
Davina mulai menguap, sebab ia sudah sangat lelah.
"bry, aku tidur duluan ya." ucap davina.
"kamu kenapa sayang, kamu sakit." tanya bryan.
"gak bryan, tubuhku sangat lelah." ucap davina.
bryan pun menyelimuti davina hingga batas dada.
Lalu bryan mencium kening davina.
"tidur lah sayang, nanti aku menyusul." ucap bryan.
"kamu mau kemana." tanya davina dengan mata yang mengantuk.
"aku akan melihat file yang dikirim tante adel sebentar." ucap bryan.
"jangan lama lama ya bry." ucap davina.
bryan mengangguk dan menuju sofa.
Ia membuka laptopnya.
30 menit lamanya bryan mengecek email yang masuk.
Ia pun mematikan laptopnya. Bryan melihat ke arah tempat tidur, ia melihat davina sudah tidur dengan nyenyak.
Bryan pun menuju tempat tidur. Ia merebahkan tubuhnya di samping davina.
Bryan tidak lupa mencium kening davina.
Lalu bryan baru akan tidur.
Di rumah adel.
Axel dan clara sudah berada di tempat tidur.
Clara dan axel sedang membahas perjalanan mereka 3 hari lagi.
"sayang, kamu jangan bilang bilang dengan bryan atau davina ya." kita buat kejutan untuk mereka." ucap axel.
"iya xel, kamu tenang saja, mereka gak akan tau kok." ucap clara.
Axel tersenyum dan memarik clara ke dalam pelukannya.
"cla, terimakasih ya sudah sabar menghadapi sikap ku yang dulu, kamu sudah berjuang meluluhkan hati ku yang keras ini." ucap axel.
"aku sayang kamu xel, apapun akan aku lakukan." ucap clara.
Axel pun mencium bibir merah clara.
"cup"
Satu kecupan singkat mendarat.
"xel, " ucap clara.
Axel menatap clara.
"aku ingin kamu mengelus ngelus perut ku." ucap clara.
Axel tersenyum , dengan senang hati, axel pun mengelus perut clara.
Tidak lama clara tertidur juga.
"semenjak hamil, kamu selalu memberi aku kejutan tanpa di duga duga cla." batin axel sambil tersenyum bahagiah.
"anak papa jangan nakal nakal ya." ucap axel dan mencium perut clara.
Kini mereka pun tertidur dengan sangat pulasnya.
Keesokan paginya, clara terbangun duluan. Jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi.
Ia menyiapkan semua keperluan axel. Sehabis itu clara pun pergi mandi.
Selesai mandi, clara turun ke bawah, dan berjalan ke arah dapur.
Clara melihat bik ina dan bik sarah di dapur sedang menyiapkan sarapan.
__ADS_1
"bik, clara bantu ya." ucap clara mengagetkan bibik.
"eeh non, kaget bibik, kirain siapa." ucap bik sarah.
Clara pun tertawa.
"maaf bik, clara bantuin ya bik." ucap clara.
"tapi non, nanti non..." ucap bik ina terpotong.
" gak ada tapi tapian bik, pokoknya clara bantuin." ucap clara.
para bibik pun hanya bisa pasrah dan mengiyakan.
Clara pun membantu, tapi tiba tiba clara melihat bik ina mengiris ngiris bawang.
"bik, mau ngapain." ucap clara melihat bik ina.
"bibik mau menggoreng bawang non." ucap bik ina.
"Bik, menggoreng bawangnya nanti saja ya bik, jika clara sudah selesai membantu bibik." ucap clara.
"iya non." ucap bik ina.
Kini sudah pukul 06.40 pagi, clara dan bibik sudah selesai masak.
Clara pun melihat jam,
"akhirnya selesai tepat waktu." ucap clara.
"naah sekarang bibik baru boleh menggoreng bawang. Soalnya cla mau ke kamar dulu bik." ucap clara.
"iya non." ucap bik ina.
"ada ada saja non clara ya bik, dia tidak bisa mencium bau bawang goreng." ucap bik sarah.
