Cintaku Yang Tak Di Restui

Cintaku Yang Tak Di Restui
Bab. 26. Janji Suci Sehidup Semati


__ADS_3

Waktu telah menunjukan pukul sepuluh malam. Semua tamu undangan tak ada lagi yang datang. Panggung pelaminan pun telah tertata tapi di bak pick up hendak dibawa pulang oleh pemiliknya. Begitupun tenda-tenda yang lain. Semua peralatan dapur telah tersusun rapi dan hendak diangkut ke balai desa, kerena semua itu merupakan barang sewaan yang di kelola oleh desa. Sisa hidangan pun telah dibagikan kepada warga sekitar. Semua perutpun telah kenyang terisi makanan, semua telah beres. Ucapan terima kasih tak henti-hentinya pak Hadi ucapkan pada setiap warga yang telah membantu jalannya pesta pernikahan putri tercintanya. Sebuah cindra mata pun iya serahkan kepada warga yang telah menyumbang tenaganya demi suksesnya acara pernikahan ini.


Kini sepasang suami yang baru saja menjalankan ikrar suci dihadapan penghulu pun telah berada disebuah kamar sederhana dirumah kediaman pak Hadi bapak Sekar.


"Kak Gilang, kebayang nggak dalam angan-angan kak Gilang, kita akan menjalankan malam pertama kita sebagai pasangan halal disebuah kamar sempit, sederhana. Maaf ya kak karena kami hanya punya tempat yang sederhana ini," ucap Sekar yang sedang merapikan rambutnya didepan cermin. Gilang pun tersenyum mendengar ucapan Sekar, dia melangkah mendekat dan memeluk Sekar dari belakang, mencium dan menikmati harum parfum aroma mawar yang langsung mengaktifkan salah satu organ di tubuhnya.


"Kenapa kamu yang minta maaf, semua ini mungkin sudah takdir yang harus kita lalui, ini akan menjadi kisah indah kelak dikemudian hari yang akan kita ceritakan pada anak cucu kita. Kita pernah mempersiapkan pesta pernikahan yang megah disebuah hotel bintang lima. Kita sudah menyebar undangan kesegala lapisan masyarakat, dari lapisan masyarkat bawah, para pengusaha hingga kaum elit politik. Namun apa yang terjadi, pesta itu gagal total karena ulah bundaku sendiri. Pada akhirnya pesta pernikahan sederhana inilah yang bisa kita nikmati. Namun semua ini tak pernah mengurangi rasa bahagiaku karena telah berhasil memenangkan hatimu. Terima kasih atas hari ini, terima kasih atas bahagia ini. Akan aku jaga selalu hati dan cintaku dan hanya akan aku berikan untukmu duhai kekasih halalku," perlahan Gilang pun mendaratkan ciuman perdananya di kening istri tercintanya.


"Mungkin bagi kakak pesta ini begitu sederhana, tapi bagi aku ini sangat mewah kakak, bahkan ini adalah pesta termewah yang digelar didesa ini selama kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini, itu menurut informasi dari beberapa warga desa ini," terang Sekar.

__ADS_1


"Oh ya, benar begitu, terus apalagi komentar meraka," tanya Gilang, tangannya terus merayap memeluk pinggang sang istri.


"Iya kak, kata mereka, aku adalah gadis paling beruntung yang telah berhasil memikat hati seorang pemuda kota, ceo tampan dan calon pengusaha perkebunan porang yang akan berdiri di desa ini. Bahkan nih kak, ada beberapa ibu-ibu yang mempunyai anak gadis berharap kakak berkenan menjadikan anak gadis mereka sebagai istri kedua. Kata mereka jadi istri kedua pun tak apa, yang penting bisa ikut menikmati harta kekayaannya," ujar Sekar dengan gaya menuruti ibu warga desa, dan itu sangat menggemaskan di mata Gilang suaminya. Sontak tawa Gilang pun pecah mendengar cerita Sekar. Namun hal itu justru membuat Sekar kesal karen mengira Gilang senang karena banyak ibu-ibu yang menginginkan dia jadi menantunya dan itu menunjukkan peluang yang besar bagi Gilang untuk menikah lagi. Dengan kasar Sekar menghempaskan tangan Gilang yang tengah memeluk pinggangnya dan langsung membanting tubuhnya sendiri, telungkup diatas ranjang sederhana.


