Cintaku Yang Tak Di Restui

Cintaku Yang Tak Di Restui
Bab. 91. Menguji


__ADS_3

Hari ini dikantor perusahaan perkebunan porang, Gilang mengadakan meeting dengan Ceo dari PT. Antonio Perkasa yang bekerja sama dalam ekspor tepung porang yaitu tepung glokoman ke Cina. Karena permintaan Porang di negara Cina paling besar diantara beberapa negara pengekspor porang lainnya.


"Selamat pagi pak Antonio, senang bertemu anda," sapa Gilang menyapa kedatangan Antonio yang merupakan Ceo dari PT. Antonio Perkasa.


"Selamat pagi pak Giang, tambah ganteng saja setelah menikah, sepertinya kehidupan anda sangat bahagia saat ini"


Antonio menjabat Gilang, mereka telah terlibat kerjasama sejak Gilang memimpin Reni Baskara Grup.


Dua lelaki tampan itu pun membicarakan mengenai tahapan ekspor porang yang telah diolah menjadi tepung glukoman.


Setelah selesai membicarakan masalah pekerjaan. Akhirnya mereka pun terlibat pembicaraan masalah pribadi yang begitu serius.


"Okey...saya setuju, saya akan melakukan dengan sebaik mungkin. Bapak tunggu saja bagaimana nanti hasilnya," ucap Antonio seraya berjabat tangan dengan Gilang.


******


Dipagi yang cerah, sang mentari mulai memancarkan sinarnya yang berwarna keemasan. Hamparan langit biru membentang dengan begitu indah. Hari ini cuacanya cerah, secerah hati bu Tarni yang sedang bersenandung riang sembari menjemur pakaian dihalaman rumahnya.


Kini wanita itu telah berdamai dengan hatinya. Menerima kenyataan, bahwa takdirnya hanya menjadi orang biasa saja. Angannya mempunyai harta berlimpah dari laki-laki kaya yang berhasil menikahi putri kesayangannya dia buang jauh-jauh. Yang terpenting baginya adalah kebahagiaannya dan kebahagiaan Sitah, walau tanpa harta yang melimpah. Kini dia sadar bahagia telah menyapanya lewat rasa syukur menerima apapun dan bagaimanapun jalan hidupnya.


"Permisi"


Bu Tarni terkejut, seorang lelaki berwajah tampan dengan postur tubuh tingginya sekitar seratus tujuh puluh senti meter, hidungnya mancung,wajahnya seperti orang asing datang menyapanya. Netranya memindai mobil mewah yang ada dihalaman rumahnya. Dia bingung, tidak biasanya ada yang bertamu kerumahnya.


"Selamat pagi pak Mister, ada yang bisa saya bantu," sapa bu Tarni.


"Benarkah ini rumah ibu Tarni, orang tuanya Sitah"


"Betul pak mister, ada apa yah"


Bu Tarni pun mengajak pria dihadapannya untuk duduk diteras. Lelaki itu memperkenalkan dirinya yang bernama Antonio yang merupakan Ceo dari PT. Antonio Perkasa. Lalu dia mengutarakan maksudnya akan melamar Sitah untuk jadi istrinya.


"Dari mana anda mengenal anak saya pak Mister"

__ADS_1


Lelaki itupun menceritakan awal pertemuannya dengan Sitah saat Sitah masih kuliah. Sitah sering lewat depan rumahnya dan bertegur sapa dengan satpam.


Sejak dulu pak mister sudah mencari alamat Sitah, namun baru kali ini dia mendapatkannya dari salah. Karyawannya.


"Saya senang sekali bisa ketemu ibunya Sitah, semoga ibu mau menerima saya, manusia hina ini menjadi menantu ibu yang telah jatuh cinta pada Sitah sejak pandangan pertama, saya mencintai anak ibu tanpa syarat"


Mendengar penuturan bule dihadapannya, bu Tarni amat terkejut, dia sangat bahagia. Berkali-kali dia mencubit pergelangan tangannya untuk memastikan apakah ini kenyataan atau hanya mimpi dan khayalannya semata. Namun semua yang terjadi adalah nyata adanya.


"Tapi saya tidak bisa memutuskannya sendiri pak mister, soalnya yang mau menikahkan Sitah, jadi saya harus minta? persetujuan Sitah dulu. Kalau saya sih mau-mau saja pak mister, mau banget malah"


Lelaki yang mengaku bernama Antonio itu sangat terkejut mendengar jawaban bu Tarni.


