Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 56


__ADS_3

Sementara di bawah, mama adel sudah berada di ruang kerjanya.


Adel menghubungi bryan.


bryan yang baru saja kembali dari makan siang nya melihat nama bosnya itu menelpon di ponselnya. Bryan pun segera mengangkatnya.


"hallo bryan."


"iya hallo tante."


"apa kejanggalan itu sudah kamu temukan.?"


"sepertinya orang terdekat tante, davina memberitahuku mengenai email yang tante suruh kirim ke komputernya. Di situ dapat kita lihat, laporan yang saat ini di berikan kepada axel sudah di rubah."


"baiklah bry, secepatnya kamu cari tau siapa dalang dari sabotase laporan ini.


"baik tante."


Adel pun mematikan sambungan telponnya.


"ternyata firasat ku benar, untung saja aku menyuruh dita segera mengirim laporan itu ke email davina. Tapi siapa di balik ini semua.." batin adel.


Adel pun seharian ini berada di ruang kerjanya,


Sementara hari sudah sore dan hampir gelap, sudah menunjukkan pukul 6 sore axel dan clara baru bangun.


"jam brapa ini xel." tanya clara.


Axel pun mengambil ponselnya dan melihat jam.


"cla, sudah jam 6." ucap axel


"aku mandi duluan ya xel." ucap clara.


axel mengangguk.


Jam 7 malam axel dan clara sudah rapi dengan pakaian santainya.


Mereka turun ke bawah,


"wah . .wah . Anak mama sepertinya nyenyak sekali tidurnya." ucap adel menggoda.


"i . .ii .iiya ma.'" ucap clara terbata bata.


"axel sangat lelah ma, axel meminta clara menemani axel tidur." ucap axel.


Wajah clara pun memerah seperti udang rebus.


"ayook kita makan malam. Bik ina sudah memasak ayam crispy." ucap adel.


Mendengar kata ayam, clara pun langsung menoleh ke arah ayam crispy itu.


mereka pun makan malam.


"ma, xel." ucap clara terhenti.


Axel dan mama adel melihat ke arah clara.


"cla sudah pikirkan perminta axel, cla akan mengundurkan diri. Besok cla akan mengirimkan surat pengunduran diri cla melalui email." ucap clara.


Mama adel tersenyum, tetapi axel hanya mengangguk saja.


"ini demi kebaikan kamu." ucap axel tiba tiba.


Clara pun hanya makan sedikit, ia tidak berniat menghabiskan makanan itu.


"ma, xel, cla ke kamar duluan ya." ucap clara dengan sopan.


"tapi makanan kamu belum habis cla." ucap mama adel.


"cla sudah kenyang ma." ucap clara.


Clara pun berdiri meninggalkan axel dan mama adel di meja makan.


Sampai di dalam kamar, clara mengambil ponselnya dan menghubungi davina.


"hallo vin."


"iya cla, ada apa."

__ADS_1


"apa aku boleh minta tolong sesuatu."


"kamu mau minta tolong apa cla."


"besok aku akan mengirimkan kamu surat pengunduran diri melalui email. Besok tolong kamu print dan berikan kepada axel ya."


"aku pasti sangat merindukan kamu."


"jangan lebay deh vina. Kita masih bisa bertemu kok, aku juga bisa kesana sekalian bertemu dengan mu."


"iya deh buk bos, lupa aku kalau kamu itu istri yang punya perusahaan."


"apaan sih vina."


"ya sudah aku mau makan malam dulu, orang tua bryan akan datang kesini."


"semoga diblancarkan ya vin."


"amin, termakasih ya buk bos."


Clara pun mematikan sambungan telponnya.


Sementara di meja makan, axel pun di beri nasehat oleh mamanya.


"xel, sekali sekali kamu yang mengalah, jangan clara terus. betapa besarnya cinta clara terhadap mu nak. Jangan kamu sia siakan itu. Tolong beri tempat dia di hati kamu." ucap mama adel.


"axel akan berusaha ma menerima semua ini." ucap axel.


"kamu susul istri kamu gih." ucap mama adel.


Axel mengangguk dan meninggalkan mamanya.


Mama adel tersenyum.


