Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 29


__ADS_3

Mama adel pun masih menemani clara, ia merasa sedih dengan keadaan clara.


Axel yang sudah selesai mandi, langsung menuju meja makan.


"cla, mama tidak akan membiarkan ini terjadi lagi kepada kamu." batin adel.


Tidak lama clara terbangun,


"ma,"


"iya sayang, kamu mau apa." kita sarapan dulu ya. Habis itu minum obat lagi." ucap mama adel dengan lembut.


Sebenarnya clara ingin ke kamar mandi, akan tetapi ia tidak mau merepotkan mama adel.


ia merasa sedih, ketika terbangun mama adel yang menjaganya, clara berharap ketika ia membuka mata yang dilihatnya axel.


Clara tidak tau, sebenarnya axel lah yang menjaganya sepanjang malam.


"kamu mau ke kamar mandi." ucap mama adel yang melihat clara gelisah.


"iii...iya ma." ucap clara sambil menunduk.


"sebentar mama panggil axel ya sayang."


clara mengangguk.


Adel pun berdiri , dan ingin memanggil axel, ketika baru mau melangkah, axel pun muncul ,


"baru mama ingin memanggil kamu xel,"


"kenapa ma." ucap axel.


"itu clara ingin ke kamar mandi." ucap mama adel.


Axel pun melihat ke arah clara.


Tanpa menjawab mamanya, axel melangkah mendekati clara, dan ia menggendong clara masuk ke kamar mandi.


Setelah itu axel keluar,


"looh, kenapa kamu keluar xel, clara pasti masih butuh bantuan kamu." ucap mama adel.


axel hanya diam saja.


" ini salep lukanya, kamu bantu clara mengobatinya sana." ucap mama adel.


Axel pun ragu untuk masuk kembali ke dalam kamar mandi, mama adel pun menggelengkan kepalanya.


Baru axel akan mengetuk pintu kamar mandi, clara sudah memanggilnya.


"axel, aku boleh minta tolong. Tolong ambilkan aku baju ganti." ucap clara.

__ADS_1


axel melihat ke arah mama adel.


mama adel pun mengangguk,


mama adel mengambilkan pakaian clara, dan langsung di serahkan ke pada axel.


"kamu bantu clara xel, lagian dia itu tanggung jawab kamu, dia istri kamu xel. Sudah selayaknya seorang suami mengurus istrinya yang sedang sakit." ucap mama adel.


Axel pun membuka pintu kamar mandi, dan melihat clara hanya menggunakan handuk saja,


sebenarnya clara malu, akan tetapi ia butuh bantuan suaminya itu,


Tidak mungkin ia merepotkan mama adel terus menerus.


"sini aku bantu mengobatinya. Berbaliklah, aku akan membantu mengobati yang di punggung terlebih dahulu." ucap axel dengan ragu,


Clara pun dengan senang hati menerimanya.


ia mengangguk.


Axel pun mengolesi obat di punggung clara, clara merintih kesakitan.


"sudah, pakailah baju mu terlebih dahulu, aku akan menunggu di luar." ucap axel sambil berbalik dan berjalan.


Seketika tangan axel ditahan oleh clara.


"terimakasih xel. Kamu tidak usah keluar, di luar pasti masih ada mama, kamu di sini saja, hanya saja kamu cukup berbalik dan pejamkan matamu." ucap clara.


Dengan susah payah clara memakai pakaiannya.


"aaawww." rintih clara.


Mama adel yang mendengar pun merasa tidak tega.


"cla, kamu baik-baik saja kan cla." xel, kamu bantu istri kamu itu. " ucap mama adel di depan pintu kamar mandi.


Axel yang tidak tega, akhirnya membalikkan badannya. Dengan susah payahnya ia menelan saliva nya.


"sini aku bantuin." ucap axel tiba-tiba.


clara pun terkejut, clara langsung menundukkan pandangannya.


"ke . .ke kenapa kamu berbalik. Sedikit lagi aku selesai." ucap clara dengan malunya.


ia menutupi bagian dadanya.


Akhirnya axel membantu clara.


sudah slesai semua, clara di gendong lagi menuju tempat tidur. Kakinya belum boleh di bawa berjalan dulu.


Axel yang tiba-tiba teringat pesan mamanya untuk menelpon dokter siska, ia mengambil ponselnya dan berjalan keluar kamar.

__ADS_1


"xel, mau kemana kamu." ucap mama adel.


"tadi mama bilang axel di suruh telpon siska." ucap axel.


"dasar anak itu, gengsinya terlalu tinggi, mau nelpon aja pakai keluar." ucap mama adel .


"cla, kamu makan dulu ya sayang, tadi sudah di obati lukanya." ucap mama adel.


"su..sudah ma. Tadi . .. . .di bantuin sama axel." ucap clara merasa malu.


"mama senang axel bisa ngerawat kamu cla, semoga cepat sembuh ya menantu mama sayang." ucap mama adel.


Clara tersenyum, ia sangat bahagiah,


Di luar kamar, axel sedang menelpon siska.


"hallo sis, kamu di mana." ucap axel


"hallo xel, aku lagi siap-siap mau kerumah sakit." ada apa xel pagi-pagi begini menelponku, istri kamu baik-baik sajakan." ucap dokter siska.


" ada yang mau aku tanyain sis, tadi malam clara sempat deman tinggi," apa itu tidak masalah sis." mama takut terjadi apa-apa sama clara." ucap axel.


"yang takut terjadi apa-apa kamu apa tante sih." ucap siska menggoda axel.


"sudah jangan kemana-mana omongan kamu, jawab saja." ucap axel kesal.


siska pun tertawa.


"oke . .oke . . itu hal biasa jika seseorang terjadi luka, apa lagi lukanya lumayan besar seperti clara xel. Pasti meradang dan mengakibatkan demam. Tapi kamu tenang saja, tidak akan terjadi apa-apa kepada istrimu itu.


tapi jangan lupa obatnya untuk di minum dengan teratur," ucap siska panjang lebar memberi penjelasan.


"untuk pergelangan kakinya bagaimana sis, apa bisa cepat sembuhnya."


"begini xel, untuk pastinya dalam waktu dekat ini belum bisa di pastikan sembuh, aku curiga tulangnya sedikit retak, jadi besok kamu bawa saja istrimu ke rumah sakit, kebetulan aku ada kenalah dokter tulang yang tidak di ragukan lagi dalam mengobati pasiennya,"


"baiklah, tolong kamu buat janji dengan dokter itu besok pukul 9 pagi." ucap axel.


"baiklah xel, " ucap siska dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


Axel mendengus kesal, belum selesai bicara sudah di matikan.


Axel pun kembali ke kamarnya.


" ma, kata siska besok dia akan membuat janji dengan dokter tulang temannya pukul 9 pagi." siska menyuruh kita untuk memeriksa pergelangan kaki clara." ucap axel.


"kamu atur saja xel, mana yang terbaik untuk istrimu." ucap mama adel.


Clara hanya mendengarkan axel bicara kepada mamanya.


clara merasa sangat senang, axel pelan-pelan sudah peduli terhadapnya.

__ADS_1


.....


__ADS_2