Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 10


__ADS_3

Masih di dalam cafe,


"ma . . Tante . . ." ucap axel bersamaan dengan clara.


"tu, lihat kalian manggil aja kompak" ucap adek sambil senyum menggoda keduanya.


"tante, clara terserah sama tante saja mana baiknya" ucap clara.


"ma, tapi axel mempunyai syarat ma, axel tidak mau mengundang semua orang ma, hanya keluarga besar saja, dan beberapa kerabat dekat." ucap axel.


Adel pun melihat ke arah clara, clara pun mengangguk setuju.


"baik lah, mama setuju. Seperti yang sudah di sepakati, 2 bulan lagi kalian menikah." ucap adel.


"kalau begitu mama duluan, kamu antar clara pulang, tadi mama sudah minta jemput sama pak ramli." ucap adel.


Adel pun segera berdiri meninggalkan mereka berdua.


"kamu harus ingat, aku melakukan ini semua demi mama. Jadi jangan banyak berharap sama aku. Ayo aku antar kamu pulang sekarang." ucap axel kepada clara.


Clara pun terdiam setelah mendengar kata-kata pedas axel.


"kenapa kamu diam saja, mau pulang tidak." ucap axel penuh penekanan.


"kamu pulang saja duluan, aku masih mau disini."ucap clara.


"terserah kamu saja." ucap axel sambil meninggalkan clara.


Clara yang di tinggal axel, menghela nafas nya.


ia segera memesan ojek online.

__ADS_1


Dalam perjalanan, tiba-tiba cuaca mendung, dan hujan deras seketika.


"mbak, apa kita berteduh dulu, hujannya semakin deras, saya hanya mempunyai 1 mantel hujan mbak. Ini mbak yang pakai." ucap pengendara ojek online itu.


"tidak usah pak, bapak saja yang pakai, saya tidak apa-apa," kita lanjutkan saja jalan nya pak," ucap clara.


ojek itupun melanjutkan perjalanannya setelah memakai mantel hujan.


Sesampainya di rumah, clara segera mandi, ia menggigil kedinginan.


ia pun tidak sempat untuk makan malam, karena kepalanya sangat pusing.


dan clara pun berbaring di tempat tidur, tidak lupa ia menggunakan selimutnya.


Pagi hari nya clara pun tidak bisa bangun, karena kepalanya semakin pusing, ia pun demam, dan badannya sangat panas.


akhirnya hari ini clara tidak masuk bekerja.


Ya . .sudah 2 hari clara tidak masuk kerja karena sakit, akan tetapi tidak ada yang tau.


Adel yang kini datang agak siang pun heran ketika menuju ruangan tidak ada clara sama sekali. Adel pun bertanya pada davina.


"vina, kamu lihat clara" ucap adel.


"saya tidak lihat bu, sudah dari kemaren dia tidak datang bu, dari saya datang tadi clara pun juga tidak ada." jawab davina dengan sopan.


adel pun terkejut.


Adel memang tidak tau clara tidak masuk dari kemaren, karena adel sibuk dengan pekerjaannya di luar.


"kemana kamu cla, sampai tidak ada kabar sama sekali, semoga kamu baik-baik saja." batin davina.

__ADS_1


davina tadinya berfikir, kalau clara bersama bu adel dari kemaren. Ternyata salah. Malah bu adel menanyakan keberadaan clara.


Adel pun menelpon clara sudah berulang kali, tetapi tidak di angkatnya. Adel khawatir terjadi apa-apa padanya. Sebab tidak biasanya clara tidak ada kabar apalagi 2 hari lamanya.


Akhirnya adel menelpon axel.


"kamu dimana xel, " ucap adel.


"axel baru saja sampai di ruangan axel ma, knapa ma,"


"kamu keruangan mama sekarang."


adel langsung mematikan telponnya.


Sampai di ruangan adel.


"ada apa sih ma," ucap axel tiba-tiba.


"apa kamu tau clara kemana, dia tidak biasanya tidak mengabari mama." ucap adel.


"axel tidak tau ma,"


"sewaktu kita di cafe, bukannya kamu mengantarnya pulang".


"eeemmm...gini ma, axel tidak jadi mengantarnya pulang." ucap axel ragu.


Seketika adel pun marah.


"kamu ikut mama sekarang kerumahnya." ucap adel dengan marahnya.


Axel pun menurut saja. Karena ia tidak mau mama nya semakin marah . Mereka pun pergi menuju kerumah clara menggunakan mobil axel.

__ADS_1


.


__ADS_2