Cintaku Yang Tak Di Restui

Cintaku Yang Tak Di Restui
Bab. 67. Pertengkaran Ibu dan Anak


__ADS_3

Sambil menunggu Sitah yang sedang dikamar mandi. Bu Tarni pun memeriksa isi tas Sitah yang tadi diserahkan kepadanya. Dia heran mengapa tas dan seluruh tubuh Sitah berbau telur busuk.


Sebuah amplop berwarna coklat setebal sekitar satu sentimeter dia temukan dalam tas putrinya. Saat dia buka, netranya langsung membulat sempurna, hatinya bersorak gembira saat melihat setumpuk uang. Ada selembar kertas putih dibawah lembaran uang tersebut. Karena rasa penasaran yang begitu dalam, bu Tarni pun membaca isi lembaran kertas putih tersebut.


Seketika kakinya lemas hingga dia terduduk, kedua tangannya yang sedang memegang kertas bergetar hebat, begitupun bibirnya.


"Sitah dipecat secara tidak hormat," gumamnya.


Kreeet!


Sitah keluar dari kamar mandi yang bersebelahan dengan dapur. Kini tubuhnya tak lagi berbau telur busuk.


"Sitah....kok bisa kamu dipecat"


Tanya bu Tarni pada anaknya. Dia sangat kecewa pada putrinya. Seharusnya dia jangan mau dipecat begitu saja.


"Iya bu, mulai besok Sitah tidak boleh bekerja lagi"


Lirih Sitah sembari terisak, bibirnya bergetar menahan tangis. Sitah pun menjelaskan kalau ternyata semua orang dikantornya telah mengetahui bahwa adegan mesum Sitah dan Gilang terjadi saat Gilang tak sadarkan diri. Mereka juga mengetahui kalau dalang dari pelaku penculikan Gilang adalah dirinya.


"Kok mereka bisa tahu?," tanya bu Tarni sembari menyusun uang yang ada di dalam amplop coklat.


"Dari boxer yang dikenakan pak Gilang bu, pak Gilang ingat kalau dia memakai boxer itu dihari pernikahan ibunya.


"Dasar bodoh, seharusnya kamu lepas boxernya. Kalau dia tanpa mengenakan kain yang menempel ditubuhnya, kan adegannya lebih meyakinkan"


Bu Tarni terus menyalahkan putrinya yang bekerja ceroboh, hingga berakibat gagalnya rencana mereka. Sehingga Sitah yang sedang kalutpun semakin emosi.


"Ibu kenapa tidak memberi tahu Sitah, Sitahkan bekerja sesuai langkah-langkah yang ibu sarankan, ibu juga tidak memberitahu Sitah kalau Sitah harus melepaskan boxernya.


"Dasar anak bodoh, yang kaya gitu tidak perlu diajari, harusnya kamu berinisiatif sendiri"


" Aku mana kepikiran bu"


"Lagian ngapain kamu cuma mencumbu wajahnya saja sehingga, kenapa enggak kamu cumbu tuh area sensitifnya biar aktif dan kamu bisa berbuat lebih jauh"


Bu Tarni terus menganggap semua kesalahan ditangan Sitah. Sehingga pertengkaran hebat terjadi diantara mereka.


"Aku menyesal mengikuti saran ibu, seharusnya aku mengikuti nasehati ayah agar tidak mengganggu rumah tangga orang lain"

__ADS_1


Sitah mengambil tas dan amplop coklat kemudian berlalu masuk ke kamarnya meninggalkan bu Tarni.


"Gara-gara ibu aku jadi dipecat dari pekerjaan"


Jebreeet!


Melihat Sitah masuk kedalam kamarnya, ibu Tarni baru menyadari kalau dia terlalu keras pada putrinya, terlalu menyalahkannnya. Sedangkan dia saat ini sedang terpuruk. BuTarni pun bangkit dari duduknya. Dia melangkah mendekati kamar Sitah.


Tok! Tok! Tok!


"Sitah sayang, maafkan ibu nak, tidak seharusnya ibu menyalahkanmu, tolong buka pintunya"


Beberapa kali bu Tarni mengetuk kamar Sitah, namun Sitah tak bergeming. Bukan bu Tarni orangnya kalau dia menyerah begitu saja. Hingga satu jam lamanya dia terus mengetuk kamar Sitah.


Sementara didalam kamar, Sitah yang merasa lelah dan pusing berusaha memejamkan mata, dia harus tidur walau sejenak agar bisa berhenti memikirkan masalah hidupnya. Namun suara ketukan bu Tarni terus mengganggunya.


Kreeet!


"Ada apa sih bu mengganggu saja"


Sitah membuka pintu kamar dengan rasa kesal. Bu Tarni langsung masuk kekamar dan memeluk Sitah.


