
Merek berempat pun pergi menggunakan mobil yang sudah di siapkan anak buah axel.
kini yang menyetir ada lah axel,
Sampai di restoran yang sangat terkenal, mereka memesan makanan untuk makan siang.
Clara bingung dengan menunya, menunya menggunakan bahasa perancis.
Tidak dengan dacina dan bryan, mereka tau sesikit bahasa perancis.
"sayang, kamu kenapa." tanya axel.
"aku bingung dengan menunya." ucap clara.
Akhirnya axel mengajari clara untuk memesannya.
Clara pun memilih memakan lobster dan tidak ketinggalan ayam goreng kesukaannya.
tidak lama, pesanan makanan mereka sudah datang.
Dengan semangatnya, clara pun memakannya dengan lahap.
Axel dan yang lainnya yang melihat clara pun hanya bisa tersenyum.
"xel, sepertinya anak kamu laper." ucap bryan.
seketika clara berhenti makan dan melihat ke arah bryan.
Axel pun menginjak kaki bryan.
Axel tau jika clara di ganggu sewaktu lagi makan, clara langsung berhenti makan, dan tidak berselera lagi.
"xel, aku sudah kenyang." ucap clara tiba tiba.
Semenjak hamil clara menjadi sedikit sensitif.
"tapi makanan kamu masih banyak cla." ucap axel.
"tapi aku sudah kenyang xel." ucap clara.
Clara pun berdiri.
"kamu mau kemana." tanya axel.
"aku mau ke toilet sebentar." ucap clara.
"aku temenin ya." ucap axel.
"gak usah xel, kalian lanjutin saja makannya, aku cuma sebentar kok." ucap clara.
__ADS_1
Sebenarnya clara merasa tubuhnya sedang tidak sehat, akan tetapi di paksanya.
Davina pun bersuara.
"sama aku aja cla, aku juga mau ke toilet." ucap davina.
Clara pun menyetujuinya.
Mereka pun pergi menuju toilet wanita.
"gara gara elo sih bryan, dia itu kalau lagi makan jangan di ganggu." ucap axel.
"sorry xel, gue gak tau." ucap bryan.
Axel pun hanya bisa memghela napasnya.
"nanti jika davina sudah hamil, kamu akan merasakan apa yang aku rasakan selama clara hamil." ucap axel.
Bryan mengangguk. Dan tertawa.
Tidak lama davina dan clara datang.
"kamu kenapa cla, kamu kok pucet." ucap bryan.
"aku hanya gak enak badan." ucap clara.
davina masih menggandeng clara.
"xel, lebih baik kamu ajak clara pulang ke hotel saja, kasihan dia, biar dia istirahat." ucap davina.
"tapi kalian bagai mana." tanya axel.
"kami juga ikut pulang ke hotel, aku juga lelah." ucap davina berbohong.
axel dan bryan mengangguk.
kini mereka pun menuju mobil dan pulang ke hotel.
Sampai di hotel, clara dan yang lainnya pun turun dari dalam mobil,
Sementara mobil di parkirkan oleh karyawan hotel.
Kepala clara pun semakin pusing.
Clara memegang dan memijat kepalanya sambil berjalan.
Mereka pun naik lift dan menuju lantai 30.
Keluar dari lift, pandangan clara pun hilang, karena semakin pusing.
__ADS_1
Akhirnya clara pun pingsan.
untung axel sigap menangkapnya.
"bryan, tolong bukakan pintu kamar ku." ucap axel sambil menhgendong clara.
bryan pun berlari dan membukanya.
Axel menggendong clara menuju dalam kamar,
Para penjaga yang menjaga kamar axel pun panik.
"tolong kalian panggil dokter segera." ucap davina kepada penjaga.
salah satu penjaga itu dengan sigap segera menelpon dokter yang tidak jauh dari hotel itu.
Sementara penjaga satunya mengirimin nyonya besarnya pesan.
Penjaga :
"selamat malam bu adel, maaf mengganggu waktu istirahat ibu. Tadi tuan axel menggendong nona clara, sepertinya nona clara pingsan. dokter sedang di panggil."
Adel pun belum membuka pesan itu karena sudah tidur, selama ini penjaga itu lah yang memberi tau adel keadaan di sana.
Tengah malam adel pun terbangun karena merasa haus.
Ia mengambil ponsel untuk melihat jam. Dan ternyata ada pesan dari seorang penjaga,
Adel pun membuka pesan itu dan membacanya.
Adel sangat terkejut membaca pesan itu.
Ingin rasanya adel terbang malam ini juga ke paris.
sementara di paris, dokter pun datang untuk memeriksa keadaan clara.
"bagai mana dok." tanya axel.
"ibu clara hanya kelelahan, dan dia sepertinya belum bisa beradaptasi dengan udara dan cuaca di sini. Nanti saya beri obat saja. Kandungannya juga tidak apa apa." ucap dokter itu.
"oya tuan axel" jika nanti nona clara sudah sadar, saya harap untuk 2 hari ini jangan di bawa jalan jalan keluar dulu." ucap dokter itu lagi.
axel dan yang lain pun mengangguk.
Mereka semua merasa khawatir dengan keadaan clara.
Dokter pun segera pamit.
.....
__ADS_1