Cintaku Yang Tak Di Restui

Cintaku Yang Tak Di Restui
Bab. 60. Mulai Terkuak


__ADS_3

Dokter yang ada dihadapkan Gilang menatapnya dan menarik nafas dalam-dalam sebelum mulai bicara.


"Istri anda sudah sadar, kondisinya masih lemah. Dia hanya shock berat sehingga terjadi pendarahan hebat, untuk mengantisipasi segala hal buruk terjadi, sebaiknya ibu Sekar dirujuk kerumah sakit di kabupaten untuk menjalankan oprasi caesar"


Gilang langsung berucap syukur karena istri dan anaknya selamat, walaupun harus dilakukan tindakan oprasi caesar.


"Lakukan yang terbaik untuk istri saya dok"


Gilang langsung menyiapkan segala sesuatunya untuk merujuk Sekar kerumah sakit yang ada di kabupaten. Setengah jam kemudian mereka berangkat dengan menggunakan mobil miliknya yang dikemudikan oleh Deni. Gilang menemani Sekar yang terbaring tak berdaya didalam mobil.


Mobil terus melaju dengan kecepatan maksimal melewati jalan-jalan sepi di area perkebunan porang milik Gilang, melewati semak belukar terkadang juga melewati area persawahan dan perkebunan sayur mayur.


Didalam ambulan Sekar terus terisak, wajahnya terus berpaling tak ingin melihat muka suaminya. Beberapa kali Gilang menyentuh jamarinya, namun dengan kasar Sekar menghempaskannya.


"Jangan sentuh aku kak, aku jijik sama kakak, aku benci kakak, tega sekali kakak menghianati aku dengan perempuan murahan itu hu....hu...."


Sekar menangis tersedu, membuat Gilang semakin kebingungan.


"Sekar....kamu jangan langsung percaya dengan vidio editan itu Sekar. Percaya sama aku, aku tidak pernah mengkhianatimu, aku selalu menjaga kesetiaanku hanya untukmu"


"bohooooong....pergi....aku tidak sudi berada satu mobil dengan pembohong....pengkhianattttt"


Sekar terus berteriak hingga nafasnya tercekat, matanya terpejam tangannya memegangi dadanya, Gilang langsung memeluknya dan memberinya air mineral dalam kemasan yang dia ambil tidak jauh dari tempatnya duduk.


"Minum sayang"


Sekar menolak dengan melambaikan tangan.


"Minum sayang, kasian anak kita kehausan, kamu boleh marah padaku tapi jangan biarkan anak kita tersiksa didalam sana"


Akhirnya Sekar mau meminum air yang ada di tangan Gilang. Usai minum beberapa teguk, Sekar terlihat lebih tenang, Gilang terus membelai pucuk kepalanya.

__ADS_1


"Kamu jangan keburu emosi, tolong fikirkan dengan jernih, lelaki dividio itu tidak melakukan apa-apa dan matanya terpenjam, dan lihat boxer yang aku pakai, itu boxer hadiah darimu yang aku pakai dihari pernikahan bunda saat aku hilang dan ditemukan dalam kondisi pingsan.


Sekar meraih hand phonenya yang ada ditangan Gilang, diputar ulang vidio yang tadi pagi dia tonton, dia lihat dengan seksama. Yang dikatakan suaminya ternyata benar. Wajahnya terlihat lebih tenang.


Ingat sayang saat-saat kita berjuang untuk mendapat restu bunda, kita sempat terpisah berbulan-bulan. Puluhan wanita cantik, kaya, berkelas dan berpendidikan, bunda jodohkan denganku. Namun aku menolaknya karena aku lebih memilihmu, itu adalah salah satu bukti. betapa besarnya cintaku padamu. Walau harus melalui perjuangan panjang yang melelahkan.


Sekar masih terus diam, ingatannya kembali dimana bunda Reni menolaknya karena latar belakangnya yang berasal dari keluarga miskin dan dikira keluarga broken home. Akal sehatnya membenarkan ucapan suaminya. Selama ini dia tahu betul kalau suaminya bukanlah laki-laki murahan yang suka menabur benih disembarang lubang. Gilang adalah tergolong lelaki setia dan tidak mudah berpindah kelain hati.


Sekar mulai menyadarari, betapa dia sudah salah menilai suaminya akibat vidio porno yang dikirim nomor tak dikenal. Rasa cemburu akibat cinta yang begitu besar telah membutakan hatinya hingga emosinya tersulut tanpa mampu dia kendalikan.