"huuus, jangan ngomong gitu sarah, namanya juga lagi hamil. Jadi semua yang tercium bisa jadi sensitif." ucap bik ina.
sarah pun ngangguk ngangguk.
Clara pun menuju kamarnya. Ia melihat axel masih tidur.
Axel pun membuka matanya.
"pagi sayang." ucap axel menarik clara.
Clara pun terjatuh di atas tubuh axel.
"aaaauuu." ringis clara.
Axel pun panik dan langsung bangun.
"kamu kenapa sayang." ucap axel.
"sakit xel," ucap clara berpura pura sambil mengelus perutnya.
"maaf cla, aku tidak sengaja." kita kerumah sakit ya." ucap axel.
Clara pun tersenyum dan mencium axel
"sudah xel, sudah gak sakit lagi. Lain kali jangan menarik ku begitu." ucap clara.
axel pun terdiam di cium oleh clara.
Axel hanya mengangguk.
"sekarang kamu mandi ya xel, sudah aku siapkan, habis itu kita sarapan bersama." ucap clara.
Axel pun menurut.
Clara dengan setianya menunggu axel di dalam kamar.
Clara pun mengambil ponselnya.
clara mengirimkan pesan kepada davina.
Clara :
"hay pengantin baru, berangkat jam berapa.?"
__ADS_1
Davina yang sudah bangun dan lagi sarapan pun mendengar ada notivikasi dari ponselnya.
Davina menyelesaikan sarapannya terlebih dahulu.
Selesai sarapan, davina baru membuka isi pesannya.
Davina :
" aku berangkat pukul 10 nanti cla, kenapa cla.?"
Clara :
"gak apa apa kok vina, pasti aku akan merindukan kamu."
Davina :
" aku cuma 10 hari kok cla, kita kan masih bisa VC bumil sayang." 😊
Clara :
" 😊 hati hati di jalan ya vin, jangan nakal di sana. Nanti pulang pulang harus bawa kabar bahagiah."
Davina :
"amin, terimakasih ya clara sayang, mudah mudahan doa kita terkabul. Amin."
Axel pun sudah selesai mandi.
"sayang, kamu lihat jam tangan ku gak." tanya axel.
"coba lihat di dekat lemari tempat biasa xel." ucap clara.
Axel pun mencari nya, dan benar saja ada di situ.
"yuuuk, kita turun sarapan dulu." ucap axel.
Mereka pun turun, dan sudah ada mama adel.
"pagi ma." ucap axel dan clara.
"pagi juga sayang." ucap mama adel.
"mama ke kantor hari ini." tanya axel.
"iya xel, ada meeting." ucap mama adel.
Mama adel belum sempat memberi tahu axel tentang aldo.
"axel antar ya ma." ucap axel.
"gak usah xel, mama nanti ada mau keluar sebentar, mama di antar pak ramli saja." ucap mama adel.
axel pun merasa aneh dengan ucapan mamanya. Akan tetapi axel baru teringat ketika mamanya ingin bicara.
Axel pun mengangguk.
"kamu temani clara saja di rumah. Mama gak lama kok, nanti pukul 3 mama pulang." ucap mama adel.
"cla, mama sudah selesai sarapannya, mama mau ke kantor dulu. Kamu di rumah sama axel ya." ucap mama adel.
"iya ma, mama hati hati di jalan ya ma." ucap clara.
Axel dan clara pun mencium tangan mama adel.
Mereka mengantarnya sampai depan pintu rumah.
"sayang, mama sudah pergi ke kantor, kita ngapain ya." tanya axel menggoda.
"aku ingin duduk di taman belakang xel," ucap clara.
"kita istirahat di kamar saja ya." ucap axel.
"xel, ini masih pagi, mau istirahat gimana." mending kamu temani aku di taman belakang." ucap clara.
"baiklah sayang." ucap axel.
Mereka berdua pun duduk bersantai di taman belakang rumah.
....
__ADS_1