Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 26


__ADS_3

Ke esokan paginya.


Mereka semua sudah berada di meja makan, mereka pun sarapan dengan tenang.


"xel, hari ini mama bareng sama kamu ya." ucap mama adel tiba-tiba.


"iya ma." jawab axel.


"cla, nanti kamu perginya hati-hati ya sayang, jangan lupa bawa payung, hari mendung di luar." ucap mama adel.


Clara tersenyum, "iya ma."


Axel hanya melirik ke arah clara tanpa ingin bertanya clara mau pergi kemana.


Masih sama seperti hari kemaren, ketika axel akan pergi, clara menarik tangan axel lalu menciumnya. Lalu berpindah ke tangan mama adel.


Pemandangan itu di lihat oleh para pekerja yang bekerja di rumah, mereka semua tersenyum senang. Mereka tau clara adalah anak yang baik dan sopan.


Jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi, clara akhirnya pergi di antar oleh pak ramli menuju makan ibunya.


Sampai di makan clara memyuruh pak ramli menunggunya di mobil saja.


hari pun gerimis, pak ramli yang khawatir dengan menantu majikannya itu, segera membawakan payung.


Sedangkan di kantor, axel sedang menyiap kan berkas-berkas untuk meeting nanti. Tetapi ia tidak menemukan berkas yang ia cari.


Ia pun ke ruangan mamanya dan menanyakannya.


"ma, apa mama melihat berkas axel yang di dalam map warna biru ma, " ucap axel.


"mama tidak lihat xel dari tadi, apa jangan-jangan ketinggalan di rumah xel." ucap mama adel.


Axel pun segera melihat cctv yang ada di ruang kerjanya di rumah melalui ponsel nya.


Ternyata yang mama nya katakan benar, berkasnya tertinggal dibatas meja kerjanya dirumah.


"axel permisi dulu ya ma." ucap axel lalu pergi menuju ruangannya.


mama adel hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sampai di ruangan axel,


axel pun menelpon clara, ya ini pertama kalinya lagi axel menelpon clara.


Clara yang baru akan pulang dari makam ibunya, mendengar ponselnya bunyi.


Ia melihat nama yang menelponnya.


"axel." batin clara.


"hallo xel, ada apa." ucap clara.


"tolong kamu antarkan map warna biru yang ada di ruang kerja saya ke kantor sekarang, saya beri kamu waktu sebelum jam 12 siang untuk sampai di sini." ucap axel tanpa basa basi.


axel pun segera menutup telponnya itu.


Clara hanya terdiam, dan ia pun segera meminta pak ramli untuk cepat agar sampai rumah.


Sampai di rumah, clara segera menuju ruang kerja axel, ia mencari map biru uang di maksud oleh axel.

__ADS_1


Setelah mendapatkannya, clara berfikir untuk menggunakan ojek online,


Dalam perjalanan menuju perusahaan, di pertengahan jalan pun hujan deras,


"pak, lanjut saja, saya sedang buru-buru, sudah di tunggu. Agak cepat ya pak" ucap clara.


"baik non." jawab tukang ojek itu.


Jalanan pun macet, tidak sengaja tukang ojek itu menghantam lobang , karena hari hujan jadi tidak terlihat.


Mereka pun terjatuh, clara terluka.


kakinya terkilir, siku tangannya berdarah, begitu juga dengan lututnya, bukan hanya itu, ia merasa perih di bagian punggungnya akibat terkena batu,


Sedangkan tukang ojek itu hanya luka biasa.


"non tidak apa-apa." ucap ojek online itu.


"saya tidak apa-apa pak, ayo kita lanjut." ucap clara dengan menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


Akhirnya clara sampai di perusahaan dengan baju basah kuyub, dan axel sudah menunggunya di depan perusahaan.


Clara berjalan menahan kakinya yang sakit agar tidak terlihat pincang.


clara memberikan berkas itu, axel menerimanya dengan cuek,


tetapi axel melihat keadaan clara yang sudah basah kuyub dan ada sedikit darah segar di tangannya.


Clara segera pulang menggunakan ojek tadi, axel pun tidak sengaja melihat noda darah juga di punggung baju clara.


Axel pun segera masuk ke dalam perusahaan, ia segera mempersiapkan untuk meeting jam 1 siang nanti.


Akan tetapi scurity yang menjaga rumah adel yang melihatnya.


yaitu pak bagas, pak bagas pun merasa khawatir dengan majikan muda nya itu.