"Maafkan ibu nak, kita harus bicara," ucap bu Tarni sembari mendudukkan bokongnya diatas ranjang.


"Sebaiknya kita atur strategi lagi yang lebih jitu. Bagaimana"


Sitah menarik nafas dalam, dia menghembuskannya dengan kasar. Hatinya kesal dengan rencana-rencana ibunya. Ibunya selalu menyarankan dia merayu dan memperdaya lelaki kaya dan lelaki paling kaya raya diCipaganti saat ini adalah Gilang. Dia ingin Sitah mempunyai suami yang mempunyai harta berlimpah, agar bisa keluar dari kemiskinan.


"Kamu tidak boleh menyerah nak, mungkin kalau pak Gilang terlalu sulit untuk kamu rayu, bagaimana kalau lelaki lain, masih ada kan beberapa orang kaya didesa ini"


Sitahpun mengatakan kalau dia jera mengikuti nasihat ibunya yang telah membuatnya dipecat dari pekerjaan yang selama ini dia banggakan. Dengan hati dongkol bu Tarni keluar dari kamar Sitah.


Keesokan harinya saat Sitah sedang santai diruang makan, bu Tarni sedang memasak didapur terdengar seseorang mengetuk pintu.


Sitah berlari keruang tamu menuju pintu keluar. Hatinya shock saat empat orang polisi berdiri didepan rumahnya.


"Maaf anda yang bernama Sitah"


"betul pak"

__ADS_1


"Anda kami tangkap atas penculikan saudara Gilang dan penyebaran vidio porno"


Polisi langsung mencekal lengan Sitah yang hendak lari, mereka memborgol kedua tangan Sitah.


"Maafkan saya pak, tolong jangan tangkap saya"


Bu Tarni yang sedang memasak mendengar rame-rame diteras rumahnya pun keluar. Dia sangat terkejut melihat beberapa orang polisi di depan rumahnya. Dia shock saat melihat kedua tangan Sitah dipasang borgol oleh polisi.


"Pak polisi maafkan anak saya pak, tolong jangan bawa dia. Tolong pak..."


Bu Tarni memegang lengan pak polisi sembari terisak. Sementara polisi yang lain menarik tubuh Sitah yang meronta-ronta menuju kemobil polisi.


"Bu tolong Sitah bu....Sitah tidak mau dipenjara...hua....hua!"


Sitah menangis meraung-raung, namun polisi tetap menaikkan tubuh Sitah keatas mobil polisi, dia duduk diapit oleh dua orang pilisi. Akhirnya Sitah dibawa kekantor polisi.


Bu Tarni yang menangisi kepergian putrinya di tenangkan oleh beberapa warga yang dari tadi ikut menyaksikan penangkapan Sitah.


"Sabar bu, mungkin ini teguran buat ibu, agar tidak mengajar anak untuk berbuat yang tidak baik" ucap bu Lastri yang dari tadi ikut menonton kejadian itu.


Mendengar ucapan bu Lastri, bu Tarni tidak terima. Dia merasa telah mendidik Sitah dengan baik, dia cuma ingin merubah nasibnya menjadi lebih baik, berharap Sitah menikah dengan orang kaya agar hidupnya tidak kekurangan uang. Karena nasehat para ibu-ibu yang menenangkan dia tidak sesuai dengan keinginannya. Ibunya Sitah pun masuk kedalam rumahnya dan membanting pintu dengan nyaring.


"Dasar bu Tarni, diingatkan malah marah-marah"


"Mungkin sudah ketutup hatinya, sehingga tidak bisa menerima nasihat baik"


"Biarlah itu menjadi pelajaran buat kita, jangan pernah berfikir untuk mengambil milik orang lain, begitulah jadinya"


"Betul itu, kalau mau hidup enak ya kerja keras jangan mendekati dan merayu suami orang"


" Iya juga sih, tidak semua laki-laki doyan berselingkuh, buktinya pak Gilang selalu setia sama istrinya"


Saat warga desa sedang membicarakan buTarni dan Sitah. Tiba-tiba pak Giman datang dari kebun.


"Ada apa ibu-ibu, kok pada rame didepan rumah saya," tanya pak Giman.


Para ibu-ibu pun menceritakan kejadian Sitah yang ditangkap polisi atas kasus penculikan Gilang dan penyebaran vidio mesum dirinya dengan Gilang.


"Istri bapak kami nasehati malah marah-marah membanting pintu," ujar ibu-ibu menjelaskan.

__ADS_1


Pak Giman pun langsung membuka rumahnya, kebetulan dia membawa kunci duplikat rumahnya.


********


__ADS_2