah namun keselamatannya terancam.
Hingga menjelang subuh pak Hadi tak juga mampu memejamkan mata. Fikirannya terus saja teringat putri semata wayangnya. akhirnya pak Hadi memutuskan untuk mandi dan berangkat kemasjid tempat dimana biasanya dia menjalankan shalat subuh berjemaah dan tempat dimana dulu Sekar dan Gilang akan mengadakan akad nikah. Selesai shalat pak Hadi duduk termenung sendirian dimasjid hingga imam mesjid datang menghampiri.
"Assalamualaikum Pak Hadi, saya lihat bapak dari tadi melamun terus, apa sudah ada kabar mengenai Sekar Pak? " tanya Imam masjid yang bernama pak Abdullah.
"Belum pak, tapi tadi malam saya bermimpi, tapi kok tampak seperti nyata," pak Hadi pun menceritakan tentang mimpinya kepada pak Abdullah.
"Kemungkinan itu adalah sebuah firasat pak Hadi, coba cari tahu dimana letak desa Bumi Hangus," pak Abdullah memberi saran.
"itu yang sedang saya fikirkan pak, kemana saya harus mencari tahu dimana letak desa Bumi Hangus. Saya hanya orang kampung yang tidak punya pendidikan dan saya juga tidak memiliki teman orang yang berpendidikan," ucap pak Hadi dengan raut wajah yang begitu sedih.
Beberapa saat kemudian pak Abdullah mengernyidkan dahinya.
"Disini ada beberapa artikel tentang desa Bumi Hangus. Saya baca bagian intinya saja pak, " ujar pak Abdullah. Pak Hadi langsung merapatkan duduknya menjadi lebih dekat dengan pak Abdullah terlihat setitik semangat dari wajah lelahnya.
"Yang pertama menjelaskan tentang desa Bumi hangus merupakan desa terpencil, dimana seluruh penduduknya mempunyai profesi sebagai, perampok, pencuri, begal dan penjambret. karena kegiatan penduduk desa tersebut meresahkan penduduk desa yang ada disekitarnya.
Sehingga pada suatu malam seluruh penduduk yang tinggal sekitar desa tersebut bersatu menghancurkan dan membakar rumah para perampok, pencuri, begal dan penjambret. Kobaran api membubung tinggi menghanguskan rumah seluruh penduduk desa tersebut. Seluruh penduduk desa sekitar mengumpulkan penduduk desa itu dan diminta untuk bersumpah agar tidak lagi mengerjakan pekerjaan haram yang meresahkan masyarakat dan bagi yang membangkang langsung dihabisi sedangkan yang patuh menurut pada penduduk sekitar kembali hidup didesa itu dan dibuatkan rumah oleh penduduk sebagai tempat tinggal. Selanjutnya mereka hidup menjadi petani hingga sekarang. Artikel yang lain menjelaskan tentang letak geografis desa Bumi hangus yang ternyata berada dipropinsi tetangga. Perlu waktu berjam-jam menggunakan bis untuk sampai kesana"
__ADS_1
"Bagaimana pak, apakah bapak berniat mencari Sekar kesana, " tanya pak Abdullah. Aku langsung menjawab dengan anggukan. Tentu saja aku akan mencari Sekar kesana, karena firasatku mengatakan kalau Sekar ada disana. Aku akan menggunakan seluruh tabunganku untuk biaya mencari Sekar.
"Anaku bapak akan mencarimu, kita pasti akan bertemu kembali, tunggu bapak nak!!" batin pak Hadi dengan mata Berkaca-kaca.
Setelah mengetahui letak desa Bumi Hangus. Pak Hadi langsung pamit pulang untuk bersiap-siap menuju kesana.
"Ini ada uang sedikit untuk ongkos dijalan pak. Saya hanya bisa membantu doa, semoga Sekar segera ditemukan," pak Abdullah menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribu, pak Hadi langsung menolaknya karena dia fikir dirumah masih ada uang tabungan. Namun pak Abdullah terus memaksa agar pak Hadi menerima saja, siapa tahu dijalan diperlukan. akhirnya pak Hadi pun menerima uang pemberian pak Abdullah. Pak Abdullah juga memberi tahu bis apa yang harus pak Hadi naiki untuk menuju kesana.
Hari itu juga pak Hadi langsung berkemas, menyiapkan segala keperluan. Dia membawa semua uang tabungannya , berupa uang Cash yang dia bagi dan disimpan ditempat berbeda dan di tempat tak terduga untuk menghindari jika dia kecopetan dijalan, sehingga dia masih mempunyai simpanan. Selain itu dia juga membawa Atm yang berisikan sejumlah uang. Setelah selesai berkemas dia mengunci semua pintu. Dengan menggunakan ojek online dia berangkat keterminal induk. Sampai diterminal induk pak Hadi langsung menuju loket pembelian tiket bis jurusan Bumi Harapan sesuai arahan pak Abdullah.
"Kalau menuju Bumi Harapan sampai sana berapa jam mbak?" tanya pak Hadi kepada ibu-ibu petugas loket.
"Sekitar dua puluh jam pak, mungkin sampai sana besok pagi," Jawab petugas loket dengan ramah.
"ooooh, terimakasih. Setelah membayar sejumlah uang, Pak Hadi segera meninggalkan loket pembelian tiket, sebenarnya dia ingin bertanya lebih banyak namun dia merasa kasian pada penumpang yang antri dibelakangnya.
Setelah mendapatkan tiket, pak Hadi langsung menuju bis jurusan Bumi Harapan. Kernet bis mempersilakan pak Hadi untuk masuk. Dia langsung masuk kedalam bis ternyata di dalam baru ada beberapa orang. Pak Hadi segera duduk dikursi nomor dua.
********
__ADS_1
.