"Ma...maafkan aku kak....aku takut kehilangan kakak"


Gilang langsung merengkuh tubuh lemah istrinya, dia memeluknya erat, merasakan kembali getaran cinta yang indah yang telah menghiasi hari-harinya.


"Aku memahami perasaanmu, bukankah itu artinya kamu mencintaiku"


Gilang terkekeh, dia mengurai pelukannya, tangannya menghapus air mata yang membasahi istri tercintanya, menciptakan segores senyum dibibir pucat sang istri terkasih.


Dengan penuh kasih dan cinta, lelaki tampan sejuta pesona itu membelai perut buncit istrinya, begitu pun istrinya yang langsung menyentuh perutnya, karena didalam sana mahkluk mungil yang sedang ditunggu kelahirannya memperlihatkan aksinya hingga menimbulkan tonjolan-tonjolan diperut Sekar.


******


Sementara itu Deni yang tengah duduk dikursi tepat di depan ruangan dimana Sekar dirawat mendapat telepon dari anak buahnya yang selama ini mengawasi gerak-gerik Sitah dan ibunya.


"Pak kita bisa ketemu, ada beberapa imformasi tentang Sitah terkait penculikan pak Gilang beberapa minggu yang lalu"


Dino salah satu orang suruhan Deni mengajaknya bertemu di sebuah kafe tidak jauh dari rumah sakit dimana istri Gilang dirawat.


"Okey...kamu share lokasi kafenya, aku segera kesana"


Deni dengan langkah cepat berjalan keluar rumah sakit menuju ketempat dimana mobilnya diparkir. Sekitar lima belas menit kemudian, Deni sudah sampai disebuah kafe sederhana, dia menyorotkan pandangannya kesegala arah. Hingga tatapannya terhenti disebuah meja dimana seseorang dengan pakaian preman dan sebuah tato bergambar cicak terpampang dipermukaan lengan kanannya. Lelaki itu melambaikan tangan kearah Deni. Dengan langkahnya yang panjang-panjang dan tatapan yang tegas, suami dari bidan Enjela mengarahkan langkahnya kearah lelaki bertato yang dia kenal bernama Dino.

__ADS_1


"Ada informasi apa Din?"


Deni bertanya sembari menghentakan bokongnya disebuah kursi tepat dihadapan Dino. Dino memperlihatkan sebuah vidio pertemuan Sitah dengan beberapa preman yang disinyalir merupakan keturunan penjahat dari desa Bumi Hangus bernama Bawor dan kentos serta beberapa anak buahnya.


Beberapa waktu yang lalu sebelum acara pernikahan bunda Reni. Sitah menemui teman-temannya didesa Bumi Hangus, dia bernama Bawor dan Kentos.


"Ada kerjaan apa Sitah"


"Menculik orang nomor satu di perusahaan perkebunan porang, difoto dan alamat rumahnya. Setiap pagi dia lari pagi sendirian disekitar rumahnya, itu kesempatan kalian"


Sitah menyerahkan amplop coklat kepada Bawor dan kentos.


"Upahnya gimana"


"Kalian tenang saja, setelah gajian pasti akan saya bayar, jangan lupa bawa lelaki itu kerumah dinas yang kosong tidak jauh dari rumah dinas karyawan perusahaan perkebunan porang, alamatnya juga ada didalam amplop itu," jawab Sitah, kemudian dia pergi meninggalkan Bawor dan Kentos.


Setelah melewati tanggal yang telah disepakati ternyata Sitah belum juga membayar upah pekerjaan mereka menculik Gilang.


"Sekarang juga kamu bayar pekerjaan kami sesuai kesepakatan kita Sitah, awas saja kalau kamu berani ingkar janji, tau sendiri akibatnya," ujar bawor yang menghadang Sitah ditengah jalan yang sepi setelah beberapa hari Sitah terus menghindarinya padahal dia sudah gajian.


"Uang gaji saya kemarin habis untuk perawatan, soalnya aku kan harus selalu kelihatan cantik, agar bos menyukaiku, nanti kalau aku menikah dengan dia, kalian aku kasih bonus besar"


"Jangan coba-coba kebanyakan alasan, cepat bayar sekarang juga"


"nggak usah ngegas, uang nggak seberapa juga, gajian bulan depan aku bayar"


Sitah langsung menggas kendaraannya, dia kabur meninggalkan Bawor dan kawan-kawannya yang sedang marah.


"Bagaimana ini bos, saya sedang perlu uang untuk beli beras, kasian istri dan anak saya"


"Sebentar kita cari cara, bagaimana agar bisa menghasilkan uang," ujar kentos salah satu anak buah Bawor.

__ADS_1


*******


__ADS_2