Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 118


__ADS_3

Kini tibalah hari dimana adel mengajak semuanya pergi liburan.


Sementara davina dan bryan bekerja.


Mereka sudah di tawari oleh adel untuk ikut, akan tetapi karena kondisi davina hamil muda, jadi mereka menolak.


Clara pun begitu sangat bahagiah.


"ma, terimakasih ya ma, sudah membuat clara bahagiah, sudah lama clara ingin ke lombok." ucap clara di dalam pesawat.


"sama sama sayang, mama juga bahagiah melihat kamu bahagiah. Iya kan xel." ucap mama adel.


"iya dong ma, axel juga sangat bahagiah." ucap axel.


2 jam lamanya, kini mereka sudah sampai.


"akhirnya sampai juga." ucap axel yang merasa tubuhnya pegal.


"kita kemana ma." tanya clara.


"kita langsung ke vila saja. Biar bisa istirahat, besok baru kita semua jalan jalan." ucap mama adel.


Mereka semua setuju.


Adel melihat dery yang sudah menunggunya.


Dery pun menghampiri adel.


"selamat malam bu adel, selamat datang di lombok." ucap dery.


"terimakasih dery, oya, ini anak saya axel, dan ini clara istrinya." ucap adel memperkenalkan clara dan axel.


Selama ini dery hanya tau dengan namanya saja. Dan baru kali ini ia bertemu langsung dengan anak bosnya itu.

__ADS_1


"selamat malam tuan axel dan nona clara saya dery," ucap dery.


"dery ini yang mama percaya di sini, dia salah satu orang kepercayaan mama." ucap mama adel menjelaskan.


"bagaimana dery, apa vila sudah siap." tanya adel.


"sesuai keinginan bu adel, semua sudah siap dan beres." ucap dery.


"baiklah, kalau begitu, kita langsung saja ke vila." ucap adel.


"mari bu adel, saya sudah menyiapkan 2 mobil." ucap dery.


Mereka pun pulang menuju vila.


"pak dery, apa di sini ada jual bakso juga." tanya clara.


"ada non, nanti di jalan arah ke vila ada." ucap dery.


"dery, nanti kita berenti sebentar di tempat bakso itu." ucap axel.


Tidak lama kedai penjual bakso itu sudah terlihat dari jauh.


Dan sangat ramai sekali.


"biar aku saja yang belinya." ucap axel.


Axel pun turun di temani dery.


sambil menunggu baksonya jadi, axel mengajak ngobrol dery.


"apa sudah lama kamu belerja dengan mama." tanya axel.


"saya ikut ibu sudah hampir 5 tahun tuan. Saya di tugaskan di sini." ucap dery.

__ADS_1


"apa kamu mempunyai keluarga." ucap axel.


"iya tuan, saya mempunyai keluarga, saya mempunyai seorang anak perempuan yang berumur 3 tahun." ucap dery.


"apa mereka di sini juga." tanya axel.


"tidak tuan, mereka berada di surabaya." ucap dery.


"kenapa tidak kamu ajak mereka untuk tinggal di sini." ucap axel.


"saya di sini tinggal di mesh kantor tuan." ucap dery jujur.


"apa kamu ingin mereka ikut kamu kesini." tanya axel lagi.


Dery mengangguk.


"kenapa kamu tidak bilang kepada mama." tanya axel.


"saya tidak enak dengan ibu adel tuan, beliau sangat baik kepada saya, dan sudah sangat mrmbantu saya, saya tidak mungkin memanfaatkan kebaikannya." ucap dery jujur.


Axel hanya mengangguk.


Axel tw dari sorot matanya dery, kalau ia adalah orang yang jujur.


Tidak lama bakso yang di pesan axel pun selesai, mereka berdua kembali lagi ke dalam mobil.


Mereka pun melanjutkan perjalanan ke vila.


15 menit dari tempat jualan bakso, mereka sudah sampai.


Clara yang tertidur pun terbangun.


Mereka semua masuk kedalam vila sambil membawa barang barangnya.

__ADS_1


...


__ADS_2