Diam - Diam Mencintai Suamiku

Diam - Diam Mencintai Suamiku
Bab 82


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 siang,


"cla, kita berangkat sekarang ya ketempat bryan." ucap axel.


"iya xel, sebentar ya, aku habiskan serabinya dulu." ucap clara.


"iya cla, makannya pelan2 ya. Jangan buru buru." ucap axel sambil mengelap sudut bibir clara dengan tangannya.


Clara tersenyum tulus.


Tidak lama, axel dan clara keluar dari ruangan axel, dan berjalan keluar.


"siang pak axel, buk clara." ucap pak rafi yang kebetulan lewat.


"siang juga pak." ucap clara tersenyum ramah.


"pak rafi, ingat pesan pesan saya tadi ya pak." selama saya tidak ada saya percayakan kepada bapak, dan buk adel tetap akan menggantikan saya sementara." ucap axel.


"baik pak axel, saya mengerti." ucap pak rafi.


Axel dan clara melanjutkan perjalanannya,


Sampai di depan kantor, mobil axel sudah teparkir.


"ini pak kuncinya." ucap skurity tersebut sambil mengembalikan kunci mobil axel.


"terimakasih ya pak." ucap axel.


Axel pun membukakan pintu mobil untuk clara.


"silahkan tuan putri." ucap axel tersenyum.


clara pun tersenyum sambil masuk ke dalam mobil.


"terimakasih." ucap clara.


setelah itu axel pun masuk kedalam mobil.


axel melajukan mobilnya menuju apartemen bryan yang tidak jauh dari kantor.


15 menit perjalanan, axel sampai di apartemen bryan.


"kita sudah sampai cla." ayook turun." ucap axel.


Mereka pun turun dari dalam mobil.


Axel dan clara menuju lif, dan menekan tombol lantai 10.


Sampai di lantai 10, axel dan clara menuju kamar bryan.


Axel pun tidak lupa untuk menggandeng tangan clara.


sampai di depan pintu kamar bryan, axel menekan tombol bel.


davina yang mendengar suara bel, langsung menuju pintu dan membukanya.


"clara." ucap davina memeluk clara dan menghiraukan axel.


bryan pun datang melihatnya.


"masuk xel." ucap bryan.


"sepertinya rumahbkamu ramai." ucap axel


"iya ada mama, papa, dan kedua adikku. Tapi adikku pergi entah kemana." ucap bryan.


Axel pun masuk dan menyalami kedua orabg tua bryan.


Axel memang begitu dekat dengan orang tua bryan.


"kamu sama siapa." tanya papa bryan.


"axel sama istri axel om." ucap bryan.


tidak lama clara datang bersama davina.


"itu istri axel om, namanya clara." ucap axel.

__ADS_1


"cla, sini." panggil axel.


Clara pun mendekat dan menyalani kedua orang tua axel.


"istri kamu lagi hamil xel." tanya papa bryan.


"iya om, baru 2 bulan." ucap axel.


"sudah jam 12 siang , kalian sudah makan siang belum, kalau belum kita makan sama sama, tadi tante dan davina sudah masak." ucap mama bryan.


"waah, boleh tante." ucap axel.


Davina pun berjalan bersama clara menuju ruang makan.


Clara melihat ada ayam goreng yang begitu menggiurkan.


mereka pun makan siang bersama.


clara mengambil ayam goreng yang ia inginkan.


"davina, apa ini kamu yang membuatnya." tanya clara kepada davina.


davina pun menggeleng.


"bukan cla, tapi mama bryan." ucap davina.


"ini enak banget vina." bisik clara.


Axel yang melihat tingkah istrinya itu, langsung mengambil ayam goreng satu potong lagi dan meletakkannya kedalam piring clara.


"xel, " ucap clara.


"gak apa apa cla, tante kata clara ayam gorengnya sangat enak." ucap axel kepada mama bryan.


mama bryan pun tersenyum.


"apaan sih xel." ucap clara sedikit malu.


"cla ke toilet dulu tante, om." ucap clara sambil menarik davina.


"tante, om, davina temenin clara sebentar ya." ucap davina.


"bryan, flashdisk gue yang ketinggalan ada sama elo kan." ucap axel.


