
Axel dan mama adel pun berjalan keluar kantor.
Semua karyawan pun berbisik bisik.
Sampai di dekat parkiran axel memanggil pak ramli.
"pak, saya mau bawak mama berobat, bapak pulang saja, nanti jika clara bertanya bilang ya pak," ucap axel.
"baik tuan axel, kalau begitu saya permisi." ucap pak ramli.
Pak ramli pun menjalankan mobilnya menuju rumah.
Sedangkan axel menjalankan mobilnya menuju rumah sakit.
15 menit lamanya, akhirnya axel dan mama adel sudah sampai di rumah sakit.
tidak pakai lama, adel pun langsung di periksa oleh dokter.
"ibu adel tidak apa apa, hanya saja kelelahan, pola makannya harus teratur ya buk, jangan sampai telat lagi." ucap dokter.
"pak axel, ini resepnya, nanti di tebus, ibu adel tidak perlu di rawat di rumah sakit. Tapi tolong pastikan ibu adel istirahat dan makan yang teratur ya pak." ucap dokter.
"bail dok, terimakasih, " ucap axel.
Sementara di rumah clara sedang mengintrogasi pak ramli.
"pak, mama mana." tanya clara.
"ibu lagi pergi berobat non, di antar tuan axel, td saya di suruh pulang oleh tuan." ucap pak ramli.
"apa mama sakit dari pagi pak." tanya clara lagi.
"saya tadi hanya melihat ibu memijat kepalanya di dalam mobil non, saya juga gak tau kalau ibu sakit." ucap pak ramli.
__ADS_1
Clara pun menghela napasnya.
sementara pak ramli permisi untuk melakukan pekerjaan yang lain.
Hari ini pak ramli akan mengantar bik sarah ke pasar atau pun supermarket.
"bik, bibik mau kemana." tanya clara.
"bibik mau kepasar non sama pak ramli. Ucap bik sarah.
"bik, clara titip jeruk ya bik." ucap clara.
"baik non." ucap bik sarah.
Clara pun duduk di ruang keluarga, ia menunggu mama adel dan axel pulang sambil menonton tv.
Clara memang di batasi untuk beraktifitas, karena tinggal 2 minggu lagi prediksi akan melahirkan.
1 jam lamanya clara menunggu di rumah, akhirnya terdengar suara mobil axel.
"ma." ucap clara yang sudah matanya berkaca kaca.
"jangan nangis sayang, mama gak apa apa, hanya kecapean." ucap mama adel.
kini mereka berjalan memuju kamar mama adel.
Mama adel pun setelah minum obat segera tidur,
sementara axel membawa clara untuk beristirahat di kamarnya.
"xel, sepertinya bik sarah sudah pulang, " ucap clara.
Axel pun bingung.
__ADS_1
"maksudnya sayang." tanya axel.
"tadi aku nitip jeruk." ucap clara.
"ooohh, sebentar ya, biar di lihat dulu." ucap axel.
Axel pun keluar kamar dan menanyakan di mana bik sarah kepada bik ina.
"bik, bik sarah sudah pulang belum." tanya axel.
"sudah tuan, itu lagi di dapur." ucap. Bik ina.
Axel pun menuju dapur.
"bik, tadi clara ada titip jeruk ya." tanya axel.
"eeh iya tuan, ini jeruknya, " ucap bik sarah sambil menyerahkan jeruknya.
"oke bik, terimakasih." ucap axel.
"sama sama tuan axel." ucap bik sarah sambil tersenyum.
Kini axel pun membawa jeruk itu ke kamarnya.
"sayang, ini jeruknya." ucap axel sambil menunjukkan kantong keresek berisi jeruk.
"xel, kenapa di bawak kesini semuanya." ucap clara.
"heheh, biar kalau mau gak usah keluar lagi." ucap axel.
"aku kupasin ya." ucap axel.
clara pun kini menerima suapan jeruk dari axel.
__ADS_1
1 buah jeruk tidak sampai habis, akhirnya axel yang menghabiskan.
.....