
Di dalam kamar, axel baru saja keluar dari dalam kamar mandi, ia hanya memggunakan handuk sebatas pinggangnya saja dengan rambut yang masih basah.
Clara yang melihat itu pun menunduk kan pandangannya.
axel melewati clara dengan cuek menuju lemari pakaian.
Axel pun mengambil pakaiaannya dan menuju kamar mandi lagi.
Selesai semuanya, axel keluar dengan pakaian santainya.
"kamu mau mandi." ucap axel.
clara pun menoleh ke arah suara itu. Mata mereka bertemu sati sama lain, clara pun tersadar.
"ii..iiya." ucap clara singkat.
"sini aku bantu." ucap axel.
"tidak usah xel, aku bisa sendiri, aku sudah bisa berjalan pelan pelan. Lagian luka pada tubuh ku juga sudah sembuh." ucap clara.
"baiklah." ucap axel singkat.
Clara pun segera memuju kamar mandi dengan langkah pelannya, dan masih pincang.
Axel pun memperhatikan clara.
Selama clara pergi mandi, axel menungguinya di dalam kamar, axel sebenarnya masih khawatir karena clara belum sembuh total.
axel pun memainkan ponselnya, ia menelpon bryan.
"hallo bry, kamu lagi dimana..?" tanya axel.
"aku baru mau pulang dari kantor." ucap bryan.
"apa bisa kamu mampir kerumahku. Sekalian ajak davina, bilang saja clara ingin bertemu dengannya." ucap axel menyuruh bryan berbohong.
Sebenarnya axel merasa clara membutuhkan teman ngobrol selain dengan dirinya dan mamanya.
Axel tidak enak apa bila ia yang menyuruh davina kerumahnya.
"oke .. Oke . .baiklah, nanti aku bilang dengan davina." ucap bryan.
Axel pun tersenyum.
Selesai mandi, clqra sedang melihat axel tersenyum sehabis menelpon seseorang, akan tetapi clara tidak tau axel menelpon siapa.
Axel yang melihat clara keluar dari kamar mandi pun segera bangkit dari duduknya.
axel pun melangkah pergi ke luar kamar.
"ada apa dengan axel, sepertinya tadi ia senyum senyum sendiri." batin clara sambil menyisir rambutnya.
Sedangkan di kantor.
"davina, tadi pak axel menelpon ku, katanya vlara ingin bertemu dengan mu." ucap bryan.
"kenapa tidak clara saja yang menelpon ku." ucap davina.
bryan mengangkat kedua bahunya tanda tidak tau.
"nanti pergi bersama saja dwngan ku vin," ucap bryan.
"tapi aku membawa mobil bry." ucap davina.
"nanti aku surih sopir yang akan mengantar mobilmu pulang." ucap axel lagi.
"baiklah bry. 10 menit lagi ya, aku akan membereskan barang barang ku dulu." ucap davina singkat.
__ADS_1
bryan mengangguk tersenyum.
Setelah itu, mereka pun bergegas kerumah axel.
.......
Di rumah axel,
Axel lagi bersantai menonton tv, tiba tiba mama adel datang.
"xel, clara mana," ucap mama adel sambil berjalan menuju kursi di dekat axel.
"lagi di kamar ma, mungkin sebentar lagi keluar." ucap axel.
"xel, mama boleh bertanya." tanya mama adel.
"mama mau menanyakan apa." ucap axel.
"begini xel, apa kamu sudah melupakan masa lalu kamu." ucap mama.
"axel sudah melupakannya kok ma, hanya saja ketika bertemu dengan mereka, axel akan teringat kembali." ucap axel singkat.
"xel, saran mama, kamu harus bisa melupakan semuanya yang menyakitkan kamu." sekarang kamu sudah mempunyai istri xel." ucap mama adel.
"axel akan mencobanya ma," ucap axel.
Clara pun keluar dari dalam kamar.
"sore ma." ucap clara.
"sore juga sayang, sini duduk di samping mama." ucap adel.
clara menurut.
