Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 105


__ADS_3

Pagi harinya clara bangun terlebih dahulu, ia bangun pukul 5 pagi waktu paris.


Clara pun merasa perutnya sedikit keram.


"aaaawww" teriak clara.


Axel yang mendengar itu segera bangun.


"kamu kenapa sayang." ucap axel.


"perutku keram sedikit xel." ucap clara.


Axel pun mengelus perut buncit clara.


"apa perlu aku panggilkan dokter." tanya axel.


Clara menggeleng.


"aku tidak apa apa xel." ucap clara.


axel pun berdiri, akan tetapi clara menarik tangannya.


" Pakai pakaianmu dulu xel. Jangan seperti itu ". Ucap clara yang sadar bahwa mereka berdua masih dalam keadaan polos.


Axel tersenyum menggoda clara lagi.


"tidak apa apa. Di sini hanya ada kita berdua." ucap axel.


"tapi aku malu melihatnya xel." ucap clara.


"sudah jangan malu, kamu sudah sering menggunakannya juga." ucap axel dengan entengnya.


"kita mandi bersama saja ya." ucap axel.


Clara menggelengkan kepalanya.


Akhirnya axel pun mengalah, ia mandi terlebih dahulu,


Clara pun mencari pakaiannya yang entah di letakkan di mana dengan axel.


Setelah menemukannya, clara segera memakainya, ia menyiapkan pakaian untuk axel.


Clara pun teringat pukul 8 ini davina dan bryan datang.


"apa axel sudah memesan sarapnnya." batin clara.


Hari sudah pukul 06.30 pagi waktu paris.


Tidak lama axel keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya dan rambut yang basah.


"sayang, apa kamu sudah memesan makanannya." ucap clara.


Axel terdiam.


"kamu manggil aku apa barusan sayang." ucap axel.


"sayang." ucap clara lagi.

__ADS_1


Axel tersenyum bahagiah, pasalnya clara selama ini hanya memanggil namanya saja.


"kamu belum jawab pertanyaan aku," ucap clara.


"sudah kok sayang, kamu tenang saja." ucap axel.


"kalau begitu aku mandi dulu ya. Pakaian kamu sudah aku siapkan di atas tempat tidur." ucap clara.


"terimakasih sayang ku." ucap axel.


pukul 7 pagi, makanan pun datang,


Axel menyuruhnya meletakkannya dan menyiapkannya di ruang makan.


Kamar axel memang sangat mewah,


Di sana ada ruang tamu, ruang makan, dan kamar pribadi.


Sementara di kamar davina dan bryan, mereka baru saja terbangun, mereka kesiangan.


Ketika davina menarik selimut untuk menutupi tubuhnya, ia melihat ke arah bryan yang masih polos juga.


"aaaahh." teriak davina terkejut.


"kenapa." ucap bryan dengan santai.


davina menunjuk ke arah senjata bryan yang terpampang sambil menutup mata.


Bryan pun tersenyum getir.


"hei sayang, jangan malu, ini milikmu juga, bahkan kamu sudah merasakannya tadi malam." ucap bryan.


Mereka melihat jam sudah pukul 7 lewat.


Dan mereka teringat ada pertemuan pagi ini.


"kita mandi bersama saja sayang, biar menghemat waktu." ucap bryan.


Dengan keadaan masih polos, bryan pun menarik kembali selimut yang di gunakan davina untuk menutupi tubuhnya.


Davina pun menutupinya dengan kedua tangannya.


Bryan tiba tiba langsung menggendongnya ke kamar mandi.


Ia tau bahwa davina tidak leluasa berjalan.


"bryan, kamu mau ngapain." ucap davina.


"mau mengajak kamu mandi, hanya mandi kok." ucap bryan.


Mau tidak mau davina menurut walau malu. Karena sudah terlanjur di gendong bryan.


tidak lama bryan dan davina selesai mandi.


bryan menepati janjinya hanya mandi saja.


bryan melihat davina agak sedikit kesusahan untuk berjalan.

__ADS_1


"sakit sekali," batin davina sambil menahan rasa sakit.


bryan tidak banyak bertanya, akan tetapi bryan tau jika davina menahan rasa sakit.


"apa kamu benar benar bisa ikut." ucap bryan ragu.


Ia tidak tega melihat davina begitu.


"aku tidak apa apa bry." ucap davina.


Kini sudah pukul 8, davina dan bryan pun menuju kamar itu.


Penjaga kamar pun sudah di perintah axel.


tapi anehnya penjaga itu tau dengan davina dan bryan.


"silahkan masuk tuan bryan dan nona davina. Tuan evan sudah menunggu." ucap salah satu penjaga itu.


Davina dan bryan pun langsung di antar ke ruang makan.


"silahkan tunggu sebentar, tuan evan dan istrinya akan segera kemari." ucap penjaga itu.


Davina dan bryan pun saling pandang.


"siapa sebenarnya evan itu." bisik davina kepada bryan.


"aku juga tidak tau sayang." ucap bryan.


Clara dan axel pun bersiap siap keluar kamar.


Clara dan axel langsung menuju ruang makan.


"selamat pagi tuan bryan dan nona davina." ucap axel.


betapa terkejutnya davina dan bryan.


"clara, axel." ucap bryan dan davina sambil berdiri.


Clara dan axel tertawa.


"surprise." ucap axel dan clara.


clara memperhatikan davina yang berjalan sedikit kesusahan.


Clara pun tersenyum dan menggoda davina.


Davina dan clara pun berpelukan.


"semoga cepat nyusul aku ya vina." sepertinya sukses tadi malam." bisik clara menggoda davina.


"amin." apa aku kelihatan banget ya habis..." ucap davina terhenti sambil menahan malu.


Clara mengangguk dan melepaskan pelukannya.


"bahasnya nanti saja, kita sarapan dulu." aku tau kalian pasti ingin bertanya kenapa aku bisa di sini dan lain lain." ucap axel.


Mereka pun menyetujui nya.

__ADS_1


Mereka sarapan bersama.


.......


__ADS_2