"Ta..tapi yang saya lamar dan yang ingin jadikan istri itu Sitah anak anda bukannya anda"


Bu Tarni terkekeh menyaksikan raut wajah antonia yang terlihat panik karena salah paham.


"Begini pak mister, saya itu mau saja atau mau banget menerima anda sebagai menantu saya, bukan suami saya. Saya ini sudah tua pak mister, mana tahan kalau sama bule"


Antonio terlihat manggut-manggut, sebagai tanda kalau kini dia telah paham dengan ucapan bu Tarni.


Setelah Antonia pulang, bu Tarni langsung menelpon Sitah.


"Asaalamuallaikum bu, Sitah masih dijalan, nanti Sitah telpon lagi kalau sudah sampai kantor, okey..."


Tanpa menunggu jawaban dari ibunya. Sitah langsung mematikan teleponnya. Bu Tarni menarik nafas panjang menahan kesal dan duduk diteras rumah sambil memandang kearah jalan dan berharap ada penjual cilok lewat.


Kriiing!


Setelah beberapa saat menunggu, ponsel bu Tarni pun berbunyi. Secepat kilat bu Tarni langsung mengangkatnya.


"Hallo"


"Assalamuallaikum bu"

__ADS_1


"Wa allaikum sallam Sitah... Sitah ibu kangen, ibu ingin kamu pulang minggu ini, bisa kan?,


Bu Tarni sengaja berbohong, dia ingin memberikan kejutan pada Sitah, lagian kalau dia belum bertemu dengan Antonio yang terlihat tampan dan kaya, mungkin Sitah akan menolak lamaran Antonio karena hatinya telah terpikat dengan Gading. Walaupun dia tahu, akibat tak di dapatnya restu dari keluarganya. Gading seperti menghindari Sitah atau mungkin sudah tidak perduli pada Sitah.


"Lihat saja nanti ya bu, takutnya Sitah banyak kerjaan"


"Ibu mohon nak, badan ibu panas, akibat terlalu sering mimpi bertemu denganmu. Ibu sudah tidak bisa menahan rindu. Ibu takut tidak bisa ketemu denganmu. Berjnajilah nak, kamu akan pulang saat akhir pekan ini"


Dengan mengerahkan segenap kemampuannya dalam berekting, bu Tarni terus meminta pulang minggu ini.


"Baiklah bu, sitah akan pulang" jawab Sitah singkat"


Begitu senang hati bu Tarni, karena akhirnnya Sitah mau pulang minggu ini. Setelah apa yang diinginkan bu Tarni di setujui oleh Sitah, ibu dan anakpun mengakhiri panggilan jarak jauhnya. Bu Tarni tersenyum lega. Namun berbeda dengan Sitah, demi menuruti kata ibunya, agar bisa pulang diakhir pekan. Sitah bekerja keras agar bisa menyelesaikan tugasnya minggu ini.


Waktu terus berlalu, kini saatnya Sitah pulang. Sitah pulang dengan perasaan lega karena semua pekerjaan minggu ini telah selesai.


"Tok! Tok! Tok....


"Assalamuallaikum


Beberapa kali Sitah mengetuk pintu, namun tak ada jawaban. wanita yang sudah tidak perawan itu heran, sepagi ini, kenapa ibunya tidak ada dirumah.


"Berarti nanti acara pesta perkawinan Sitah sama pak Mister itu akan dilangsungkan secara besar-besaran ya bu Tarni?"


Seorang ibu bertubuh subur dengan kulit berwarna sawo matang bertanya pada bu Bu Tarni.


"Saya kurang tahu, kalau saya sih terserah anaknya saja, mereka berdua yang akan menjalani," jawab bu Tarni.


Sitah yang mendengarkan pembicaraan ibu-ibu disamping rumahnya yang sedang berjalan kearahnya merasa bingung, apa sebenarnya yang telah terjadi. Seminggu yang lalu, ibunya merengek-rengek manja meminta Sitah untuk pulang.


Setelah pulang, mendengar pembicaraan ibunya dengan tetangga sekitarnya dia semakin bingung, apa sebenarnya yang terjadi pikirnya.


"lho Sitah kamu sudah pulang, maaf ya nak tadi ibu habis beli gorengan. Kamu sudah lama nunggunya," sapa bu Tarni yang menghampiri Sitah diteras rumah.

__ADS_1


"lho calon pengantin sudah datang, kelihatan sekali yah kalo orang lagi bahagia, wajahnya berseri-seri," ujar salah satu ibu-ibu itu.


*******


__ADS_2