Cintaku Yang Tak Di Restui

Cintaku Yang Tak Di Restui
Bab. 120. pernikahan Gading


__ADS_3

"Tapi bunda, kalau mereka tidak diperingatkan, mereka akan bicara semaunya dan menuduh ayah dan bunda seenak mereka. Lalu siapa lagi yang akan menegur mulut mereka yang tak beradap kalau bukan kita"


Sarah berusaha protes dan meronta, namun pak Soko memegang lengannya lebih kuat.


"Kita tidak perlu membuktikan apakah kita baik ataukah kita buruk seperti yang mereka tuduhkan Sarah. Biarkan mereka asyik dengan pendapat mereka. Tanpa kita menegurnya pun sebenarnya mereka sendiri yang rugi. Orang yang terlalu sibuk mengurusi kehidupan atau rumah tangga orang lain biasanya lupa mengurus dirinya dan keluarganya sendiri. Kita yang mereka hina, mereka perguncingkan sudah berada di level atas, mereka yang sibuk mengurusi kehidupan kita justru ada dilevel itu-itu saja.


Kita tidak harus membuktikan kepada manusia bahwa kita ini seperti apa apakah seperti dugaan mereka ataukah tidak. Kita hanya perlu membuktikan dihadapan Allah bahwa kita tidak seperti yang orang tuduhkan tentang kita. Kamu paham kan maksud ayah"


Sarah mulai tenang, dia tak memberontak lagi. Nasehat ayahnya benar, untuk apa menegur mereka si tukang gosip. Selain membuat gaduh kalau mereka tidak terima, juga belum tentu mereka menyadari kesalahan mereka, jadi percuma saja meladeni manusia-manusia seperti itu fikir Sarah.


"Selamat ya jeng Luna atas pernikahan putrinya, semoga jeng Luna cepat menjadi Oma," sapa bunda Reni saat menyalami besan bu Asih. Nyonya Luna adalah teman sosialita bunda Reni saat belum menikah dengan pak Soko. Saat itu bunda Reni masih menjaga jarak dan tak mau bergaul dengan orang yang tak selevel dengannya.


Bagi bunda Reni, saat seseorang bergaul dan berinteraksi, maka terjadi pertukaran energi. Jika kondisi kita sedang dalam kondisi bahagia atau mempunyai energi positif dan kita bergaul dengan orang yang sedang bermasalah atau kesusahan dan dia mumpunyai energj negatif kemudian mereka berinteraksi dengan ngobrol atau sharing, maka energi positf kita akan tercampur. Jika energi negatifnya begitu kuat mempengaruhi energi positif kita maka energi kita juga akan menjadi negatif.


Selama ini bunda Reni mengartikan orang yang mempunyai masalah atau kesusahan dan tidak bahagia adalah orang-orang yang berada dibawah levelnya atau orang miskin. Bunda Reni berasumsi bahwa harta adalah sumber kebahagiaan sehingga orang yang tidak punya harta hidupnya tidak bahagia atau menderita, dalam fikiran bunda Reni.

__ADS_1


Itulah yang membuat bunda Reni enggan bergaul dengan orang miskin atau orang susah versi bunda Reni. Numun pada kenyataannya, tidak semua orang kaya hidupnya bahagia dan senantiasa senang. Sedangkan orang miskin atau orang susah belum tentu hatinya tidak bahagia atau menderita.


Setelah bunda Reni merestui hubungan


Sekar dan Gilang kemudian bergaul dengan pak Hadi, bu Asih, nenek Leni dan warga Cipaganti lainnya. Barulah dia menyadari kalau banyak orang yang miskin harta tapi kaya hati, maksudnya hidupnya selalu senang karena mereka selalu bersyukur atas harta yang sedikit itu. Sehingga berapapun harta yang dimiliki hidupnya selalu tentram dan damai.


"Terimakasih bunda Reni, telah hadir dipernikahan putriku, lama kita tidak bertemu dan ngobrol ya. Sekarang bunda tidak pernah lagi ikut arisan sama teman-teman sosialita kita. Tapi kalau saya lihat bunda Reni kelihatan lebih segar dan bahagia ya," sahut bunda Reni.


