Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 104


__ADS_3

Kini di dalam kamar bryan dan davina,


Bryan baru saja selesai mandi.


Mereka sudah makan di luar sebelum pulang,


Dan hanya membawa cemilan saja saat pulang ke hotel.


"sayang, sepertinya memang suara axel." ucap bryan.


Dengan iseng pun bryan menelpon axel.


"kamu mau ngapain bry." tanya davina.


"aku akan menelpon axel." ucap bryan.


di kamar hotel axel melihat ponselnya berbunyi, ia hanya membiarkannya saja.


"xel, kenapa tidak di angkat." ucap clara.


"biar kan saja cla, besok kita akan memberi mereka kejutan dengan kedatangan kita." ucap axel.


Axel hanya mengirimkan pesan kepada bryan.


"tidak di angkat." ucap bryan kepada davina.


Tidak lama ponsel bryan berbunyi kembali.


Axel :


"tolong besok kamu ke kamar yang selalu di jaga itu, temui client di sana." dan jangan lupa bawa juga istri mu. Jangan terlambat, pukul 8 pagi.


Bryan pun membacanya.


"axel ingin aku menemui client di kamar yang di jaga itu." ucap bryan sambil menunjukkan isi pesan itu.


"kenapa aku harus ikut juga." ucap davina.


Bryan menggelengkan kepalanya tanda tidak tau.


Kini jam pun sudah menunjukkan pukul 8 malam waktu paris.


Dengan resehnya, axel mengirimkan film seperti yang waktu ia kirim.


Tapi film yang ini lebih hot dari yang pertama di kirimnya.


"xel, kamu ngirim apa kepada bryan." tanya clara.


Axel pun menunjukkan sebuah film,


"ini." ucap axel.


"aku hanya ingin bryan bergerak cepat." ucap bryan.


Clara pun hanya menghela napasnya , karena ia tau maksud dari suaminya itu.


"apa malam ini kamu masih menginginkannya." tanya axel.


Clara diam menatap axel, clara sangat malu.


Axel yang paham dan mengerti pun memulai duluan.


Axel merebahkan tubuh clara di atas kasur.


Axel menciumi wajah clara.


"kamu mau mencoba di atas." tanya axel.

__ADS_1


clara mengangguk, dan axel langsung mengubah posisinya.


"adik ku sudah berdiri cla." ucap axel.


"aku merasakannya xel." ucap clara malu.


" kamu tidak usah malu lagi." ucap axel.


Clara mengangguk, lalu ia menciumin wajah axel, dan clara membuka pakaian axel.


Begitu juga dengan axel, ia membuka pakaian clara.


Kini axel hanya menggunakan dalaman saja.


Sementara clara sudah polos di buat axel.


Axel pun membuka penutup juniornya.


Dan clara melihat junior axel yang berdiri,


"cla, kamu jangan membuat aku begini, aku sudah tidak tahan." ucap axel.


Clara pun memegang junior axel, dan mengarahkannya ke goa milik clara.


Dan kini sudah masuk sempurna.


Clara menggoyangkannya naik turun.


"aaah . .aaaha . ." desah clara dan axel.


Hingga lah kini mereka merasakan pelepasan bersama.


"sayang, aku ingin keluar." ucap axel.


"aku juga." ucap clara.


Sementara bryan baru membuka film yang di kirim axel.


Ia memonton bersama davina.


Awal awal filmnya sangat romantis.


Tapi lama kelamaan, mereka terdiam melihat adegan dewasa tersebut.


Davina menutup matanya, bryan pun memberhentikan film itu dan menghapusnya.


"sialan si axel, awas aja kalau letemu, sudah dua kali kita di kerjain." ucap bryan kesal.


Davina tidak sengaja melihat ke arah celana bryan.


Ia melihat ada yang menonjol di balik celananya.


"bryan," ucap davina dan menunjuknya.


Bryan tersenyum getir.


"adik ku bangun sayang." ucap bryan.


Bryan pun segera membaringkan davina.


"aku menginginkannya sekarang sayang." apa kamu siap." ucap bryan dengan napas yang sudah memburu.


Davina menganggukkan kepalanya.


Perlahan bryan menciumi bibir davina. Lama kelamaan turun ke leher.


Tidak hanya itu saja, pakaian davina pun sudah lepas di buat bryan.

__ADS_1


bryan meremas gunung kembar davina.


Davina pun menahan desahannya.


kini tangan bryan masuk kedalam ****** ***** davina.


bryan menyentuh lembah milik davina.


Davina mendesah tidak tertahankan.


"aaah . .. Aaaah . ."


" jangan di tahan sayang, keluarkan saja suaranya." ucap bryan.


dan kini bryan semakin membuat davina memdesah, bryan ingin membuat davina mendapatkan pelepasan pertamanya sebelum bryan melakukannya.


Jari tengan bryan pun masuk kedalam lembah milik davina,


Bryan menggerakkan jarinya keluar masuk.


Davina semakin mendesah.


Kini davina mendapatkan pelepasan pertanya.


adik bryan pun sudah menegang dan berdiri.


Bryan membuka ****** ********.


Davina yang melihatnya pun menutup mata.


Bryan menarik tangan davina.


"sayang, jangan di tutup matanya, kamu harus terbiasa dengannya." ucap bryan.


Bryan mengarahkan tangan davina kepada adiknya.


"aku ingin kamu memainkannya dengan jari mu." ucap bryan.


Davina menurut walaupun malu.


"aku sudah tidak tahan sayang, apa boleh aku masukin sekarang." ucap bryan meminta izin.


Davina mengangguk.


"pelan pelan." ucap davina tiba tiba.


bryan tersenyum.


"sayang, ini sangat sempit, ucap bryan beberapa kali mencoba menerobosnya.


Kini bryan berhasil menerobosnya.


Davina meremas pundak bryan , dan davina meneteskan air matanya.


"sakit." ucap davina sambil menangis.


Bryan pun membiarkannya dulu agar davina tenang,


Setelah davina tenang, bryan menggerakkan nya perlahan.


Davina dan bryan sama sama mendesah.


Kini mereka juga telah mendapatkan pelepasanya.


Tidak hanya batas itu saja, bryan mengulangnya hingga 3 kali.


Dan setelah itu mereka tertidur.

__ADS_1


....


__ADS_2