Cintaku Yang Tak Di Restui

Cintaku Yang Tak Di Restui
Bab. 66. Pemecatan Sitah


__ADS_3

Hari ini Sitah masuk kantor dengan hati ceria, angan-angannya menjadi istri Gilang tak lama lagi akan menjadi kenyataan. Kemarin ibunya sudah menemui Gilang ingin meminta tanggung jawab atas apa yang telah terjadi dalam vidio yang sedang viral.


Sampai tadi pagi Sitah belum bertemu dengan bu Tarni ibunya. Dia belum tahu bagaimana jawaban Gilang dengan permintaan ibunya. Namun dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Sitah merasa yakin kalau Gilang akan memenuhi tuntutan ibunya menikahi dirinya dengan senang hati. Lelaki mana sih yang menolak diminta menikahi seorang gadis seperti dirinya.


Sesaat dia teringat wajah Sekar, ada rasa kasihan terhadap Sekar, namun rasa itu ia buang jauh-jauh. Dia ingat perjuangannya untuk mendapatkan Gilang begitu pelik dan berliku.


"Bu Sitah, anda dipanggil menejer personalia".


Seorang office girl memdatangi meja kerja Sitah untuk menyampaikan pesan dari menejer personalia yang bernama ibu Linda.


Sitahpun segera berdiri dan melangkah dengan hati bahagia. beberapa sorot mata memandang dengan jijik, dan cibiran beberapa karyawan pun tak dia hiraukan. Menurutnya, mereka hanya merasa iri karena sebentar lagi dia akan menjadi istri orang nomor satu di perusahaan itu.


" Selamat pagi menjelang siang ibu Linda.... '


Sapa Sitah dengan riang. Dia duduk dengan begitu anggun dihadapan bu Linda. Sedangkan bu Linda menatapnya dengan heran, karena tak biasanya gayanya begitu anggun dan lembut. Sikap Sitah biasanya selalu menampakkan wajah judes.


"Siang Sitah, kamu sudah tahu kenapa saya manggilmu? " tanya menejer personalia.


"Belum bu, tapi yang pasti kabar menyenangkan dari pak Gilang. Dia ada pesan sesuatu untuk saya bu? "


"Kalau pesan secara lisan tidak ada, tapi pak Gilang meminta saya untuk memberikan ini padamu Sitah"


Dengan senyumannya yang khas, bu Linda memberikan sebuah amplop berwarna coklat setebal kurang lebih satu sentimeter kepada Sitah. Dengan tergesa-gesa Sita langsung mengambil dan membuka amplop tersebut. Saat melihat ada lembaran uang berwarna merah. Hatinya langsung berbunga-bunga, perjuangan dan kerja kerasnya untuk mendapatkan Gilang kini berbuat manis. Belum apa-apa, Gilang sudah memberinya uang sejumlah puluhan juta rupiah apalagi kalau dia sudah sah menjadi istrinya. sungguh tak terbayang betapa indahnya.

__ADS_1


Sitah beralih memandang selembar kertas putih yang terdapat dalam satu amplop dengan lembaran uang berwarna merah. Dia langsung mengambil dan membacanya, bu Linda terus mengamati tingkah Sitah dengan menahan senyum.


"Bu Linda pasti salah ketik, mana mungkin pak Gilang memecat saya, seharusnya dia menikahi saya bu"


Hampir saja tawa bu Linda Pecah, untunglah dengan sekuat tenaga dia menahannya hingga ****** ******** terasa lembab, rupanya dia terkencing dicelana.


"Itu bukan saya yang mengetiknya bu, saya menerima langsung dari pak Gilang tadi pagi'


Sitah langsung pergi membawa amplop dan dengan langkah panjang dan cepat hingga hampir saja dia terjatuh karena menggunakan Haigh heels setinggi tujuh sentimeter. Gadis itu langsung menuju ruangan Gilang, namun didepan pintu, Deni menghadangnya.


"Ada perlu apa kamu kesini Sitah," Deni menyapa dengan nada ketus.


"Bukan urusanmu, aku mau ketemu pak Gilang, kenapa beliau memecatku"


"Seharusnya beliau bertanggung jawab menikahiku karena vidio yang beredar telah melecehkanku dan membuatku tak berharga," Sahut Sitah, emosinya memuncak. Dia mulai menyadari kalau kenyataan tak seindah harapannya.