Bunda Reni lalu mengenalkan pak Soko suaminya pada nyonya Luna dan suaminya. Nyonya Luna semakin kagum dengan gaya bunda Reni saat ini. Dia ingin mengikuti jejak bunda Reni dengan bergaya hidup sederhana, tidak gelamor seperti teman-temannya. Nyonya Luna juga ingin meninggalkan dunia gelamor kaum sosialita untuk fokus membahagiakan suaminya dan memperbanyak ibadah kepada Tuhan.


"Terimakasih besan, sudah mau datang, padahal jarak kota kedesa ini kan jauh sekali. Bagaimana kandungan sehat aja kan. Oh ya Sarah jangan sedih lagi ya, selalu bikin bundamu bahagia biar bundamu senantiasa sehat," sapa bu Asih saat bunda Reni dan keluarganya menghampiri tempat bu Asih dan suaminya duduk.


"Iya sama-sama Besan"


Mereka saling bersalaman, begitupun Sarah, Hawa dan pak soko. Kemudian mereka turun dari pelaminan menuju area makan-makan. Tampaklah Gading, Sitah, Gilang sekeluarga dan juga nenek Leni. Keluarga bunda Reni pun menyalami mereka satu persatu lalu bergabung menikmati hidangan sambil ngobrol ringan dan sesekali mereka bersenda gurau.

__ADS_1


Waktu terus berlalu, semua warga desa Cipaganti telah hadir diresepsi perkawinan Guntur. akhirnya acara resepsi Gunturpun selesai. Bu Asih dan pak Hadi merasa sangat bersyukur karena acara hajatannya berjalan dengan lancar.


Dua minggu kemudian, gantian dirumah bu Tarni terlihat begitu ramai. Para warga berbondong-bondong untuk membantu bu Tarni menyiapkan acara pernikahan dan sekalian resepsi Gading dan Sitah.


"Kenapa sih dana anggaran untuk acaramu dan Gading kok kecil sekali, jadinya acaranya jadi sederhana begini Sitah. Padahal kamu kan tahu Gading itu bekerja diperusahaan bonafit dan kamu juga. Apalagi kalau kalian minta bantuan Gilang untuk minta dana tambahan untuk resepsi. Supaya pesta kalian bisa lebih meriah, biar semua warga Cipaganti kagum padamu Sitah, jadi derajat keluarga kita meningkat nak," ujar bu Tarni saat mereka dikamar sedang membagi-bagi anggaran dana untuk resepsi pernikahan Sitah dan Gading.


"Ini sudah keputusan aku dan mas Gading bu. Sebenarnya tabungan mas Gading banyak, tapi dia memberi pilihan pada Sitah. Pilih pesta sederhana tapi kami bisa beli rumah untuk tinggal, pasca kami menikah dan membeli sebuah mobil, atau pilih diadakan pesta besar-besaran tapi setelah menikah kami tinggal dikontrakan dan tak punya apa-apa. Jadi ya Sitah pilih acaranya sederhana saja. Yang penting kami bisa tinggal dirumah sendiri dan mempunyai mobil untuk transport kami bu.


"Mas Gading ingin mengadakan acara pernikahan dengan hasil jerih payahnya sendiri. Dia malu bu kalau harus minta bantuan sama mas Gilang. Sudah banyak bantuan mas Gilang yang diberikan pada Gading, kalau dia terus meminta bantuan kepada Mas Gilang, itu sama aja dengan tidak tahu diri Bu"


Sitah terus memberikan nasihat pada ibunya agar beliau mengerti bagaimana keadaan Gading dan Sitah.


Sementara didapur, para ibu-ibu sebuk membuat aneka masakan dan kue, diruang tamu ada yang sibuk membuat hiasan untuk dekorasi dan pelaminan. Sementara di halaman depan maupun samping para bapak-bapak sibuk mendirikan tenda.


*******

__ADS_1


__ADS_2