
Hari ini hati Gilang begitu hancur acara pernikahan yang sudah lama dia nanti-nanti kini hancur berantakan. Sedangkan disampingnya bunda Reni begitu sabar menenangkan hati sang putra.
"Nak Gilang, ini bagaimana kelanjutannya, mempelai wanitanya belum juga datang sedangkan saya sudah ditunggu ditempat lain," ujar pak penghulu.
"Maaf sekali pak, calon istri saya diculik oleh seseorang. Saya sudah mengerahkan orang-orang saya untuk mencarinya. kalau pak penghulu sudah ditunggu ditempat lain, bapak bisa menikahkan yang lain dulu. Maafkan saya pak, ini semua bukanlah kehendak kami," ucap Gilang sembari menyalami pak penghulu. pak penghulu pun menyalami pak Hadi, bunda Reni dan yang lainnya.
"Saya turut sedih dengan musibah yang menimpa putri bapak, semoga putri bapak segera ditemukan dan semoga orang yang menculik mendapatkan hukuman yang setimpal," ujar pak penghulu sambil berlalu melangkah Keluar meninggalkan masjid.
Pak Hadi hanya tertunduk, air matanya tak henti-hentinya menetes. Hatinya benar-benar sedih, bukan hanya karena putrinya yang gagal menikah, tapi dia juga memikirkan bagaimana nasib putrinya. Dia merasa sangat khawatir jikalau penculik memperlakukan Sekar dengan sangat buruk. Karena sejatinya Sekar sama sekali tak bersalah, dia hanya korban keegoisan seseorang. Siapakah yang egois itu, tentu saja orang yang tidak pernah suka dan tidak mau mereatui hubungan Sekar. Dia selalu berfikir bagaimana caranya menyingkirkan Sekar dari kehidupan Gilang.
"Hari ini aku berjanji jika Sekar anakku tercinta bisa ditemukan, biarkanlah aku sendiri yang akan menjauhkan Sekar dari Gilang. Aku bukanlah seorang penggila harta yang mau menikahkan putriku karena Gilang seorang pengusaha kaya raya. Bagiku Sekar menikah dengan siapapun itu tak masalah yang penting mereka saling mencintai, saling mengerti satu sama lain. Harta bukanlah jaminan seseorang bisa hidup bahagia. Terkadang harta jualah yang dapat menghancurkan hidup Kita jika kita tidak bersyukur dan lupa diri," batin pak Hadi.
__ADS_1
"Pak maafkan saya yang kurang ketat dalam melakukan penjagaan terhadap Sekar, sehingga sang peculik dapat dengan mudah menculik Sekar. Bapak sebaiknya pulang dan istirahat. jangan berfikir terlalu keras pak, jaga kesehatan bapak dan jangan lupa doakan Sekar agar selalu dalam lindungan Tuhan Yamg Maha Kuasa. Doakan saya dan orang - orang saya secepatnya bisa menemukan Sekar," ucap Gilang pada pak Hadi yang terlihat begitu tak bersemangat. pak Hadi pun segera pamit kepada Gilang untuk meninggalkan masjid dan pulang kerumahnya.
Sepeninggal pak Hadi
, bunda Reni mendekati Gilang dan menyentuh pundaknya.
"Kamu jangan buru-buru memfonis kalau Sekar diculik, siapa tahu Sekar memang lari dari pernikahan ini. Mungkin dia mendapatkan laki-laki yang lebih kaya dan lebih baik darimu Gilang. kamu jangan buta oleh cinta, lihat berapa banyak uang yang sudah kamu habiskan untuk acara pernikahan ini. Tapi kamu lihat, calon istri yang selama ini kamu bangga-banggakan ternyata lari dari pernikahan. Anak itu sudah mempermalukan keluarga kita. Mau ditaruh dimana muka mama Gilang, apa yang mesti mama jawab andai keluarga mama menanyakan bisa-bisanya kamu memilih calon istri seperti itu, dikira mama tidak bisa mendidik kamu dengan baik," bunda Reni terus marah-marah kepada Gilang.
"Sudahlah ma, tidak usah marah-marah, Gilang juga bingung ma, lebih baik kita pulang saja. Gilang sudah suruh asisten untuk membagikan makanan yang sudah terlanjur dipesan. Seluruh keluarga juga sudah pulang meninggalkan masjid. kita pulang ma, maafkan Gilang yang sudah membuat mama sedih," ucap Gilang sambil memapah mamanya yang masih menangis menuju ke mobil.
