Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 28


__ADS_3

Masih di dalam kamar axel,


Dokter siska pun langsung mengambil peralatan untuk membersihkan luka.


Tangan lincahnya kini mulai membersihkan luka clara.


Clara pun merintih kesakitan.


mama adel menenangkan clara .


"aaawww." rintih clara meneteskan air mata.


Axel yang berada di sebelah clara tiba-tiba menggenggam tangan clara.


" tahan sedikit, sebentar lagi selesai." ucap axel dengan lembut.


Clara pun terdiam, apa axel salah makan, atau karena ada mama dan dokter siska pikir clara.


clara pun masih meneteskan air mata dan merintih kesakitan ketika obat luka itu di oleskan dokter siska di punggung nya.


Axel pun menggenggam tangan clara dengan kedua tangannya,


"maafin aku cla." batin axel.


akhirnya selesai dokter siska memeriksa dan membersihkan luka-luka clara semuanya.


Clara pun menggunakan pakaian nya lagi, di bantu oleh mama adel.


sebenarnya clara malu karena ada axel, tetapi dia sadar, bagaimanapun axel adalah suaminya.


"begini tante, lukanya jangan terkena air dulu untuk sementara waktu. Dan kakinya juga jangan digunakan untuk berjalan dulu sampai 1 minggu kedepan." ucap dokter siska.


"baiklah dokter, terimakasih ya sudah mau membantu memeriksa clara." ucap adel.


Axel hanya mendengarkan apa yang siska katakan.


"dan ini obatnya di minum 3 kali sehari sesudah makan semua." ucap siska memberikan obat itu kepada adel.


" dan kamu xel, jaga baik-baik istri kamu ini." ucap siska kepada axel.


"hmm. Terimakasih ya sis." jawab axel.


"kalau begitu saya permisi dulu mbak clara, axel, tante adel." ucap dokter siska.


Adel pun pergi mengantar dokter siska sampai di depan pintu rumahnya.


axel yang hanya berdua di dalam kamar bersama clara, akhirnya membuka suara.


"maaf." ucap axel.


Clara pun bingung tiba-tiba axel meminta maaf.


"tidak ada yang perlu di maafkan xel, kamu gak salah, ini semua murni kecelakaan." ucap clara dengan senyum tulusnya.

__ADS_1


"cla, kamu tidur di sini saja, " ucap axel.


"tapiii.." ucap clara terpotong.


"tidak ada tapi-tapian cla, kamu lagi sakit. Aku tidak mungkin membiarkan kamu tidur di sana. Biar aku yang tidur di sana " ucap axel sambil menunjuk sofa tempat biasa clara tidur.


clara mengangguk.


Mama adel pun kembali ke kamar clara dan axel.


"xel, bisa mama bicara sebentar, mama tunggu di ruang kerja ya." ucap mama adel.


"cla, kamu istirahat ya sayang, mama pinjam suami kamu sebentar." ucap mama adel lalu mencium pucuk kepala clara.


"iya ma." ucap clara tersenyum tulus.


Axel pun bangkit dari duduk nya, dan segera mengikut mamanya ke ruang kerja.


Sampai di ruang kerja,


"tutup pintunya xel." ucap mama adel dengan wajah marahnya.


"kamu ini apa-apaan xel, gara-gara kamu menyuruh clara buru-buru mengantar berkas itu, clara jadi begini. Kamu itu suaminya xel, bukan majikan yang seenaknya menyuruh bawahannya. Kamu tau ini semua gara-gara kamu. Mama tidak mau tau, mulai hari ini, kamu harus tanggung jawab kepada clara. Kamu juga harus mengurus nya. Dan mulai detik ini juga, kamu harus memperlakukan clara layaknya seorang istri. Kamu pahamkan maksud mama." ucap mama adel dengan marahnya dan meneteskan air mata.


"ma . .maaf ma . axel akan bertanggung jawab. Mama jangan menangis ya ma. axel benar-benar minta maaf ma." ucap axel yang tidak bisa melihat kemarahan dan tetesan air mata mamanya.


Axel pun langsung memeluk mamanya, agar mamanya lebih tenang.


dan axel mengantarkan mamanya ke kamar.


axel pun segera keluar dan menuju kamarnya.


Axel melihat clara sudah tertidur dengan keadaan miring ke kiri.


Axel menuju sofa, ia mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan kepada bryan.


Axel :


" bryan, untuk besok kamu kosongkan jadwal saya pada pukul 8 sampai pukul 10 pagi, karena saya akan berangkat kerja pukul 10, clara sedang sakit."


Bryan :


"siap komandan, laksanakan."


"jadwal besok juga cuma ada pertemuan makan siang xel, tidak hadir juga tidak apa-apa."


Axel :


"baiklah bryan sahabat ku, terimakasih banyak."


"kalau begitu besok saya tidak masuk kantor."


Bryan :

__ADS_1


"ya terserah anda pak axel,"


Tidak lama axel pun tertidur.


Clara bermimpi,


"ibu, cla rindu, ibu jangan tinggalin cla, ibu . .ibu . . .ibuuuu .. . " (kira-kira begitulah mimpinya clara).


Axel yang baru saja tertidur bangun kembali ketika mendengar clara teriak memanggil ibunya, axel mendekati clara. Ia menepuk pipi clara dengan pelan,


"cla . .bangun cla . . ." ucap axel.


lalu axel memegang dahi clara, dan ternyata panas, clara demam.


Axel pun turun ke bawah sebentar setelah clara tenang untuk mengambil kompresan,


axel pun dengan telatennya mengompres dahi clara.


Axel duduk di samping clara sambil tangan satunya menggenggam tangan clara, dan satunya lagi untuk memegang handuk kompresan.


Tidak terasa sudah jam 3 pagi, akan tetapi axel belum juga tidur, ia masih menjaga clara, axel merasa sangat lelah,


Axel pun menyenderkan badannya. Tidak lama ia pun tertidur dengan posisi menyender di tempat tidur. Tangannya masih menggenggam tangan clara.


Keesokan paginya, adel yang sudah bangun langsung menuju kamar axel, adel ingin melihat keadaan clara.


Adel yang melihat pintu kamar axel tidak tertutup dengan rapat, memutuskan untuk langsung masuk.


Adel melihat pemandangan yang sangat manis, tetapi adel berfikir, kenapa axel tidur begitu.


adel pun membangunkan axel.


ia menepuk bahu axel dengan pelan, agar clara tidak terbangun.


"xel, bangun sayang, sudah pukul 7 pagi." ucap mama adel.


Axel pun mengerjapkan matanya,


"eeeh mama, " ucap axel.


"kamu kenapa tidur begini," ucap mama adel.


"clara tadi malam demam ma, badannya sangat panas, mungkin karena lukanya, ia juga mengigau memanggil ibunya," ucap axel.


mama adel yang mengertipun menganggukkan kepalanya.


Adel pun memegang kening clara,


"masih hangat xel, coba kamu telpon siska xel, apa lukanya ini tidak apa-apa."


"nanti habis mandi axel akan tanya siska ma."


"ya sudah kamu mandi sana, sudah itu sarapan, biar clara mama yang jaga. Tadi mama sudah sarapan duluan." ucap mama adel.

__ADS_1


"oke mama ku sayang." ucap axel sambil melangkah ke kamar mandi.


....


__ADS_2