
Axel segera menggengdong clara ke kamar mandi, di dudukkannya clara di atas closet.
Lalu axel pun segera keluar dari kamar mandi.
"huuuf . .hampir saja jantung ku copot melihat tubuh clara dari belakang." batin axel sambil menarik nafas.
clara yang malu pun merasa senang, axel memperlakukannya dengan baik.
"aku yakin suatu hari nanti kamu bisa menerimaku xel." batin clara sambil senyum-senyum.
Selesai itu semua, axel menggensong kembali clara ke atas tempat tidurnya.
axel pun keluar tanpa bicara sedikitpun kepada clara.
Axel merasa malu juga sebenarnya, karena ia melihat dan memegang tubuh clara.
Sampai di meja makan, axel bertemu dengan mamanya.
"xel, kamu mau makan di dalam kamar." ucap mama adel.
"iya ma, sekalian ngambilin buat clara." ucap axel.
Adel tersenyum senang, karena axel sudah mulai perhatian kepada clara.
"yasudah, mau mama bantuin." ucap mama adel.
"mama tolong axel bawakan air minum saja ma. Tapi apa mama sudah makan." ucap axel sambil memegang 2 piring nasi.
"mama sudah makan kok sayang, baru saja selesai. Tadi mama kekamar kamu, tapi kalian masih tidur. Jadi mama pikir kalian akan makannya nanti." ucap mama adel.
Dengan senang hati adel membantu anaknya itu.
"sayang, bagai mana keadaan kamu sekarang." ucap mama adel.
"cla sudah tidak apa-apa kok ma, lukanya juga sepertinya sudah mulai kering, hanya saja pergelangan kaki cla sakit." ucap clara.
"besok mama temani ke rumahbsakit juga ya sayang." ucap mama adel.
clara mengangguk bahagiah.
mama adel yang melihat putranya menyuapi clara, marasa kasihan karena axek blm makan makanan nya.
"sini xel, biar mama saja. Kamu makan saja dulu." ucap mama adel sambil mengambil piring di tangan axel.
Axel pun bertukar tempat dengan mamanya.
Axel makan dengan lahapnya.
"cla, coba lihat suami kamu itu, sepertinya ia kelaparan sudah." ucap mama adel sambil tertawa.
clara pun ikut tertawa.
Sedangkan axel hanya melihat 2 wanita itu sedang menertawakannya.
"apaan sih mah, orang makan saja di omongin." ucap axel kesal.
"cla, besok mama temani kamu cek krumah sakit ya," ucap mama adel.
Clara hanya mengangguk sambil melihat axel.
__ADS_1
adel yang melihatvclara seakan paham apa yang ada di pikiran clara. Adel pun tersenyum.
"besok kita di antar oleh axel juga cla." ucap mama adel tiba-tiba .
clara langsung melihat ke arah mama adel, dan tersenyum senang.
Akhirnya clara dan axel pun sudah selesai makan malamnya. Akan tetapi clara tidak habis. Karena mulutnya masih terasa pahit.
Mama adel pun memberikan obat kepada clara, dan langsung di minum oleh clara.
"sekarang kalian istirahat ya, mama juga mau istirahat. Besok kita berangkatnya jam 8 saja." ucap mama adel.
axel dan clara hanya manggut-manggut.
Keesokan paginya, clara bangun terlebih dahulu dari axel.
clara ingin membersihkan tubuhnya, akan tetapi clara tidak tega membangunkan suaminya itu yang masih tidur pulas.
Clara pun akhirnya hanya bermain ponsel, ia mengirimkan davina pesan.
Clara:
"selamat pagi ibu davina yang cantik, apa kabar, sudah lama kita tidak bertemu."
Davina yang akan siap-siap berangkat ke kantor pun mendapatkan notifikasi dari ponselnya.
dan ia membuka pesan yang masuk itu.
"clara, " batin davina. Davina pun membaca pesan itu dan membalasnya.
Davina :
Clara :
"beberapa hari yang lalu aku kecelakaan vin, kaki ku sakit kalau di bawa berjalan. Hari ini mau ke rumah sakit untuk memeriksanya. Tapi kamu tidak usah khawatir, aku sudah tidak apa-apa kok." kamu gak le kantor..?"
Davina :
"iya sepi enggak ada elo cla, gue sendirian di ruangan. Ini gue mau jalan ke kantor, lagi nunggu jemputan,"
Clara :
"elo enggak bawa mobil vin,"
Davina :
"enggak cla, mobil gue di bengkel, siang nanti baru selesai. Nanti gue mampir deh ke rumah elo pas pulang kerja nanti."
Clara :
"oke deh vin, gue tunggu ya." hati-hati di jalan.
Davina :
"oke cla, siip. GWS ya sahabat gue yang paling bawel."
Clara membaca pesan dari davina pun menjadi senyum-senyum sendiri.
Axel yang baru membuka mata melihat clara tersenyum dengan begitu manisnya.
__ADS_1
Clara yang menyadari ada yang melihatinya, seketika menoleh ke samping.
"pagi xel." ucap clara.
"iya pagi." ucap axel.
Axel pun langsung berdiri, ia berjalan ke arah pintu kamarnya, dan menguncinya.
setelah itu axel pergi ke kamar mandi mengambil baskom dan handuk kecil.
setelah itu, ia langsung menuju kepada clara.
"kamu enggak mandi xel." ucap clara yang bingung melihat axel membawa baskom dan handuk kecil.
"nanti saja, aku mau bersihin kamu dulu. Kita mau kerumah sakit." ucap axel.
Clara pun tersenyum malu, wajahnya sudah memerah.
Sudah dua hari ini axel mengurus keperluan pribadi clara.
clara pun merasa sangat senang, walaupun sebenarnya clara malu.
"ayo buka baju kamu cla, biar aku lap lagi." ucap axel.
akhirnya dengan wajah malunya, clara pun menurut kata axel.
Dengan telaten axel mengelap tubuh clara, dan mengobati lukanya.
"celananya kamu ganti sendiri ya seperti kemaren." ucap axel.
Axel langsung menggendong clara ke kamar mandi. Di letakkannya clara duduk di atas closet.
Setelah itu, clara duduk di atas kursi roda, axel mendorongnya sampai di meja makan , yang ternyata sudah ada mama adel yang menunggu mereka.
"pagi ma, " ucap clara.
"pagi juga sayang, waaah, anak mama pagi-pagi begini sudah cantik banget." ucap mama adel.
clara tersenyum.
"ma, kalau begitu axel tinggal mandi sebentar ya ma." ucap axel lalu pergi menuju kamarnya.
"cla, semoga kamu bahagiah ya cla, mama senang axel sudah banyak berubah." ucap mama adel.
"iya ma,..amiin.., clara juga senang kok ma, axel perhatian dengan cla." ucap clara.
Mereka mengobrol sambil menunggu axel untuk turun sarapan.
20 menit clara dan mama adel menunggu axel.
akhirnya axel turun dari kamarnya.
mereka bertiga pun langsung sarapan,
Setelah sarapan, merekapun duduk di taman belakang rumah.
axel mendorong kursi roda clara.
..
__ADS_1