Cintaku Yang Tak Di Restui

Cintaku Yang Tak Di Restui
Bab. 92. Penolakan Sitah


__ADS_3

Sitah tertegun, mendengar pertanyaan seorang ibu yang ada di hadapannya. Berbagai pertanyaan timbul dalam benaknya.


"Maksudnya apa ya bu, Sitah kok enggak paham," ujar Sitah dengan kening berkerut.


"Kamu bisa aja bercandanya Sitah, pakai pura-pura enggak tahu apa-apa," celoteh para ibu-ibu sembari terkekeh.


"Maaf ya ibu-ibu, kami masuk dulu, saya ini sudah kangen sekali sama Sitah anak saya.


Bu Tarni menggandeng putrinya dan menariknya untuk masuk kedalam rumah.


"Sebenarnya ada apa sih bu?, kenapa mereka berbicara seolah-olah Sitah akan menikah. Ingat bu, hubungan Gading dan Sitah sudah renggang, keluarganya tak memberi restu kepada kami. Jadi ibu jangan menyebarkan gosip seolah-olah kami akan menikah"


Sitah berbicara panjang lebar kepada bu Tarni tanpa mengetahui duduk masalah yang sebenarnya.


"Bukan begitu nak, ibu tidak pernah menyinggung hubunganmu yang digantung oleh Gading kepada ibu-ibu tetangga kita"


Akhirnya bu Tarni pun memceritakan kedatangan Antonio kerumahnya untuk melamar Sitah dan bagaimana awal mula lelaki itu jatuh hati pada Sitah.


Sitah benar-benar tidak percaya mendengan kabar dari ibunya. Setahu Sitah, tak sedikitpun bahasa tubuh dari pak Atonio yang menunjukkan kalau lelaki itu ada rasa sama padanya.


"Mana mungkin pak Antonio seorang Ceo dari perusahaan besar yang bergerak dalam beberapa bidang mencari Sitah, datang kerumah untuk melamar Sitah. Itu terlalu imposible bu, mungkin ibu habis nonton tivi jadi menghayal yang tidak-tidak"


"Ibu tidak bohong nak, sebentar ya"


Bu Tarni berdiri dan melangkah kekamar, dia membuka lemari dan memgambil dua kotak perhiasan bernilai puluhan juta.


"Ini buktinya, pak mister memberikan hadiah ini. Yang ini buat kamu dan yang ini buat ibu"


Bu Tarni memperlihatkan dua kotak perhiasan kepada Sitah kemudian membukanya dengan hati-hati.


Kembali Sitah berfikir, bagaimana mungkin seorang Antonio memberi perhiasan kepada dia dan ibunya.


"Terus ibu jawab apa kemarin, jangan bilang kalau ibu menerima lamarannya tanpa persetujuan Sitah," ujar Sitah sembali menenggak habis segelas es teh yang barusan dibuatkan oleh bu Tarni.

__ADS_1


"Tentu saja tidak Sitah, ibu menyuruh pak mister kesini lagi sore ini untuk menemuimu"


"Jadi ibu menyuruh Sitah pulang karena ada yang melamar Sitah"


Bu Tarni mengangguk.


"Tapi kok ibu manggilnya pak mister sih?"


"Kan dia bule, kalau bule kan biasanya dipanggil mister, memang ibu salah ya?"


Bu Tarni tersipu.


"kalau sudah panggil pak ya enggak usah pake mister bu, kedobel jadinya," ujar Sitah seraya tertawa terbahak-bahak.


"Oh jadi gitu, tapi ibu sudah merasa nyaman memanggil dengan sebutan pak mister, jadi kerasaan bulenya he...he..," kekeh bu Tarni.


"Tapi ngomong-ngomong, kamu terima ajalah cintanya. Kapan lagi kamu bisa mempunyai suami tampan dan kaya. Mungkin Antonio adalah jodoh yang dikirim Tuhan untukmu Sitah"


"Ibu ini sok tahu, ya enggak mungkin lah bu , Sitah menerima lamaran Antinio, Sitah hanya mencintai Gading, Sitah tidak mau menghianati Gading bu"


Terlalu berat memang, memperjuangkan cinta dari lelaki yang belum tentu mau berjuang untuk mendapatkan cintanya. Walau bibir Gading mengatakan ingin memperjuangkan cintanya. Namun pada kenyataannya semua itu hanya dibibir saja"


"Kalau menurut ibu, lebih baik kamu terima saja lamaran Antonio. Untuk apa mengharapkan Gading, yang belum tentu direstui"


Bu Tarni terus membujuk Sitah agar menerima lamaran Antonio. Namun dengan tegas Sitah berencana akan menolak lamaran Antonia, baginya cintanya pada Gading tak akan bisa tergantikan. Karena hanya Gadinglah yang mampu menerima Sitah apa adanya.