"cla, kaki kamu gimana." tanya mama adel.
"kamu jangan terlalu capek ya cla."ucap mama adel.
"iya ma." ucap clara.
Tidak lama, terdengar suara mobil berhenti.
bryan dan davina sudah sampai di rumah axel.
"assalammualaikum." ucap davina dan bryan serentak.
"axel yang mendengar itu segera bankit dari duduknya, ia melihat siapa yang datang.
"waalaikumsalam.. Eeh brya, vina, silahkan masuk." ucap axel.
Axel mengajak bryan dan davina ke ruang tv.
Clara yang melihat davina datang pun tersenyum senang.
"sore tante." ucap bryan.
"sore juga bry." waah . .kalian ada hubungan apa ini, kompak banget datang kesini nya." ucap adel menggoda.
ingin rasanya davina menjawab ucapan bu adel.
tapi tiba tiba bryan duluan yang menjawabnya.
"kan sebentar lagi kita akan menikah tante. Jadi harus kompak dong." ucap bryan bercanda.
davina pun menatap tajam bryan.
clara yang melihat itu segera mengajak davina ke ruang tamu.
__ADS_1
"ma, aku pinjam davina sebentar ya ma." ucap clara.
"iya sayang." ucap mama adel.
clara pun menarik tangan davina keruang tamu.
"elo kira gue barang apa cla, pake acara di pinjem segala." ucap davina sambil berjalan.
"heheheh, maaf vin, soalnya tadi aku lihat kamu tidak nyaman dengan ucapan bryan." ucap clara.
"kamu memang sahabat aku yang paling mengerti aku cla." ucap davina.
merekapun tertawa bersama.
"mungkin besok aku terakhir cuti vin, besoknya lagi sudah masuk kerja vin, aku sudah bosen berada di rumah saja tanpa bekerja." ucap clara.
"apa kaki kamu sudah tidak apa apa cla," ucap davina.
"kaki aku sudah sehat kok vin, hanya saja terkadang masih sedikit sakit.
"cla, kalau kamu masih sakit tidak usah di paksa dulu cla." ucap davina.
"aku tidak enak dengan teman teman yang lain vin, mereka kan tidak tau statusku itu istri axel. Aku takut mereka menggosipkan ku seperti kemaren, sewaktu ada yang melihat ku pergi bekerja bersama dengan mama adel." ucap clara panjang lebar.
"kamu tidak usah pikirkan itu cla, sekarang kamu pikirkan kesembuhan kamu dulu." ucap davina.
"kamu memang sahabat aku yang paling baik davina." ucap clar.
"lebay nya kumat." ucap davina.
Mereka pun tertawa bersama.
"baiklah kalau itu sudah keputusan kamu, lusa aku tunggu di kantor." ucap davina.
clara mengangguk dengan penuh semangat.
Bryan tiba tiba datang,
"eheem., serius amat, lagi ngomongin apa sih..? Apa jangan jangan lagi pada ngomongin aku ya. " ucap bryan.
"kepedean kamu bry." ucap davina dengan malasnya.
"oya vina, sepertinya 2 hari lagi kita akan berangkat nya deh, bu adel mempercepat jadwal kita." ucap bryan.
davina pun terkejut yang memdengar itu.
"kenapa di percepat brya." ucap clara.
"iya cla, kondisi nya di sana sudah urgent." ucap bryan.
"apa aku boleh ikut." ucap clara.
davina dan bryan pun terkejut.
"tapi kamu masih sakit cla." ucap bryan.
"aku sudah sehat kok brya. Nanti biar aku bicara bersama maman dan axel." ucap clara.
Davina merasa senang jika yang dikatakan clara bisa terwujud. Berarti ia ada temannya ketika berangkat ke kota Z.
kini merekapun makan malam bersama, sesekali mereka mengobrol.
Tidak terasa selelah makan mereka mengobrol di meja makan sudah sampai jam 8 malam.
Davina dan bryan pun berpamitan untuk pulang.
..
__ADS_1