"Kamu yang sudah melecehkannya Sitah, kamu memang tidak berharga, kamu murahan, bahkan lebih murah dari wanita penghibur"


Ucapan Deni benar-benar membuatnya sangat marah, giginya gemertak menahan emosi, bibirnya merapat dan dadanya terlihat naik turun sementara kedua telapak tangannya mengepal, namun dia tak mampu lagi berkata apapun. Perlahan dia menarik nafasnya dan menghembuskannya perlahan. Dia meninggalkan Deni dengan sejuta luka di dalam dadanya, sakiit..namun tak berdarah.


Dengan langkah gontai dia menuju keparkiran sepeda motornya. Ucapan Deni, kalau dirinya lebih hina dari wanita penghibur terus terngiang ditelinganya. Kalau difikir-fikir ucapan Deni benar, wanita penghibur hanya melayani lelaki hidung belang dibayar dan selesai. Tatapi dia telah menggoda lelaki baik dan beriman agar terjerumus melakukan perbuatan Zinah. Setelah itu minta dinikahi, ada banyak hati yang terluka akibat perbuatannya. Istrinya, anaknya, mertuanya dan juga orang tuanya. Tingkahnya benar-benar telah menyakiti hati banyak orang.


Dia ingat kata-kata pak Giman ayahnya. Jangan merebut kebahagiaan orang lain. Karena hanya kesedihan dan kesengsaraan yang akan dia dapatkan. Harta Gilang yang dia inginkan adalah milik anak dan istrinya sebagai tanggung jawabnya, sebagai buah dari rasa lelahnya mendampingi suaminya saat suka maupun duka. Buah dari doa-doanya setiap saat sepanjang waktu.

__ADS_1


"Hai Sitah, gimana rasanya memetik buah dari tanaman yang sudah engkau tanam, nikmat bukan?"


Seorang office girl yang sering dia suruh-suruh dan dia marahi menyapa, dia tak lagi memanggil ibu tapi hanya langsung memanggil namanya.


Tiba-tiba segelas teh es disiramkan kewajahnya seorang karyawan resepsionis yang sering dia maki-maki atas kesalahan yang tak seberapa menyiramkan segelas teh manis tepat dikepalanya.


"Ini hadiah sebagai salam perpisahan dariku"


Rupanya berita tentang dipecatnya Sitah akibat menyebarkan vidio mesum yang dia buat, sudah menyebar kesemua telinga karyawan. Baik karyawan kantor maupun karyawan lapangan dan akhirnya seluruh warga desa Cipagantipun tahu.


Selama menjadi karyawan, Sitah memang terkenal arogan dan bermulut pedas. Banyak hati yang terluka karena ucapannya.


Kini dia dipecat, impiannya untuk menjadi istri orang terkaya didesa ini pupuslah sudah. Beberapa orang yang sering disakiti kini membalasnya. Ada yang mencaci makinya, ada yang meludahinya dan bahkan ada yang melemparkan telur busuk ke kepalanya hingga pecah mengotori rambutnya yang baru kemarin perawatan disalon mahal.


Akhirnya Sitah melepaskan haigh heelsnya dan berlari menuju sepeda motornya. Dia melajukan sepeda motornya dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya.


Sepanjang jalan air matanya terus mengalir, rasa sedih dan marah terus mengiringi perjalanan menuju rumah. Hujan lebat tiba-tiba turun membasahi tubuh Sitah yang berurai air mata. Namun dia tak berniat menghentikan laju kendaraannya, walaupun dia harus berkendara dengan pandangan kabur karena hujan begitu lebat.


Setelah beberapa saat Sitah sampai dihalaman rumahnya. Dia melompat dari kendaraan dan meninggalkan motornya begitu saja. Dinginnya air hujan kini membuat dia menggigil. Dia mengetuk pintu rumahnya yang tertutup rapat. Tak lama kemudian pintu terbuka. Dengan penuh rasa Heran bu Tarni pun menyambut kedatangan putrinya.


"Sitah tumben kamu pulang cepat, bagaimana kabar dikantor. Apa pak Gilang ada menemuimu. Dengan tubuh basah kuyup Sitah menyerahkan tasnya kepada ibunya. Bau telur busuk menguar, menyebar keseluruh ruangan. Sitah yang sudah kedinginan langsung berlari masuk kekamar mandi. Sedangkan bu Tarni berteriak-teriak meminta penjelasan.


********

__ADS_1


__ADS_2