Malam bahagia kini berubah menjadi malam penuh kesedihan. Sekar terus terisak, sementara Gilang yang kebingungan hanya duduk dipembaringan sambil membelai rambut sekar.


"Katakan apa yang membuatmu sedih sayang, apa aku menyakitimu, bukankah tadi kamu sedang semangat sekali bercerita, kenapa mendadak jadi sedih. Bicaralah Sekar, sungguh aku tidak mengerti kenapa kamu tiba-tiba sedih. Kita harus saling terbuka agar kita bisa mengenali sifat kita masing-masing. Mungkin ini adalah perjuangan kita selanjutnya, kita harus berjuang menyamakan visi, misi dan persepsi agar mengurangi kesalahpahaman yang berujung pada pertengkaran dan rasa sakit," ucap Gilang seraya membangunkan Sekar, menghapus air matanya.


"Aku sedih, karena kakak sepertinya senang, karena banyak ibu-ibu di desa ini yang menginginkan kakak jadi menantunya, bukankah berarti kakak akan menikahi mereka nantinya. Ingat ya kak, aku adalah perempuan yang tidak mau berbagi suami dengan orang lain. Kalau kakak ingin menikah lagi, ceraikan dulu aku. Bagi aku lebih baik hidup miskin tapi hati bahagia karena mempunyai suami setia. Aku bukan wanita penggila harta yang rela di madu atau menjadi madu demi bisa mendapatkan dan menikmati harta seorang lelaki," ucap Sekar masih dengan suara serak akibat menangis.

__ADS_1


"Ya ampun sayang, kenapa kamu jadi berfikirnya sejauh itu, tapi tidak apa-apa. Mungkin kita belum begitu mengenali karakter kita masing-masing. Perlu kamu tahu sayang, bisa menikahimu adalah anugerah terindah dalam hidupku. Kamu tahu, saat kamu menghilang, Aku mengerahkan ratusan detektif untuk mencari keberadaanmu. Semua itu karena besarnya rasa cintaku padamu. Kalau aku mau mungkin aku sudah mengikuti saran bunda untuk menikah dengan wanita lain. Tapi semua itu tak pernah aku lakukan, karena apa, karena hanya kamu wanita yang aku cintai, aku tak pernah bisa mencintai wanita manapun selain kamu," ungkap Gilang seraya membelai rambut Sekar.


"Sekar, sebanyak apapun wanita yang menginginkan dan berharap jadi istriku, kalau aku tidak akan pernah bisa mencintai wanita selain kamu. Maka tidak akan ada yang namanya istri kedua, ketiga dan seterusnya. Bukankah sebuah pernikahan itu bisa terjadi karena keinginan dari kedua belah pihak, tidak bisa atas kehendak mereka saja, aku janji akan selalu setia kepadamu. Kita akan jalani rumah tangga ini dengan penuh bahagia, mulai malam ini kita harus berjanji untuk selalu bersama hingga maut memisahkan," Gilang terus menjelaskan panjang lebar hingga waktu sudah melewati tengah malam.


"Kak lihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul dua belas lebih, apa kakak tidak mengantuk," ujar Sekar seraya menguap. Tangannya mencoba meraba, ingin memeluk Gilang.


"Astagaaa...kita ini malam pertama bukannya beribadah malah ngobro melulu. Kamu sih pakai acara takut aku menikah lagi, jadi telat deh memulai percintaannya. Ayo kita shalat sunah dulu," ujar Gilang sambil mengangkat Sekar menuju kamar mandi untuk berwudhu.


Mereka pun shalat bersama. Saat selesai shalat Gilang langsung membantu melepaskan mukena Sekar lalu mereka berdoa bersama. Setelah selesai Gilang langsung mengangkat tubuh Sekar dan dengan hati-hati membaringkannya.di ranjang kayu yang sederhana. Mulai dari saling mencium, meraba dan saling menyesap madu-madu asmara dalam pernikahan. Keduanya saling melepas rindu dan dahaga yang selama ini tertahan akibat banyaknya ujian yang harus dijalani. Mereka sama-sama penasaran dan belum pernah merasakan indahnya bercinta dalam pernikahan. Diawali dengan gerakan yang canggung, saling menggunakan nalurinya sebagai manusia dewasa yang ingin saling memuaskan satu sama lain hingga mencapai puncak bahagia.

__ADS_1


******


__ADS_2