"Kenapa kamu begitu yakin kalau Sekar diculik Gilang. Dia itu cuma orang miskin, apa enaknya menculik dia, mau minta tebusan, sampai kucing bisa bertelur pun bapak Sekar tidak mungkin mampu menebusnya. Mau menikmati kecantikannya, wanita cantik banyak Gilang bahkan yang jauh lebih cantik daripada Sekar. Jadi stop mencari Sekar, biarkan saja dia memilih laki-laki lain. seharusnya kamu bersyukur karena tidak jadi menikahi gadis seperti itu, coba fikir seandainya dia lari dengan laki-laki setelah menjadi istrimu, bisa-bisa dia juga akan membawa lari uangmu, " ucap bunda Reni sambil turun meninggalkan Gilang yang zmasih duduk didalam mobil walaupun mobil sudah masuk kedalaman carport rumahnya. Gilang terdiam sebentar didalam mobil kemudian dia menelpon kembali orang-orang suruhannya menanyakan tentang jejak hilangnya Sekar.
__ADS_1
menurut orang-orang kepercayaannya, mereka sudah berhasil menangkap mobil yang menculik Sekar, namun setelah mobil berhasil dihentikan dan digeledah ternyata Sekar tak ada lagi didalam mobil, padahal jelas-jelas seorang saksi melihat Sekar dijemput oleh mobil itu. mereka pun sempat melihat Sekar didalam mobil itu sedang meronta-ronta dalam keadaan tangan dan kaki terikat saat terjadi aksi kejar-kejaran.
Akhirnya Gilang meminta agar orang-orang yang ada di dalam mobil tersebut dibawa ke kantor polisi untuk diperiksa.
Selesai menelpon Gilang melangkah keluar dari mobil dan masuk kedalam rumah. dimeja makan Gilang melihat bundanya sedang asyik menikmati hidangan yang sudah disiapkan asisten rumah tangga. Bunda makan dengan sangat lahap seperti tidak ada beban fikiran. Padahal nyata-nyata anaknya baru saja mendapatkan musibah, anaknya gagal menikah karena calon istrnya diculik.
"Sebaiknya kamu makan saja Gilang, ini lho masakan bibi hari ini enak banget, kamu harus nyobain biar fikiran kamu fresh lagi. Masalah Sekar Tidak perlu kamu risau, paling sekarang dia sedang bersenang-senang bersama lelaki lain. sia-sia kamu mencari dan memikirkannya," ucap bunda Reni sambil terus melahap makanannya.
"Bunda orang-orangku telah menemukan mobil yang menculik Sekar, mereka melihat Sekar didalam mobil dalam kondisi kaki dan tangannya terikat. Sekar meronta dan berteriak meminta tolong, namun setelah mobil berhasil dikejar Sekar sudah tidak ada. polisi dan orang-orangku sedang menyelidiki dimana mereka menyekap Sekar," ucap Gilang pandangannya tidak pernah lepas memperhatikan gerak-gerik bundanya. Bunda Reni semakin terlihat salah tingkah, dia pura-pura mengambil minuman dan minum sebanyak-banyaknya untuk mengalihkan perhatian Gilang.
" Coba kamu fikir dengan fikiran yang jernih Gilang, apa motif penculik itu menculik Sekar, apa yang bisa didapat dari Sekar, dia dan orang tuanya tak mungkin mampu menebusnya. kecuali kalau itu keinginan Sekar yang bekerja sama dengan para penculik itu. sebentar lagi penculik-penculik itu akan menelponmu dan meminta tebusan, kemudian uang itu akan mereka bagi dua. sebagian untuk Sekar dan sebagian lagi untuk para penculik itu," ucap bunda Reni lagi.
__ADS_1
Sekarang Gilang sudah berfikir jernih bunda. Menurut analisa Gilang Sekar diculik oleh orang yang dibayar oleh seseorang. Siapa orang yang mau menghabiskan banyak uang untuk membayar para penculik itu?. orang itu adalah orang yang tidak menginginkan pernikahan Sekar dan Gilang terjadi. Dia rela melakukan apapun termasuk mengancam Sekar dan orang tuanya. bahkan dia rela memberangkatkan Sekar menjadi TKW diHongkong demi untuk menjauhkan aku dan Sekar. Kali ini aku pastikan Sekar pasti ketemu, dan tidak ada seorang pun yang bisa menghalangi pernikahan aku dan Sekar termasuk bunda, " ucap Gilang tegas.
*******