Pak bagas mencoba menghubungi bik ina, tetapi nomernya tidak aktif.


Dengan terpaksa pak bagas menelpon bu adel.


"hallo bu, maaf saya mengganggu." ucap pak bagas.


"tidak pak, ada apa pak." ucap bu adel.


"begini bu, tadi saya melihat non clara pulang dengan ke adaan bajunya basah terkena hujan bu, lalu saya juga melihat tangannya non berdarah bu." ucap pak bagas.


saat ini adel sangat panik dan khawatir,


"baiklah pak , tolong minta pak ramli untuk segera menjemput saya di kantor." ucap bu adel.


"baik bu." ucap pak bagas.


Pak bagas pun mencari pak ramli, dan menyuruhnya untuk menjemput bu adel di kantor.


Pak ramli pun segera pergi menuju kantor.


Di dalam kamar, clara menuju kamar mandi, ia tidak lupa membawa kotak obat untuk mengibati lukanya.


clara membuka semua pakaiannya, ia merasakan perih di punggung kanannya. Ia pun melihat dari kaca yang ada di kamar mandi, ternyata punggungnya luka lumayan besar dan berdarah.

__ADS_1


clara segera mengobati luka yang bisa ia obati, sambil meneteskan air mata karena perih. Sedangkan yang di punggung, ia tidak bisa mengobatinya, hanya terkena siraman air di saat clara membersihkan tubuhnya.


Setelah itu, clara berbaring di atas tempat tidur axel, ia berbaring miring ke kiri, sebab punggung kanannya luka. Lukanya sengaja tidak ia balut, dan clara pun tertidur.


Sampai di kantor, pak ramli segera menelpon bu adel.


"bu, saya sudah di bawah." ucap pal ramli,


"baik pak, saya segera turun." ucap bu adel.


Bu adel pun keluar dari ruangannya dan menghampiri davina.


"davina, jika ada yang mencari saya, bilang saja saya ada urusan dan tidak kembali lagi, nanti tolong sampaikan kepada axel jika sudah selesai meeting, saya pulang duluan, dan kamu bilang juga untuk cepat pulang ke rumah." ucap bu adel.


"baiik bu." jawab davina.


"kenapa bu adel buru-buru, ada apa ya. Semoga tidak ada terjadi apa-apa deh." batin davina.


Davina memang seorang anak yang baik, ia tidak pernah mau tau urusan orang lain.


pak ramli membukakan pintu mobil untuk bu adel.


dalam perjalanan pulang, bu adel menanyakan kepada pak ramli.


"pak, tadi bapak jadi kan mengantar clara,"


"jadi bu, "


"kenapa clara pulang dalam keadaan basah pak."


"tadi pas dari makam, non clara menerima telpon dari tuan axel bu, lalu non clara meminta saya untuk segera pulang."


"sampai dirumah non clara buru-buru masuk bu, lalu pergi lagi menggunakan ojek online bu, itu saja yang saya tau bu." ucap pak bagas menjelaskan.


"ya sudah pak lebih cepat lagi pak." ucap bu adel.


terlihat sekali wajah panik dan khawatir adel.


Sampai di depan gerbang rumah, pak bagas segera membukakan gerbangnya,


Mobil adel pun sudah berhenti di depan rumah, adel sampai di rumah pukul 3 sore.


Adel langsung menuju kamar clara.


adel pun meneteskan air mata ketika melihat tangan dan lutut clara yang luka, di tambah lagi pergelangan kakinya bengkak.


Clara yang mendengar isak tangis pun terbangun,


"mama." ucap clara sambil mencoba duduk sambil menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"sayang, kamu kenapa bisa luka seperti ini." ucap mama adel dengan paniknya.


"ojek yang cla tumpangi terjatuh tadi ma. Mama tidak usah khawatir, cla baik-bail saja kok ma. Mama kenapa sudah pulang jam segini ma," ucap clara sambil menenangkan mamanya yang masih meneteskan air mata.


"tadi pak bagas menelpon mama, beliau bilang kamu pulang dengan keadaan yang tidak baik. Jadi mama memutuskan pulang untuk melihat kamu sayang, mama khawatir." ucap mama adel.


"makasih ya ma, sudah khawatir sama cla," ucap clara sambil berkaca kaca matanya.


adel tersenyum dan mengangguk.

__ADS_1


....


__ADS_2