"ada di kamar xel, nanti gue ambilin." ucap bryan.


Sedangkan di toilet, clara dan davina tertawa.


"aku malu banget vina dengan orang tua bryan. Axel menambahkan ayam goreng kepiring ku." ucap clara.


"cla, tidak apa apa, axel dan orang tua bruan sudah sangat dekat dari dulu. Dia menganggap orang tua bryan seperti orang tuanya sendiri." ucap davina.


"tapi vin." ucap clara.


"sudah, ayok kita kembali lagi." ucap davina.


Tiba tiba perut clara keram.


"aaaww"


"ada apa cla." tanya davina.


"tidak apa apa vina, hanya keram sedikit. Ini sudah biasa." ucap clara sambil mengelus perutnya.


Davina mengangguk paham.


mereka berdua pun kembali ke meja makan.


sementara axel, bryan dan orang tua bryan sudah selesai makan.


"clara, davina ,kalian lanjutkan saja makannya,, kami sudah selesai." ucap mama bryan.


"iya tante." ucap davina.


Axel yang mengerti clara malu pun mengajak bryan dan orang tua bryan ke ruang tamu.


"bryan, om, tante, ada yang mau axel omongin." ucap axel tiba tiba.

__ADS_1


"kalau begitu kami keruang tamu dulu ya clara, davina." ucap papa bryan.


"iya om." ucap davina.


Mereka pun pergi keruang tamu.


Tinggallah clara dan davina.


"cla, makan lagi ayam gorengnya." sepertinya axel sangat mengerti apa mau kamu." ucap davina.


"apaan sih vina." iya, ini aku makan kok." ucap clara.


Tidak terasa clara sudah menghabiskan 3 potong ayam goreng , sementara davina baru mau 2 potong.


Clara dan davina makan begitu nikmatnya.


"vina," ucap clara.


"iya cla, sepertinya perasaan ku gak enak." ucap davina bercanda.


"gak jadi." ucap clara.


"heheheh.. bercanda clara, kamu mau apa." ucap davina.


"malam ini kamu masakin buat aku ya. Nanti kamu kirim saja lewat ojek online." ucap clara dengan entengnya.


"gimana ya cla." ucap davina masih dengan bercandanya.


"apa kamu tega nantinya melihat keponakan kamu ileran." ucap clara sambil mengelus perut nya.


"keponakan aunty sayang, nanti aunty masakin deh." ucap davina sambil mengelus perut buncit clara.


Sementara di ruang tamu.


"om, tante, bryan. Axel berencana menggelar resepsi pernikahan axel." tapi clara lagi hamil." menurut kalian gimana." tanya axel.


"begini xel menurut tante, semua tergantung kalian, tapi sebaiknya sebelum mengadakan resepsi kalian cek dulu ke dokter, jika semuanya baik baik saja, tidak apa apa di lanjutkan." ucap mama bryan.


"iya tante, axel mengerti maksud tante." ucap axel.


Selesai makan, clara dan davina pun bergabung bersama yang lainnya di ruang tamu.


"kalian sudah selesai..?" tanya axel.


"sudah kok xel." ucap clara.


"cla, anggap saja tante dan om orang tua kamu juga, seperti axel menganggap kami orang tuanya." ucap mama bryan.


"iya tante." ucap clara sambil tersenyum tulus.


"tante, om, bryan, davina, kami permisi pulang dulu." ucap axel.


"looh kok cepet banget xel " ucap papa bryan.


"iya om, clara harus banyak banyak istirahat." ucap axel.


clara dan axel pun menyalami kedua orang tua bryan.


"ma, pa. Bryan dan davina antar axel dulu ke bawah ya." ucap bryan.


"iya nak." ucap mama bryan.


Mereka pun turun menggunakan lif.


Bryan dan davina mengantar axel dan clara sampai ke mobilnya.


"aku berharap kalian bisa ikut bersama kami liburan." ucap bryan.


"nanti ada waktunya kita liburan bersama." ucap axel.


Bryan mengangguk.


clara dan axel pun masuk kedalam mobil.


Sementara davina dan bryan kembali ke dalam apartemen.


.....

__ADS_1


.......


__ADS_2