Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 101


__ADS_3

didalam pesawat, clara baru saja terbangun.


Ia merasa sangat haus.


"kamu ingin apa cla." tanya axel.


"aku haus xel," ucap clara.


Axel pun memberikan air mineral.


"ini." ucap axel.


"terimakasih xel." ucap clara.


"sama sama sayang." ucap axel sambil tersenyum.


"kamu laper." tanya axel.


Clara menggelengkan kepalanya.


"xel, kepala ku sedikit pusing," ucap clara sambil merebahkan kepalanya di pundak axel.


"iya sayang, kamu tidur saja, beberapa jam lagi kita akan sampai." ucap axel.


Clara pun mengangguk lalu memejamkan matanya.


Sementara davina dan bryan, kini sedang bersantai menuju jalan pulang ke hotel, mereka benar benar menikmati waktu untuk berdua.


"sayang, kamu ingin apa lagi." tanya bryan.


"aku ingin ice cream itu." ucap davina sambil menunjuk ke arah penjual ice cream.


"kamu tunggu di sini." ucap bryan menuju penjual ice cream.


Bryan pun membeli 2 ice cream rasa vanila dan coklat.


Setelah membeli, bryan menghampiri davina kembali.


"sayang, kamu mau yang mana." tanya bryan.


" aku ingin yang itu rasa coklat." ucap davina .


bryan pun memberikannya kepada davina.


"kita pulang langsung ya, aku sudah sangat lelah. Kepalaku sudah sedikit pusing." ucap davina.


"sayang, kamu sakit." ucap bryan panik.


"gak bry, aku hanya ingin istirahat saja." ucap davina.


Ya mereka memang sangat lelah, sebab mereka hanya berjalan kaki.

__ADS_1


Mereka pun menuju hotel.


Sampai di depan pintu kamar,


Ternyata bryan mendengar ucapan para pelayan hotel,


"siapa yang akan menempati kamar itu, sampai sampai ada 5 orang pekerja yang membersihkannya." batin bryan.


Bryan pun langsung masuk ke dalam kamar.


"sayang, apa kamu mendengar obrolah pekerja tadi." tanya bryan.


"iya bryan, sepertinya orang yang berpengaruh kepada hotel ini." contohnya saja di jaga ketat, dan apa lagi tu, di sterilkan." ucap davina.


Davina dan bryan tidak tau, jika adel memiliki sebagian saham hotel di mana tempat mereka menginap.


"tapi siapa ya sayang." ucap bryan.


Davina memggeleng cepat tanda tidak tau.


Davina mengambil ponselnya. Ia membuka internet untuk mencari tau.


"bry, mereka menyebutnya dengan sebutan mrs.B dan mr. E , sepertinya mereka sengaja menyembunyikan identitasnya." ucap davina.


"satu lagi, tidak ada foto mereka 1 pun." ucap davina kembali.


"aku hanya penasaran saja. Besok kita lihat saja siapa yang keluar dari kamar itu." ucap bryan.


lama kelamaan cerita, akhirnya davina tertidur tanpa bryan sadari.


Bryan yang sedang berceritapun akhirnya menyadari jika tidak ada respon dari istrinya tersebut.


Bryan pun melihat ke arah davina.


"di tinggalin tidur gue. Sudah cerita panjang lebar, kirain di dengar," ucap bryan dan menggelengkan kepalanya.


bryan pun mencium kening davina.


Ia pun ikut tidur.


tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore waktu paris.


Bryan dan davina baru saja terbangun.


" kamu mandi duluan sana sayang," ucap bryan.


"kamu saja dulu bry, aku masih sedikit lelah." ucap davina.


"ya sudah, kalau begitu kita mandi berdua bagai mana." goda bryan sambil menaik turunkan alisnya.


"yaudah aku mandi duluan." ucap davina.

__ADS_1


Bryan tersenyum lebar.


"ikuuut." ucap bryan menjailin davina.


Davina pun langsung menuju kamar mandi dan menguncinya.


Bryan tertawa senang karena bisa berhasil menjailin davina.


Sambil menunggu davina selesai mandi, bryan duduk di balkon kamarnya.


"sampai kapan kamu akan siap sayang, tapi aku akan bersabar sampai kamu siap." batin bryan.


Tidak lama davina keluar dari kamar mandi dengan pakaian santainya.


Davina mencari cari bryan, ketika melihat ke arah balkon, ternyata bryan sedang duduk melamun.


Davina pun mendekat, sampai sampai bryan tidak sadar davina sudah berada di belakangnya.


"mandi sana." ucap davina


Tapi bryan tidak mendengarnya.


Davina pun memberanikan diri memegang bahu bryan dan menyadarkannya dari lamunannya.


"bryan, kamu kenapa." ucap davina membuyarkan lamunan bryan.


"eeh sayang, kamu sudah mandi." ucap bryan sambil tersenyum.


Bryan memang selalu bisa menyembunyikan yang ada di pikirannya ketika sedang bersama seseorang.


Akan tetapi tidak jika dia sedang sendirian.


"kamu kenapa. Kamu sakit." ucap davina panik.


Davina pun memegang kening bryan.


"gak panas kok." ucap davina.


"sayang, aku gak apa apa kok." aku . .. . A..aaku.." ucap bryan dengan bingung.


"kenapa bryan, ada apa." ucap davina.


"aku mau mandi dulu." ucap bryan mengalihkan ucapannya.


Bryan pun menuju kamar mandi.


Akan tetapi davina merasa ada yang di sembunyikan bryan.


.....


...

__ADS_1


__ADS_2