"semoga kalian bahagiah selalu." batin adel.


Sampai di dalam kamar, axel mendekati clara yang duduk di atas tempat tidur. Axel duduk di samping clara.


"cla," ucap axel.


Clara melihat ke arah axel.


clara melihat mata axel, ia merasa pertanyaan axel kali ini memang dari hatinya.


Clara mengangguk.


Axel pun semakin dekat ke arah wajah clara.


Tiba tiba axel mencium bibir clara.


clara pun mencoba menahannya.


Akan tetapi axel sudah menarik tengkuk clara.


Lama kelamaan mereka hanyut dalam suasana itu. Dan di balas dengan clara.


Naluri axel sudah menuntut lebih dari itu.


Axel melepas ciumannya.


"cla, aku menginignkan mu." ucap axel dengan suara paraunya.


axel pun kembali mencium bibir clara, kali ini axel membaringkan clara.


Tidak hanya itu, tangan axel sudah bermain di atas bukit kembar milik clara.


Axel meremasnya dengan lembut.


Alhasil clara pun mengeluarkan desahannya.


Axel pun tersenyum.


Axel membuka pakaian yang di gunakan clara.


Kini hanya tinggal kacamata yang menutupi bukit clara.


Tiba tiba clara merasakan junior axel sudah mengeras di balik celana yang axel gunakan.


Axel pun melepas pakaiannya.

__ADS_1


clara pun dengan spontan nya menutup mata.


"kenapa kamu menutup mata cla, bukannya kamu sudah pernah merasakan dan melihatnya." ucap axel dengan entengnya.


"aku malu xel." ucap clara.


Kini mereka berdua pun sudah sama sama polos.


Axel mengarahkan tangannya ke goa milik clara. Axel memasukkan jari tengahnya, dan menggerakkannya.


"xel, aaa..aaaah.." desah clara.


"cla, aku sudah tidak tahan lagi." ucap axel.


Clara pun mengangguk.


Axel pun mencoba memasukkan juniornya ke dalam goa milik clara yang sudah basah.


"cla, kenapa masih sempit." ucap axel yang masih mencoba memasukkannya.


Clara pun meringis kesakitan, akan tetapi tidak sesakit yang pertama.


"pelan pelan xel." ucap clara.


axel pun mencoba mendorong juniornya, dan akhirnya berhasil masuk sepenuhnya.


Axel mendiamkannya beberapa menit, lalu axel menggerakkannya maju mundur.


Lagi lagi clara mendesah.


"aaaaaaahhhh .. . . .aaaaah . . ."


Axel yang mendengar itu, semakin semangat mempercepat gerakannya.


"xel, aku ingin keluar." ucap clara.


"cla, sebentar, aku sedikit lagi." ucap axel.


akhirnya mereka melakukan pelepasan bersama.


axel pun memciumi clara.


"cla, sekarang kamu di atas ya." ucap axel.


"aku tidak mengerti xel bagaimana." ucap clara dengan polosnya.


"kamu ikuti saja naluri kamu cla." ucap axel.


Akhirnya mereka bertukar posisi.


kini clara yang berada di atas axel.


"kamu pegang cla, lalu kamu masukkan." ucap axel.


Clara pun mengikuti perintah axel. Ia pegang junior axel yang menegang kembali, dan memasukkannya dengan perlahan ke miliknya.


setelah masuk, clara merasakan sensasi yang berbeda.


Axel sedikit menggerakkannya.


"aaahh . .xel, aaaaahh.."


Clara mendesah kembali.


tangan axel pun tidak tinggal diam, ia meremas dua bukit milik clara.


Clara pun mengikuti nalurinya. Ia menggerakkan tubuhnya dengan posisi naik turun.


"cla, aaah . ." axel pun ikut mendesah,


rasanya miliknya seperti di pijat pijat di dalam sana.


Akhirnya axel dan clara merasakan pelepasan le dua mereka.


Tidak terasa sudah 2 jam lamanya axel dan clara bermain. Mereka sudah 3 kali pelepasan.


Jam pun sudah menunjukkan pukul 11 malam, karena kelelahan axel dan clara tertidur masih dengan keadaan polos.


............

__ADS_1


__ADS_2