
keesokan paginya, clara bangun duluan dari axel.
Clara pun segera mandi dan menyiapkan keperluan axel.
tidak terasa sudah pukul 06.30, akan tetapi axel belum bangun juga.
"xel, kamu gak kerja." tanya clara sambil mengambil handuk buat axel.
"hmm." ucap axel.
"xel, kamu sakit." ucap clara yang mulai mendekat.
Clara pun mendekati axel dan menyentuh kening axel.
"xel, badan kamu panas." ucap clara.
Clara pun keluar mengambil baskom kecil.
"bik ina, cla minta baskom kecilnya dong." ucap clara.
"ini non, buat apa." tanya bik ina.
"buat wadah air untuk ngompres axel bik, badannya panas." ucap clara.
"tuan axel sakit non." tanya bibik.
"iya bik, cla ke kamar dulu ya bik." nanti tolong buatkan bubur buat axel ya bik." ucap clara.
"iya non." ucap bik ina.
Setelah kepergian clara ke dalam kamar, bik ina yang sudah beres dengan sarapan paginya pun segera membuat bubur.
Adel yang sudah siap dengan pakaian kantornya pun duduk di meja makan menunggu clara dan axel.
Hingga pukul 7 lewat, axel dan clara tidak kunjung datang.
"bik, clara dan axel mana." tanya adel kepada bik ina.
"non clara kembali kedalam kamar buk, katanya tuan axel sakit." ucap bik ina.
Adel pun berdiri dari tempat duduk nya.
Pintu kamar clara terbuka, tidak tertutup rapat.
__ADS_1
Mama adel mengetuk pintu sambil masuk.
"axel sakit cla." ucap adel yang mendekat.
"iya ma, badannya panas." ucap clara.
Clara yang perutnya sudah sangat besar pun sedikit kesusahan mengurus axel yang sakit.
adel pun segera menelpon dokter.
Tidak lama dokter pun datang dan memeriksa axel.
"bagaimana dok." tanya mama adel.
"begini buk, sepertinya pak axel kelelahan, ini saya beri resep, nanti tolong di tebus ya buk, dan tolong juga untuk beberapa hari pak axel harus istirahat dulu. Jangan banyak beraktifitas." ucap dokter.
"baik dok, terimakasih." ucap adel.
Dokter pun pamit.
Adel memanggil pak ramli untuk menebus obat di apotik.
sementara bik ina pun masuk dengan membawakan semangkuk bubur.
"xel, makan buburnya dulu yuk.' nanti keburu dingin. Habis itu minum obat," ucap clara.
beruntung apotiknya dekat rumah, sehingga pak ramli sudah pulang membawakan obat axel.
Baru 4 suap clara menyuapi axel, axel pun sudah menggelengkan kepalanya.
"aku sudah kenyang cla, " ucap axel.
"tapi xel, ini belum habis." ucap clara.
"mulutku juga gak enak , terasa pahit." ucap axel.
"ya sudah kalau begitu kamu minum obat dulu." ucap clara sambil menyerahkan obatnya.
Axel pun meminumnya.
"sekarang kamu istirahat ya." ucap clara.
Axel yang tidak ada tenaga lagi pun akhirnya menurut.
__ADS_1
tidak lama setelah axel tidur, ponsel axel pun bunyi.
Clara pun mengambilnya dan melihat siapa yang menelpon suaminya itu.
Seketika bryan yang menelpon axel.
Clara pun mengangkatnya.
"hallo bryan, ada apa." tanya clara.
"looh axel mana cla, ini ada client dari singapur ingin bertemu axel." ucap bryan.
"apa penting bry." tanya clara lagi.
"hanya ingin mengajukan kerja sama." ucap bryan lagi.
tiba tiba adel masuk.
"siapa cla." tanya mama adel.
"ini ma, bryan yang menelpon." ucap clara.
"sini biar mama yang bicara." ucap mama adel.
Clara pun menyerahkan ponsel axel.
"hallo bryan, ada apa , ini tante." ucap adel.
"ini tante, client dari singapur ingin bertemu axel. Ia ingin mengajukan kerja sama." ucap bryan.
"biar tante saja yang pergi menemuinya. Axel lagi sakit." ucap mama adel.
"tapi tante.." ucap bryan.
"gak apa apa bryan, tante juga lagi gak sibuk." ucap adel.
"baiklah tante kalau begitu, nanti di kafe GH jam 3 sore tante, maaf untuk sementara bryan hanya bisa bekerja dari rumah." ucap bryan.
"gak apa apa bry, baiklah, ya sudah tante tutup dulu ya." ucap adel.
Adel pun mematikan sambungan telponnya.
....
__ADS_1