"Kamu lihat saja nak, nanti kalau kamu ketemu pak mister, kamu pasti terkejut, dia mempunyai ketampanan diatas rata-rata dan selain good looking dia juga good rekening"sambung bu Tarni .


Bu Tarni mengingatkan putrinya, bahwa menikah bukan hanya sehari atau dua hari, melainkan seumur hidup hingga ajal menjemput. Menikah bukan hanya sekedar untuk main cinta-cintaan. Menikah adalah ibadah panjang bagi umat manusia dimana didalamnya terdapat ibadah-ibadah yang harus dijalani. Dalam pernikahan semua yang dilakukan oleh istri maupun suami bernilai ibadah.


Setiap pernikahan selalu ada ujiannya, tak ada pernikahan yang tak diuji. Ujian bukan untuk menunjukan bahwa hidup ini kejam, namun untuk menempa kita agar semakin kuat.


"Semenjak rajin ikut yasinan dan berbagai kegiatan keagamaan, ibu jadi pandai bicara, Sahut Sitah.

__ADS_1


"Tapi Sitah tidak mau menikah hanya karena melihat hartanya bu, Sitah tidak mau menderita seperti yang sudah-sudah. Pokoknya Sitah hanya mau menikah dengan Gading, lelaki yang menerima Sitah walau Sitah telah ternoda titik"


Seiring waktu terus berlalu, matahari mulai condong kearah barat. Terdengar suara mobil memasuki halaman rumah bu Tarni. Bu Tarni segera membuka pintu ruang tamu dan memastikan siapa yang datang.


Sesuai dugaan, lelaki bule bernama Antonio datang lagi. Kali ini dia membawa beberapa tote bag sebagai oleh-oleh.


"Selamat pagi pak mister, akhirnya pak mister Antonio kembali kesini"


Bu Tarni berdiri diteras rumah menyambut kedatangan Antonio dengan sangat penuh bahagia, senyumnya mengembang, sorot matanya berbinar. Sementara Sitah duduk disofa ruang tamu asyik memainkan gawainya. Dia seakan tak mau tahu apalagi menyambut tamu yang datang.


"Selamat sore Sitah, bagaimana kabarmu, apa kamu masih ingat saya"


Sapa Antonio menatap Sitah diiringi senyuman.


"Kabarnya baik pak, bapak orang yang dulu tinggal dirumah megah depan kontrakan saya kan, bapak yang selalu manatap saya dengan tatapan sinis bukan?"


Antonio terkekeh, dia terlihat gugup dan salah tingkah


"Kamu bisa aja Sitah. Beberapa tahun yang lalu, saya masih muda, ego saya masih besar. Saya menyapamu dengan sinis karena tidak ingin kamu mengetahui perasaanku dan merada GR"


"Kalau sekarang," potong Sitah.


"Sekarang...he..he..semenjak kamu selesai kuliah, aku tak lagi bertemu denganmu. Disitulah aku baru sadari betapa aku tersiksa, baru aku tahu kalau aku jatuh cinta padamu. Aku terus mencarimu, dan baru beberapa hari ini aku melihat kamu tinggal dikontrakan yang letaknya tidak jauh dari tempat kontrakanmu dulu. Aku mencoba mencari tahu alamatmu dari teman kerjamu dan ternyata tempat tinggalmu jauh sekali"


Antonio tersenyum, dia melirik kearah Sitah yang wajahnya dipenuhi keringat. Setelah berbasa-basi sebentar, antonia pun mengutarakan maksud kedatangannya yaitu melamar Sitah.


"Bagaimana Sitah, apakah kamu mau jadi istriku," ujar lelaki yang belum pernah menikah dan belum berpengalaman berumah tangga?"


Sitah sudah menduga apa yang akan ditanyakan oleh pak Antonio, bagaikan membaca sebuah buku, dia menjawab dengan lancar dan tegas.


"Maaf pak saya tidak bisa menerima lamaran bapak, saya tidak mungkin menghianati cinta Gading kekasih saya. Saya dan dia sudah terikat janji dari hati kehati, dari ujung kaki hingga ujung rambut," jawab Sitah.


"Tapi menurut ibumu, hubunganmu dengan Gading sudah kandas, kalian tak.mendapat restu dari orang tua.

__ADS_1


*********


__ADS_2